Azerbaijan Rebut Kota Penting dalam Pertempuran dengan Armenia

BERITA RAKYAT – Azerbaijan sudah merebut salah satu kota berarti di daerah separatis Nagorno- Karabakh, bagi presiden negeri itu.

Ilham Aliyev mengumumkan dalam pidato yang ditayangkan tv pada Minggu( 08/ 11) kalau pasukan Azerbaijan sudah merebut Shusha, ataupun diketahui bagaikan Shushi dalam bahasa Armenia.

Tetapi, Armenia membantah pengambilalihan kota itu serta berkata pertempuran masih berlangsung.

Merebut kota yang berarti secara strategis itu bisa jadi kemenangan besar untuk Azerbaijan dalam konflik atas daerah yang disengketakan itu.

Nagorno- Karabakh secara internasional diakui bagaikan bagian dari Azerbaijan, tetapi terletak di dasar pengendalian etnis Armenia serta didukung pemerintah Armenia.

Perang antara kedua negeri atas daerah itu berakhir pada 1994 dengan gencatan senjata tetapi tanpa konvensi perdamaian.

Darah anak aku tumpah di tanah kami, cerita keluarga yang kehabisan putranya dalam pertempuran demi Tanah Air di Nagorno- Karabakh

Armenia serta Azerbaijan sepakati gencatan senjata yang diperantarai AS

Kenapa rakyat Armenia serta Azerbaijan siap berjuang dengan jiwa serta raga demi mempertahankan Nagorno- Karabakh?

Pertempuran diawali kembali pada bulan September kemudian, dengan tiap- tiap pihak silih menyalahkan atas pecahnya kekerasan.

Apa yang terkini di lapangan?

Shusha terletak di wilayah perbukitan di atas bunda kota daerah itu, Stepanakert( diketahui bagaikan Khankendi di Azerbaijan), serta terletak di jalur yang menghubungkan kota dengan daerah Armenia. Bila direbut, kota itu dapat berperan bagaikan pos persiapan penyerangan bunda kota.

Presiden Aliyev berkata” pembebasan” Shusha hendak” dicatat dalam sejarah rakyat Azerbaijan”.

” Tidak terdapat kekuatan di dunia yang bisa menghentikan kami,” katanya, serta berjanji buat merebut kembali Nagorno- Karabakh buat negaranya.

Dalam suatu wawancara saat sebelum pertumbuhan terkini dari Susha, Aliyev berkata kepada wartawan BBC Orla Guerin kalau Armenia telah kehilangan waktu.

” Kesempatan mereka buat berkompromi terus menurun sebab kami lagi merebut kembali wilayah- wilayah itu secara paksa,” katanya.

Azerbaijan teru melaju merambah Nagorno- Karabakh dalam sebagian minggu terakhir, semacam yang ditunjukkan peta BBC pada 27 Oktober.

Tetapi Armenia membantah kota itu sudah direbut.” Pertempuran di Shushi bersinambung, tunggu serta percayalah pada pasukan kami,” tulis pejabat departemen pertahanan Armenia Artsrun Hovhannisyan di Facebook.

Serta David Babayan, penasihat kebijakan luar negara buat presiden Arayik Harutyunyan, yang mendeklarasikan sendiri bagaikan presiden Nagorno- Karabakh, berkata kepada BBC:” Kami bisa berkata kalau Shushi merupakan medan perang serta terdapat pasukan Azeri serta pasukan Karabakh di situ, yang silih berperang buat tiap gedung.”

Kota Ganja kena gempur, pertempuran Armenia- Azerbaijan terus berlangsung

Kenapa perang Armenia- Azerbaijan berpotensi munculkan konflik lebih besar yang libatkan Rusia- Turki?

Bertempur ataupun dipenjara- warga Suriah dikirim Azerbaijan buat perangi Armenia

Saat sebelum pengumuman Azerbaijan, juru bicara departemen pertahanan Armenia, Shushan Stepanyan, menulis kalau” pertempuran sangat ganas” sudah terjalin di dekat Shusha tadi malam.

Ia berkata beberapa tentara Azerbaijan, tank, serta kendaraan lain sirna dalam pertempuran itu.

Shusha mempunyai arti untuk kedua sisi. Penduduknya sebagian besar merupakan orang Azerbaijan saat sebelum perang pada akhir 1980- an serta dini 1990- an, yang memforsir ratusan ribu orang mengungsi.

   

Untuk orang Armenia, kota itu menampung Katedral Ghazanchetsots( Juruselamat Suci), suatu web ikonik buat Gereja Apostolik Armenia. Armenia menuduh Azerbaijan menargetkan gedung itu bulan kemudian.

Kedua belah pihak menyangkal menargetkan masyarakat sipil namun silih menuduh pihak seberang melaksanakannya.

Tidak jelas persis berapa banyak orang yang tewas. Otoritas Nagorno- Karabakh berkata nyaris 1. 200 pasukan pertahanannya tewas dalam pertempuran itu, serta masyarakat sipil pula terbunuh ataupun terluka di situ.

Azerbaijan belum merilis angka korban militernya namun berkata lebih dari 80 masyarakat sipil tewas dalam pertempuran itu- termasuk 21 orang dalam serbuan rudal di kota Barda bulan kemudian.

Presiden Rusia Vladimir Putin bulan kemudian berkata kalau nyaris 5. 000 orang tewas dalam pertempuran itu.

Gimana respon sepanjang ini?

Orang- orang turun ke jalur di bunda kota Azerbaijan, Baku, buat memperingati, membunyikan klakson mobil, meneriakkan slogan serta mengibarkan bendera nasional.

Kantor kabar Reuters memberi tahu kalau Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sudah berikan selamat kepada” saudara- saudara Azeri aku”, serta berkata kepada kerumunan di provinsi Kocaeli Turki kalau baginya apa yang terjalin di Shusha merupakan” suatu ciri kalau sisa tanah yang diduduki hendak lekas dibebaskan pula”.

Azerbaijan merupakan sekutu Turki, serta Erdogan sudah menjanjikan sokongan penuh negaranya buat Azerbaijan dalam konflik tersebut.

Pada hari Sabtu, presiden Turki berkata kepada presiden Rusia, Vladimir Putin, kalau Armenia wajib mundur dari tanah Azerbaijan serta” wajib diyakinkan buat duduk di meja negosiasi”.

Suatu statment dari Kremlin sebut Putin sudah berkata kepada Erdogan kalau ia sudah berdialog dengan para pemimpin, baik dari Armenia ataupun Azerbaijan, dengan fokus pada” menciptakan opsi buat penghentian lekas permusuhan serta penyelesaian secara politik serta diplomatik”.

Kekuatan- kekuatan internasional sudah kesekian kali berupaya buat menengahi gencatan senjata dalam sebagian minggu terakhir.

Rusia- yang bersekutu dengan Armenia namun mempunyai ikatan dekat dengan Azerbaijan- merundingkan 2 gencatan senjata bulan kemudian yang keduanya lekas kandas, sedangkan kedua belah pihak menuduh yang lain melanggar gencatan senjata yang ditengahi AS yang diumumkan pada 25 Oktober dalam sebagian menit sehabis diberlakukan.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *