Bencana Silih Berganti di Awal Tahun 2021

BERITA RAKYAT – Musibah tiba silih berubah di dini tahun 2021. Tubuh Nasional Penanggulangan Musibah( BNPB) mencatat sebanyak 136 musibah terjalin di Indonesia. Kebanyakan musibah diakibatkan oleh aspek keadaan alam semacam hujan deras, cuaca ekstrem, tanah longsor, banjir, serta yang lain.

Tidak hanya menelan banyak korban jiwa, musibah alam tersebut pula menghancurkan ribuan rumah serta bangunan. Ribuan orang juga wajib mengungsi buat berlindung.

Sebagian musibah yang banyak menelan korban jiwa ialah longsor di Sumedang. Pada Sabtu, 9 Januari 2021 tanah longsor memporak porandakan Dusun Bojong Tersohor, RT 03 RW 10, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Dikala itu, 12 orang dinyatakan lenyap.

Bersumber pada data dari Pusdalops BPBD Kabupaten Sumedang, peristiwa longsor terjalin dekat jam 16. 00 Wib. Pemicu peristiwa diprediksi dipicu hujan dengan keseriusan besar.

Tebing setinggi 20 m serta panjang 40 m longsor mengenai 14 rumah sampai rusak berat.

Tetapi, dikala petugas gabungan mengevakuasi korban serta banyak masyarakat yang menyaksikan, longsor susulan terjalin jam 19. 30 Wib.

   

Danramil Kecamatan Cimanggung Kapt Inf Setio Individu serta Kepala Seksi Kedaruratan serta Logistik BPBD Kabupaten Sumedang ikut jadi korban longsor.

Sehabis sebagian hari mencari korban longsor, regu SAR kesimpulannya sukses menciptakan segala korban pada 18 Januari 2021.

Merujuk informasi Pusat Pengendali Pembedahan( Pusdalops) BNPB per hari Senin( 18/ 1/ 2021) jam 20. 26 Wib. Total korban wafat yang sukses ditemui menggapai 40 jiwa. Segala korban yang telah ditemui itu juga telah sukses diidentifikasi serta diserahkan ke keluarganya tiap- tiap.

Di hari yang sama, Indonesia diguncang dengan tumbangnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Pesawat rute Cengkareng- Pontianak itu lenyap kontak 4 menit sehabis lepas landas serta ditentukan jatuh.

Sampai dikala ini regu gabungan masih terus mencari korban serta puing pesawat Sriwijaya Air. Dilaporkan terdapat 62 orang yang terletak di pesawat tersebut. 34 jasad korban telah sukses diidentifikasi DVI Polri sedangkan sisanya masih ditilik.

Belum tuntas pencarian korban Sriwijaya Air serta longsor di Sumedang, banjir dilaporkan menerjang beberapa daerah di Kalimantan Selatan. Bersumber pada informasi BNPB banjir tersebut akibat tingginya intenstas hujan yang mengguyur Kalimantan Selatan pada Minggu, 13 Januari 2021.

BNPB memberi tahu ada 21. 990 jiwa terdampak musibah banjir di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.

Tidak hanya itu, 6. 346 rumah terendam banjir. Akses jalur dari Pelaihari ke Banjarmasin juga terputus. Kabid Humas BNPB, Rita Rosita Simatupang mengatakan kalau banjir kali ini diakibatkan sebab keseriusan hujan yang besar semenjak dini tahun 2021. Sehingga air sungai di Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut meluap.

Tidak hanya di Tanah Laut, banjir pula menerjang Kabupaten Balangan, Kalsel. Sebanyak 3. 571 rumah terendam banjir pada 16 Januari 2021.

Kepala Pusat Informasi, Data serta Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati merilis rincian dari kerugian materil tersebut antara lain rumah terendam di Kecamatan Halong, sebanyak 931 unit, Kecamatan Paringin 20 unit, Kecamatan Juai 576 unit, Kecamatan Paringin Selatan 336 unit, Kecamatan Tebing Besar 836 unit serta Kecamatan Awayan 872 unit.

Tidak hanya di Kalimantan Selatan, banjir pula menyerang Kalimantan Utara. BNPB memberi tahu banjir merendam, 533 rumah serta satu masjid.

Banjir berakibat di sebagian posisi. Antara lain Kecamatan Sembakung, Desa Atap, Desa B. Bagu, Desa Labuk, Desa Pagar, Desa Tujung, Desa Meter. Bungkul, Desa Lubukan, Desa Tagul, Desa Pelaju serta Desa Tepian.

Bagi BNPB banjir yang terjalin diakibatkan hujan dengan keseriusan besar sehingga Wilayah Aliran Sungai( DAS) Sungai Sembakung meluap.

Diwaktu yang bertepatan, Mamuju serta Majene, Sulawesi Barat digoyang rentetan gempa. Gempa awal terjalin pada Kamis, 15 Januari 2021 siang dengan keluatan magnitudo 5, 9.

Keesokan harinya, pada dini hari gempa kedua kembali terjalin dengan kekuatan yang lebih besar, ialah Meter 6, 2.

Gempa kedua menyebabkan banyak kehancuran bangunan, baik sarana universal ataupun rumah- rumah masyarakat dan kantor pemerintahan.

Tubuh Nasional Pencarian serta Pertolongan( Basarnas) menyebut sampai jam 16. 00 Wib, Senin( 18/ 1/ 2021) sebanyak 84 orang wafat akibat gempa yang terjalin di Sulawesi Barat( Sulbar).

Kepala Basarnas, Marsekal Madya Tentara Nasional Indonesia(TNI)( Purn) Bagus Puruhito menyebut, 73 3 di antara lain berasal dari Kabupaten Mamuju serta 11 orang di Majene, Sulbar.

Bagus menuturkan pengungsi di 2 kabupaten tersebut lumayan banyak. Jumlahnya menggapai belasan ribu ke atas. Bagi Bagus timnya dari beberapa wilayah di Sulawesi juga sudah diterjunkan guna menolong penindakan gempa di situ.

” Kita pula bawa perlengkapan ekstrikasi buat penerapan pembongkaran gedung- gedung yang runtuh serta mulai kemarin kita telah dibantu oleh Polri,” katanya.

Banjir Bandang

Banjir bandang menerjang kawasan Komplek Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Selasa (19/1/2021) pagi.

Terkini, musibah banjir bandang menerjang Gunung Mas, Puncak Bogor pada Selasa, 19 Januari 2021.

Dalam beberapa video yang tersebar luas, terlihat banjir bandang bawa material air bercampur lumpur serta ranting tumbuhan mengalir deras di kawasan agrowisata itu. Lumpur yang mengalir dari aliran Kali Sampay itu meluap sampai menutup tubuh jalur.

Penduduk dekat nampak panik. Mereka berantakan keluar rumah serta berlarian ke dataran lebih besar. Terdapat yang mengumandangkan azan dikala musibah berlangsung.

Data yang dikumpulkan Liputan6. com, banjir bandang terjalin dekat jam 09. 30 Wib.

Tetapi, pada jam 12. 10 Wib banjir bandang susulan terjalin.

2 orang dilaporkan pernah terbawa banjir lumpur dari aliran Sungai Sampay. Keduanya selamat, tetapi hadapi cedera.

Sedangkan itu, segala masyarakat yang tinggal di dekat posisi banjir bandang diungsikan di Wisma PTPN VIII Gunung Mas serta masjid.

Danramil 2124 Cisarua, Mayor Inf Aris Munandar mengaku telah memperingatkan warga buat tidak mendekat ke posisi banjir bandang. Perihal ini dikhawatirkan terjalin banjir susulan.

” Sebab keadaan di hulu sungai masih turun hujan,” ucap Aris.

Sedangkan petugas gabungan dari BPBD, Tagana, Tentara Nasional Indonesia(TNI) serta Kepolisian telah bersiaga di posisi buat menolong mengevakuasi masyarakat.

Dikenal, rumah masyarakat yang terdampak banjir bandang terletak di dalam kawasan Agrowisata Gunung Mas kepunyaan PTPN VIII. Sebagian besar masyarakat yang tinggal disitu sebagian besar karyawan PTPN VIII.

Upaya Pemerintah

Presiden Joko Widodo atau Jokowi, berkunjung ke Sulawesi Barat, guna melihat langsung wilayah terdampak gempa.

Usai gempa memporak porandakan Majene serta Mamuju, Sulawesi Barat, Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya buat lekas melaksanakan upaya paham darurat.

Instruksi ini diperuntukan kepada Kepala Tubuh Nasional Penanggulangan Musibah( BNPB) Doni Monardo, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Kepala Basarnas Marsdya Bagus Puruhito, Panglima Tentara Nasional Indonesia(TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto, serta Kapolri Jenderal Idham Azis.

Jokowi sudah memerintahkan Kepala BNPB Doni Monardo serta Mensos Risma ke posisi gempa yang menyerang sebagian wilayah di Sulawesi Barat. Doni Monardo pula sudah mengerahkan 4 helikopter ke posisi gempa.

Pada Selasa, 19 Januari 2021, Jokowi pula turun langsung ke posisi gempa. Ia menjamin hendak menolong masyarakat yang rumahnya rusak akibat gempa. Dorongan hendak disalurkan melalui duit dengan jumlah berbeda, bergantung pada tingkatan kehancuran.

” Buat yang rusak berat Rp 50 juta, buat yang rusak lagi Rp 25 juta, serta buat yang rusak ringan berarti yang retak- retak Rp 10 juta,” jelas Jokowi.

Jokowi berharap dengan dorongan dari diberikan hingga keadaan warga lekas pulih. Baik rumah yang roboh ataupun pemulihan ekonomi, pemulihan pelayanan di pemerintahan, birokrasi, dapat lekas kembali wajar.

” Aku rasa itu yang dapat aku sampaikan. Terakhir, aku mau sampaikan rasa duka cita yang mendalam atas korban 80 orang yang wafat, yang sudah ditemui. Mudah- mudahan yang ditinggalkan diberi keikhlasan serta kesabaran,” Jokowi menandasi.

Satu hari saat sebelum ke Sulawesi Barat, Jokowi menghadiri posisi banjir di Kalimantan Selatan.

Jokowi memohon jajarannya buat lekas mengirimkan dorongan buat penindakan banjir di Kalimantan Selatan.

” Aku pula sudah memerintahkan Kepala BNPB, sudah memerintahkan pula Panglima Tentara Nasional Indonesia(TNI) serta Kapolri buat secepat- cepatnya mengirim dorongan. Paling utama yang berkaitan dengan perahu karet yang sangat diperlukan penindakan musibah banjir di Kalimantan Selatan,” kata Jokowi lewat Youtube Sekretariat Presiden, Jumat( 15/ 1/ 2021).

Ia pula memohon warga buat tingkatkan kewaspadaan dari musibah alam, baik banjir ataupun tanah longsor. Alasannya, terjalin kenaikan curah hujan yang ekstrem pada bulan- bulan kedepan.

giff

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *