2 Bulan Kabur ke Jakarta, Ayah Bejat dari Toba Diciduk di Bilangan Cakung, Ini Alasannya Tega Cabuli Sang Putri

BERITA RAKYAT – 2 bulan melarikan diri dalam upayanya bersembunyi dari kejaran polisi, langkah TN( 43)— masyarakat Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba ini, kesimpulannya terhenti, Jum’ at( 19/ 2/ 2021) sekira jam 22. 30 Wib. Laki- laki yang sudah tega mencabuli gadis kandungnya itu ditangkap personel Sat Reskrim Polres Toba di suatu doorsmeer di bilangan Cakung, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Kasat Reskrim Polres Toba, AKP Nelson Sipahutar SH Milimeter, dikala ditemui di ruang kerjanya, Senin( 22/ 02/ 2021) sekira jam 14. 30 Wib, membetulkan penangkapan TN.“ Cocok laporan pengaduan dari orangtua korban, ataupun istri dari terdakwa, pada bertepatan pada 24 Desember 2020, kami langsung melaksanakan proses penyelidikan serta penyidikan dalam masalah ini,” katanya.

   

Dikenal, korban yang masih berumur 9 tahun ialah gadis kandung dari terdakwa sendiri. Nelson menarangkan, bersumber pada pengakuan bocah tersebut, perbuatan bejat si bapak telah dicoba semenjak tahun 2018 silam. Perbuatan bejat itu kesimpulannya terungkap sehabis TN dipergoki istrinya sendiri lagi mencabuli gadis mereka pada 21 Desember 2020 sore kemudian.“ jadi telah lebih dari 10 kali dicoba, baik di rumah mapun di balik rumah.

Terdapat pula di ruang kamar tidur, kamar mandi, ruang tengah. Seluruhnya dicoba sang terdakwa pada dikala istrinya lagi tidak di rumah,” beber Nelson. Sehabis mengenali dirinya dilaporkan si istri ke Polres Toba, TN setelah itu diucap langsung kabur ke Medan.“ Bertepatan pada 29 Desember 2020 ia telah keluar dari Toba mengarah Medan menemui salah satu keluarga di situ.

Serta dikala itu ia menarangkan[kepada kerabatnya] jika ia sama istrinya lagi cekcok,” beber Nelson. Keesokan harinya, TN langsung berangkat mengarah Jakarta.“ Di situ pula ia tanpa terdapat tujuan, serta turun di Pulogadung kemudian melanglang buana mencari pekerjaan, sampai jadi tukang mencuci mobil di Cakung.

Terdakwa telah bekerja sebulan lebih di situ,” jelas Nelson. Keberadaan TN, lanjut Nelson, dikenal kala polisi menemukan data dari salah seseorang sahabat dekat keluarganya, kalau dia lagi di Cakung Jakarta Timur.“ Kami juga bergerak ke situ serta sepanjang 3 hari kami melaksanakan pengintaian sampai sukses menangkapnya,” urai Nelson. Kepada polisi, TN berdalih, kalau dia tega mencabuli gadis kandungnya sendiri sebab ia telah tidak sesuai dengan istrinya.

TN mengaku kalau dia tidak lagi sempat menemukan layanan biologis dari si istri, sampai dia tergiur buat melampiaskan birahinya kepada gadis kandung mereka.“ Kami masih hendak mendalami lagi, apakah memanglah hanya 10 kali ataupun lebih[pencabulan]. Ataupun bisa jadi terdapat korban lain tidak hanya putrinya ini, hendak senantiasa lakukan proses penyidikannya ke depan,” lanjut Nelson.

Kala ditanya menimpa pelaksanaan hukum kebiri terhadap terdakwa, Nelson berkata, grupnya masih hendak berkoordinasi dengan kejaksaan terkai perihal itu.“ Semacam apa nanti, sebab permasalahan semacam itu keputusan hakim. Tetapi kami optimalkan ini prosesnya belum menyudahi di mari masih hendak kami gali terus apa motif dari sang terdakwa ini sampai tega melaksanakan perbuatan itu pada darah dagingnya sendiri,” tandasnya.

Polisi pula masih mendalami mungkin lain, sebab TN mengaku kalau dia sangat menikmati dikala berhubungan tubuh dengan gadis kandungnya itu.“ Apakah terdapat motif lain, ataupun terdapat pula korban yang lain yang telah jadi korban. Karena pengakuannya, ia menikmati berhubungan tubuh dengan putrinya yang masih di dasar usia.

Gimana seseorang ayah dapat melaksanakan perbuatan semacam ini sama putrinya sendiri,” tandasnya. Atas perbuatannya, TN dijerat pasal 81 ayat 1 serta 3 pasal 76 D subsider pasal 82 ayat 1 serta 2 buat pasal 76 undang- undang RI tahun 2016 hukumannya 15 tahun.“ Tetapi sebab ini dicoba oleh orangtua kandung sendiri, ditambah sepertiga dari hukuman 20 tahun penjara,” pungkas Nelson.

Sedangkan itu, seseorang tokoh warga pemerhati anak di Kabupaten Toba, Parlin Sianipar( 72), mengapresiasi kinerja Polres Toba yang sukses menangkap pelakon pencabulan terhadap gadis kandungnya itu. Parlin berharap supaya polisi menjerat terdakwa dengan pasal berlapis supaya terdapat dampak jera terhadap para pelakon.“ Aku sangat apresiasi lah jika tidak terdapat terjalin kerjasama di kepolisian Medan- Jakarta. Aku sangat berterima kasih. Wajib dikasih pelajaran orang yang berbuat perlakuan biadab ini, terlebih terhadap gadis kandungnya,” tuturnya terbata- bata berlinang airmata.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *