BNN Paparkan 5 Tersangka Pengedar Ganja 141 Kg, Keluarga Terisak-isak Menyaksikan

BERITA RAKYAT – Tubuh Narkotika Nasional( BNN) RI menangkap 5 terdakwa terpaut penemuan 141 kilogram ganja kering di gudang kapur, Area V, Kelurahan Asam Kumbang, Medan Selayang, Kamis( 12/ 11/ 2020) malam.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol( Purn) Arman Depari menarangkan, kelima terdakwa merupakan, Meter Amril, Surya Agustami, Salamuddin, Zulfikar serta Suwarti. 2 nama terakhir ialah pendamping suami isteri. Ratusan kg ganja kering tersebut ditemui terkuburu di dalam tanah di kawasan gudang kapur buat mengkelabui warga dekat.

“ Tadinya cuma 5 kilogram. Tetapi berkat kerja keras anggota, kesimpulannya kita hingga di posisi ini serta sukses menciptakan 141 kilogram,” ungkap Arman Depari dikala pemaparan di gudang kapur, Asam Kumbang, Jum’ at( 13/ 11/ 2020) sore. Closeby ReklamStore Dia memambahkan, ganja tersebut berasal dari Aceh yang rencananya hendak dipasarkan di Kota Medan serta sekitarnya.

   

“ Ya, hendak diedarkan di Medan sekitarnya. Serta tidak menutup mungkin hendak dikirim ke luar pula sampai pulau Jawa,” jelasnya. Penangkapan tersebut berawal dari data yang diterima BNN kalau hendak terdapat pengiriman ganja dari Aceh mengarah Kota Medan.“ Team melaksanakan penyelidikan serta menangkap Amril pada dikala mengendarai sepedamotor di Tanjung Selamat, sebab dicurigai bawa ganja. Sehabis di geledah ditemui ganja 5 kilogram,” ucapnya.

Dari penjelasan Amril, petugas setelah itu melaksanakan pengembangan serta sukses mengamankan 136 kilogram ganja lagi di gudang kapur tersebut. Para terdakwa yang diamankan pula mempunyai tugas tiap- tiap.“ Terdapat owner, pengelola, penyimpan serta pula kurir,” tuturnya.

Kelima terdakwa pula mengaku telah sebagian kali melaksanakan aksi seragam.“ Telah sebagian kali. Tetapi buat menaruh dengan metode menanam ini baru awal kali,” tegasnya. Terpaut hukuman kepada para terdakwa, Arman Depari menarangkan kalau dapat diancam hukuman mati.“ Sangat ringan 4 tahun, ataupun 20 tahun ataupun dapat jug hukuman mati,” pungkas Arman Depari.

Pantauan di posisi, masyarakat nampak bersemangat memandang paparan BNN. Sebagian masyarakat apalagi tidak mendukan kalau salah seseorang dari terdakwa merupakan mantan orang sebelah mereka.“ Yang satu itu dahulu masyarakat mari. Tetapi telah tidak di mari lagi. Tidak nyangka kami jika ia seperti gitu,” ucap masyarakat di posisi. Beberapa keluarga terdakwa juga nampak mendatangi pemaparan.

Isak tangis juga terdengar dikala BNN menguak para terdakwa. Kakak terdakwa Salamuddin tidak henti- hentinya menangis sampai menaiki mobil petugas BNN dimana adiknya ditahan.“ Rindu kali mamak sama kau dek. Rindu kali mamak sama kau dek. Kok kek ini kau dek,” sedu perempuan yang dikenal bernama Yuni tersebut. Salamuddin juga membalas tangisan kakaknya dengan tangisan haru. Laki- laki memohon supaya kakaknya melindungi orangtua mereka di rumah.

“ Jaga mamak ya kak. Jaga mamak,” isaknya. Yuni, kepada wartawan juga mengaku tidak mengenali bila adiknya ikut serta dalam masalah tersebut. Bagi ia, tiap hari adiknya itu turut membantunya berjualan di rumah yang tidak jauh dari posisi.“ Tidak kerja ia bang. Bantu- bantu saya jualan ia. Saya tidak tau ia dapat kek ini. Tadi malam terdapat yang nelpon ia, seketika ia keluar dari rumah. Dengar berita ia ketangkap ini,” tutur Yuni terisak- isak.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *