Arab Saudi Kirim 120 Ton Bantuan untuk Korban Ledakan di Beirut Lebanon

BERITA RAKYAT – Pesawat dorongan awal dari Arab Saudi sudah datang di Beirut, Lebanon, pada Jumat( 7/ 8/ 2020). Dorongan dari Arab Saudi berbentuk obat, tenda, serta bahan lain yang diperlukan korban ledakan Beirut.

Arab Saudi mengirimkan 2 pesawat dari Lapangan terbang Internasional King Khalid. Regu spesial buat mengurus pembedahan distribusi dorongan pula turut terbang, demikian laporan Arab News.

Pengiriman dorongan buat Lebanon itu dikoordinasikan oleh King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre( KSrelief).

Abdullah Al- Rabeeah, Penasihat Istana Kerajaan Arab Saudi serta Supervisor General KSrelief, berharap dorongan itu dapat menolong korban yang terserang dampak ledakan pada Selasa petang kemarin. Sampai saat ini, korban cedera telah menggapai 5. 000 orang.

Pengiriman dorongan ini pula bagaikan simbol nilai- nilai kemanusiaan dari Arab Saudi. Angkatan laut(AL) Rabeeah menekankan kedudukan Arab Saudi dalam mengirim dorongan ke segala dunia tanpa pandang bulu.

Bermacam negeri lain yang mengirim dorongan ke Lebanon di antara lain Yordania, Ceko, Rusia, serta Prancis. Israel pula menawarkan dorongan.

Ledakan yang terjalin pada Selasa kemudian menaikkan kesusahan di Lebanon yang telah menanggung beban krisis ekonomi, politik, serta pandemi COVID- 19. Korban wafat sudah menembus 100 orang.

Lebanon Krisis, Rakyat Memohon Revolusi ke Presiden Prancis

Ledakan Besar Guncang Kota Beirut Lebanon

Rakyat Lebanon yang mulai frustrasi juga memohon dorongan negeri asing buat revolusi. Permintaan revolusi digemakan rakyat kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron yang lagi berkunjung ke Lebanon.

Presiden Macron datang di Beirut hari ini buat membagikan pertolongan. Dia juga pernah berjumpa dengan kerumunan warga yang menuntut terdapatnya pergantian.

” Tolong kami! Revolusi” teriak rakyat Lebanon, semacam dikutip AFP.

Pada sebagian video yang tersebar, rakyat Lebanon terdengar emosional kala memohon Presiden Macron buat membantu mereka.

Rakyat Lebanon yang mengerubungi Presiden Macron tiba dengan mengenakan masker.

Presiden Macron mengatakan paham kemarahan masyarakat Lebanon. Dia berjanji hendak berjumpa para pemimpin politik di Lebanon buat mangulas inisiatif politik.

” Aku hendak berdialog dengan tokoh- tokoh politik buat memohon mereka membuat pakta baru. Aku di mari hari ini buat berikan proposal pakta politik kepada mereka,” ucap Macron semacam dikutip France24.

Presiden Prancis mengatakan Lebanon hendak terus tenggelam apabila tidak mempraktikkan perubahan- perubahan yang diperlukan.

Usai Perang Dunia I, Lebanon sempat jadi wilayah koloni Prancis, masyarakat di situ pula dapat berbicara dengan Bahasa Prancis. Sehabis Lebanon formal merdeka dari Prancis pada 1943, kedekatan antara kedua negeri terus bersinambung di bermacam bidang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *