Bermodus Bina Jadi Atlet Nasional, Guru Olahraga di Blitar Setubuhi Muridnya

BERITA RAKYAT – Seseorang guru olah raga suatu SMPN di Kecamatan Doko, Blitar dijadikan terdakwa permasalahan pencabulan. Ia merayu muridnya buat berhubungan tubuh dikala study tour ke Bali.

Kejadian ini sesungguhnya telah terjalin pada September 2019 kemudian. Tetapi ikatan yang terjalin kian intens ini tertutupi perilaku si guru, BR( 39) yang berdalih mencetak korban jadi atlet berprestasi.

   

Sepandai- pandainya menutupi bangkai, aroma busukpun tercium pula oleh paman korban. Si paman setelah itu menanyakan rumor yang tumbuh soal keakraban keponakannya dengan guru olah raganya itu. Paman korban pula menekan korban buat jujur menggambarkan sepanjang mana hubungannya dengan sang guru.

Menemukan desakan yang terus menerus, korban kesimpulannya menceritakan bila ikatan mereka telah sangat dekat. Apalagi korban mengaku telah berhubungan tubuh dengan sang guru lebih dari sekali. Sebab mereka menjalakan ikatan semenjak September 2019 hingga dikala ini.

Mendengar cerita keponakannya itu, sang paman meneruskannya kepada bunda korban. Bunda korban mendadak itu syok serta tidak dapat menerima perlakuan sang guru kepada anak perempuannya. Bunda korban setelah itu memberi tahu ke polisi.

” Menerima laporan itu kami tindak lanjuti dengan memohon penjelasan korban serta terduga pelakon pencabulan. Sehabis lewat proses penyidikan, naik ke penyelidikan, hingga status pelakon kami tetapkan bagaikan terdakwa,” kata Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Donny Kristian Baralangi dalam luncurkan di Mapolres Blitar di Talun, Jumat( 5/ 2/ 2021).

Modus operandi pelakon menyetubuhi korban yang berusia 15 tahun itu, tambah Donny, dengan bujuk rayu tipu muslihat serta serangkaian kebohongan. Semacam hendak dijanjikan dinikahi serta dibiayai sekolah hingga akademi besar. Tidak hanya itu korban yang menjajaki ekstrakurikuler atletik hendak dibina jadi atlet nasional.

Tidak hanya memperkenalkan terdakwa pencabulan dengan korban dibawah usia, sebagian barang pula dibeber bagaikan perlengkapan fakta. Antara lain pakaian serta baju dalam korban yang dipakai dikala terakhir berhubungan dengan gurunya. Dan satu unit sepeda motor honda Vario corak Putih.

” Terdakwa kami jerat dengan Pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Proteksi Anak. Dengan ancaman hukuman sangat sedikit 5 tahun, serta sangat lama 15 tahun. Ataupun denda sangat banyak Rp 5 miliyar,” pungkasnya.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *