AS Kembali Catat Lebih dari 1.100 Kematian Akibat Corona dalam Sehari

BERITA RAKYAT – Jumlah kematian akibat virus Corona( COVID- 19) di Amerika Serikat( AS) meningkat lebih dari 1. 100 orang dalam satu hari. Ini berarti 2 hari berturut- turut, AS mencatat lebih dari 1. 100 kematian dalam satu hari.

Semacam dikutip Reuters, Kamis( 23/ 7/ 2020), AS tidak memberi tahu bonus kematian lebih dari 1. 100 orang dalam satu hari semenjak akhir Mei kemudian. Sebagian minggu sehabis itu, jumlah kematian akibat Corona dalam satu hari di AS mulai hadapi peningkatan. Dikala ini, bagi analisis Reuters, sebanyak 23 negeri bagian AS hadapi peningkatan jumlah kematian dalam satu hari.

Pada Rabu( 22/ 7) waktu setempat, AS memberi tahu 1. 101 kematian akibat Corona dalam satu hari. Satu hari tadinya, ataupun pada Selasa( 21/ 7) waktu setempat, AS mencatat 1. 141 kematian akibat Corona dalam satu hari di wilayahnya.

Negeri bagian dengan jumlah kematian paling tinggi dalam satu hari pada Rabu( 22/ 7) antara lain Texas dengan 197 kematian, California dengan 159 kematian serta Ohio dengan 106 kematian.

Total kematian akibat Corona di AS dikala ini melebihi 143 ribu orang. Sedangkan itu, total permasalahan Corona di AS terus menjadi mendekati angka 4 juta permasalahan.

Sedangkan jumlah kematian hadapi peningkatan di AS sepanjang 2 minggu terakhir, angka itu masih di dasar tingkat bonus kematian per hari yang tercatat sejauh April kemudian, kala rata- rata 2 ribu orang wafat dalam satu hari akibat Corona di AS.

Daerah Texas County jadi salah satu daerah terdampak Corona sangat parah. Jenazah para penderita yang wafat akibat Corona terpaksa ditaruh di truk- truk berpendingin sehabis terjalin lonjakan kematian dalam sepekan.

Hidalgo County, yang terdapat di ujung negeri bagian Texas, mencatat peningkatan permasalahan Corona sampai 60 persen dalam sepekan terakhir. Angka kematian di daerah ini meningkat 2 kali lipat sampai melampaui 360 kematian. Dampaknya, krematorium di Hidalgo County mempunyai catatan tunggu sampai 2 minggu. Daerah ini pula terpaksa memakai truk- truk berpendingin buat menaruh jenazah penderita Corona.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *