3 Menteri Resmikan Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora Senilai Rp 92 Miliar

BERITA RAKYAT – Menteri Pekerjaan Universal serta Perumahan Rakyat( PUPR) Basuki Hadimuldjono bersama Menteri Sekretaris Negeri Pratikno serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan Jembatan Terusan Bojonegoro- Blora( TBB) yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Timur( Jatim) dengan Jawa Tengah( Jateng), Minggu, 3 Januari 2020.

Kedatangan jembatan tersebut jadi elemen krusial untuk kelancaran konektivitas kawasan di 3 Kabupaten ialah Bojonegoro, Blora, serta Ngawi.

   

Peresmian diisyarati dengan penekanan tombol sirine, dilanjutkan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, serta Bupati Blora Djoko Nugroho yang disaksikan oleh Menteri PUPR, Mensesneg, serta Menhub.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berkata, dengan kedatangan Jembatan TBB yang menghubungan Desa Luwihaji di Kecamatan Ngraho, Bojonegoro dengan Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Blora diharapkan aktivitas ekonomi di wilayah dekat bisa terus berkembang serta kesejahteraan warga bisa bertambah.

” Kami merasa pengembangan daerah tidak hendak bisa jadi terjalin tanpa konektivitas. Cuma dengan konektivitas, Kami yakin kawasan ini dapat jadi kawasan yang tidak terisolir, serta dapat maju dengan sendirinya, terlebih dengan terdapatnya kepala wilayah yang aktif,” kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki mengantarkan sangat mengapresiasi pembangunan Jembatan Terusan Bojonegoro- Blora yang dibentuk atas prakarsa 2 kabupaten, ialah Kabupaten Bojonegoro serta Kabupaten Blora.” Aku kira inisiatif pemerintah wilayah semacam ini ialah perihal yang sangat bagus sekali serta kami hendak menunjang,” tutur Menteri Basuki.

Jembatan TBB dibentuk dengan masa penerapan dekat 6 bulan semenjak Juni serta sudah berakhir pada akhir Desember 2020. Pembangunannya ialah prakarsa Pemerintah Wilayah Blora serta Bojonegoro dengan nilai kontrak Rp 92 miliyar.

Jembatan TBB sudah lewat uji beban statik serta dinamik oleh Pemerintah Wilayah yang berikutnya dicoba uji loading serta uji cocok prosedur oleh Departemen PUPR. Jembatan TBB mempunyai bentang utama sejauh 220 m serta lebar lajur 7 m dengan tiap- tiap sisi dilengkapi trotoar selebar 1 m.

Jembatan ini terdiri dari 5 bentang memakai rangka baja jenis A. Dari sisi penciptaan, totalitas proses penciptaan memakai produk dalam negara, mulai dari struktur baja sampai tenaga kerja.

Lintasi Sungai Bengawan Solo

Peresmian Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora. (Dok Kementerian PUPR)

Mensesneg Pratikno berkata pembangunan Jembatan TBB ialah salah satu fakta berartinya pelayanan antar lintas daerah, spesialnya di Provinsi Jatim serta Jateng.

Kedatangan jembatan yang melintasi Sungai Bengawan Solo tersebut telah sangat ditunggu serta direspon positif oleh warga Jatim serta Jateng, sebab hendak memudahkan pergerakan warga dari bagian Barat Kabupaten Bojonegoro mengarah bagian Timur Kabupaten Blora ataupun kebalikannya.

” Tadi telah di informasikan oleh Menteri PUPR hendak tingkatkan konektivitas antar kecamatan, antar kabupaten yang diharapkan berakibat pada kenaikan pembangunan ekonomi kawasan. Tadi pula di informasikan oleh Menteri Perhubungan hendak menghubungkan kawasan di mari dengan Lapangan terbang Ngloram,” ucap Mensesneg Pratikno.

giff

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *