Begini Kondisi Santriwati yang Dicabuli-Disetubuhi Pimpinan Ponpes di Jombang

BERITA RAKYAT – Beberapa santriwati yang jadi korban persetubuhan serta pencabulan pimpinan ponpes di Jombang Kiai S, sudah menempuh trauma healing. Semacam apa keadaan mereka dikala ini?

Pendampingan hukum serta trauma healing terhadap para korban dicoba Lembaga Pendampingan serta Proteksi Anak( LP2A), bersama Pusat Pelayanan Terpadu Proteksi Wanita serta Anak( P2T- P2A) Kabupaten Jombang.

   

Pimpinan LP2A Kabupaten Jombang Muhammad Sholahuddin berkata, Kiai S menggunakan pengaruhnya selaku pimpinan ponpes buat mencabuli serta menyetubuhi para santriwati. Uraian para santriwati wajib patuh terhadap kiai membuat mereka khawatir menolak perlakuan cabul dari terdakwa.

” Yang mereka pahami, kiai merupakan wujud yang wajib dihormati. Kiai ini meyakinkan santri kalau melaksanakan itu( pencabulan serta persetubuhan) tidak apa- apa. Kesimpulannya santri dengan sangat terpaksa menerima perlakuan itu. Dikala terdakwa diproses hukum, kanak- kanak senang. Pengakuan para korban telah 2 tahun mereka menerima teror psikis,” kata Sholahuddin kepada wartawan, Rabu( 17/ 2/ 2021).

Perbuatan asusila yang dicoba Kiai S memunculkan tekanan batin pada diri para korban. Mereka juga menempuh pemulihan di selter kepunyaan P2T- P2A Jombang. Sehingga sukses pulih dari trauma yang mereka natural.

” Keadaan para korban telah mulai riang, telah dapat menceritakan tanpa beban. Mereka gembira dapat kembali ke keluarganya tanpa disalahkan, mereka tidak lagi ditakut- takuti hendak menemukan perlakuan itu kembali. Sebab sesungguhnya mereka risih, jijik serta menolak( disetubuhi ataupun dicabuli),” cerah Sholahuddin.

Walaupun begitu, lanjut Sholahuddin, para korban tidak trauma buat melanjutkan belajar menghafal Al- Quran di pesantren. Pasti saja tidak lagi di ponpes pimpinan Kiai S di Kecamatan Ngoro, Jombang.

” Trauma mondok tidak terdapat. Semenjak dini mereka niatnya menghafalkan Al- Quran. Mereka mau melanjutkan mondok di tempat lain buat melanjutkan hafalan Al- Quran,” ucapnya.

Supaya peristiwa seragam tidak terulang, Sholahuddin mengimbau para santri tidak terkekang doktrin kaku tentang ketaatan terhadap kiai. Bagi ia, para santri seyogianya berani menolak perintah kiai yang tidak masuk ide. Terlebih lagi perintah yang menuju ke asusila, semacam yang dicoba Kiai S.

Komunikasi yang baik antara santri dengan orang tua pula berarti. Sehingga mereka tidak sungkan menggambarkan apa yang mereka natural sepanjang di luar pantauan orang tua.

” Wajib terdapat kontrol dari Kemenag. Wajib terdata, terverifikasi seluruh pesantren yang terdapat biar tidak berikan celah aksi semacam ini. Pula wajib terdapat kontrol dari warga dekat jika memandang gelagat tidak baik di pesantren,” cetusnya.

Kabid Proteksi Wanita serta Anak( PPA) Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Wanita serta Proteksi Anak Kabupaten Jombang Karomah menarangkan, ada 7 santriwati korban pencabulan serta persetubuhan Kiai S yang ditampung di selter P2T- P2A.

Tidak hanya Jombang, mereka berasal dari Lampung, Tulungagung serta Kediri. Bagi ia, para korban menempuh trauma healing semenjak Jumat( 12/ 2). 7 santriwati tersebut hari ini dipulangkan dari selter sebab berakhir menempuh pengecekan selaku saksi di Polres Jombang.

” Sepanjang di selter kami bagikan trauma healing oleh psikolog. Sebab terdapat penguatan serta sebagainya, korban telah tidak tertekan. Salah satu korban merasa telah lega,” tandasnya.

Kiai S mencabuli serta menyetubuhi para santriwatinya pada 2019- 2020. Sepanjang ini polisi menetapkan 6 santriwati selaku korban. Petugas terus mengusut permasalahan ini sebab jumlah korban diperkirakan menggapai 15 santriwati. Rata- rata umur korban 16- 17 tahun dikala dicabuli serta disetubuhi terdakwa.

Laki- laki beristri serta memiliki anak ini menggunakan ketaatan santrinya buat melancarkan pencabulan serta persetubuhan itu. Modus terdakwa salah satunya dengan membangunkan korban pada tengah malam buat menunaikan salat tahajud. Sehabis korban salat, Kiai S lalu mencabuli korban di kamar asrama gadis.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *