Bertambah Tersangka dari FUI Medan Buntut Kuda Kepang Dibubarkan Paksa

BERITA RAKYAT – Insiden kericuhan dikala pembubaran kuda kepang di Medan, Sumatera Utara berbuntut panjang. Saat ini pihak kepolisian menetapkan 11 orang dari forum umat Islam( FUI) Medan jadi terdakwa akibat kericuhan tersebut.

Wakasatreskrim Polrestabes Medan AKP Raffles Langgak Putra menyebut sepanjang ini grupnya sudah menetapkan 11 orang selaku terdakwa terpaut kejadian tersebut. Ia menyebut ke- 10 orang dari mereka telah ditahan sedangkan 1 yang lain masih dalam pencarian.

   

” Terdakwa terdapat 11. 10 orang telah tertangkap serta telah ditahan,” kata Raffles dikala dimintai konfirmasi, Minggu( 11/ 4/ 2021).

Raffles menyebut kesepuluh terdakwa yang telah ditahan tersebut nama samaran S alias Herianto, S alias Iin, MP, H, ADR, A, KU alias Rendi, IZ alias Dodi, A serta F. Sedangkan itu baginya 1 terdakwa bernama samaran IB masih dalam pengejaran.

Raffles membenarkan kesebelas orang yang dijadikan terdakwa itu ialah oknum FUI. Mereka, kata ia, bakal dijerat dengan beberapa pasal KUHP terpaut kericuhan yang terjalin.

” Oknum anggota FUI( Sumut). Dipersangkakan Pasal 315, 170, 351 KUHP,” ucap Raffles.

Polisi dikenal lebih dahulu menetapkan komandan Forum Umat Islam( FUI) Medan, S, selaku terdakwa. Ia diresmikan selaku terdakwa sebab diprediksi ikut serta pembubaran paksa kegiatan kuda lumping ataupun kuda kepang yang berujung ricuh.

” Telah( terdakwa),” kata Wakasatreskrim Polrestabes Medan AKP Raffles Langgak Putra dikala dimintai konfirmasi, Jumat( 9/ 4).

Polisi belum menarangkan perinci pasal yang dikenakan terhadap S. Polisi berkata masih melaksanakan pengecekan terhadap S.

” Masih kita mintai penjelasan,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko.

Tadinya, S sudah diamankan oleh polisi buat proses penyelidikan. Ia diamankan terpaut permasalahan dugaan penghinaan.

” Polrestabes sudah melaksanakan penyelidikan terpaut permasalahan keributan pertunjukan Langgem Budoyo di Kecamatan Medan Sunggal serta sudah mengamankan terduga pelakon bernama samaran S,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Jumat( 9/ 4).

” Anggota FUI,( permasalahan dugaan) penghinaan,” imbuhnya.

Insiden kericuhan ini sesungguhnya berawal dari aksi anggota FUI membubarkan pertunjukan kuda kepang pada Jumat( 2/ 4). Pembubaran yang awal mulanya diucap sebab FUI menolak kuda kepang dengan alibi syirik itu berakhir ricuh.

” Laskar Spesial Umat Islam FUI DPD Medan membubarkan pertunjukan seni budaya kuda kepang ataupun yang umum diucap jaranan sebab dikira syirik,” tulis pengunggah video.

Adu jam diucap terjalin sebab pihak FUI meludahi salah seseorang masyarakat yang menolak pembubaran pertunjukan. FUI setelah itu buka suara.

” Keributan itu terjalin pada hari Jumat( 2/ 4) dekat jam 17. 00 Wib. FUI tidak membubarkan kuda lumping, yang membubarkan itu kepling,” kata Pimpinan FUI Kota Medan Nursarianto kepada wartawan, Kamis( 8/ 4).

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *