Cerita MS Bangun Mimpi Ingin Punya Harley Davidson, Kini Jadi Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI

BERITA RAKYAT – Satu dari 5 terdakwa permasalahan pengeroyokan anggota Tentara Nasional Indonesia(TNI) di Bukittinggi nyatanya seseorang pengusaha sukses. Seseorang terdakwa tersebut ialah pengusaha kosmetik sukses di Indonesia.

Permasalahan pengeroyokan anggota Tentara Nasional Indonesia(TNI) terjalin di Simpang Tarok, Kecamatan Guguk Panjang, Bukittinggi, Sumatera Barat, Junat( 30/ 10/ 2020). Anggota Tentara Nasional Indonesia(TNI) dari Kodim 0304 Agam, Sumatera Barat jadi korban pengeroyokan anggota klub motor gede.

Serda Mis serta Serda MY yang bertugas di Satuan Intel Kodim 0304/ Agam, Sumatera Barat. Akibat pengeroyokan itu, Serda Mis hadapi cedera di bibir bagian atas.

Atas peristiwa ini Polisi telah menetapkan terdakwa. 2 pengendara motor gede yang awal kali jadi terdakwa ialah MS( 49) serta B( 18). Dalam pengeroyokan MS serta B berfungsi mendesak serta menendang korban.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri Nasution berkata 2 terdakwa tersebut menjabat bagaikan pengusaha serta pelajar.

” rombongan ini latarbelakangnya rata- rata pengusaha, terdapat seseorang pelajar, yang lain rata wiraswasta,” kata AKP Chairul dilansir dari account Youtube TvOneNews dalam siaran Berita Petang. Benar saja, nyatanya MS ialah seseorang pengusaha kosmetik populer di Indonesia.

Dilihat dari account Facebooknya, MS pernah memposting video pembicaraan dengan seseorang ustaz ternama di Indonesia. Dalam perbincangannya, MS menggambarkan soal mimpinya mempunyai motor gede.

” kita wajib bisa tuh motor, Harley, dibentuk mimpinya, dahulu belum memiliki, gak memiliki uang, gak dapat beli, mimpi dahulu, ngumpulin dahulu beli bajunya dahulu,” kata MS di video.

tribunnews

MS berkata lebih lanjut motivasi yang diberikan oleh ustaz tersebut memanglah dialaminya. Dia pula menganjurkan buat meningkatkan sedekah serta doa dalam mengejar suatu mimpi.

” jadi jika tadi amati ceritanya pak ustaz tuh motoviasi mimpi itu wajib dibentuk jangan kurang ingat bersedekah hdan berdoa, kuncinya di sana aja dahulu ya pak ustaz,” kata MS.

MS menggambarkan dari mimpinya itu, jangka waktu bisa membeli motor Harley Davidson hingga 4 tahun lamanya.

” aku bisa jadi agak cepet jadi 4 tahun, sembari merintis usaha itu cuman ya itu motivasi fokus sama beribadah lah kuncinya,” kata MS. Dikenal usaha kosmetik yang dirintis MS telah melanglangbuana tidak cuma di Bandung tetapi pula segala Indonesia.

MS lewat usahanya pula sebagian kali ikut serta menyumbang dorongan pada pemerintah. Saat ini MS diresmikan bagaikan terdakwa permasalahan pengoroyokan anggota Tentara Nasional Indonesia(TNI) di Bukittinggi.

” 2 orang telah kami tahan nama samaran MS( 49) serta B( 18). Pasal yang dipersangkakan merupakan 170 KUHP,” kata Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara yang dihubungi Kompas. com, Sabtu( 31/ 10/ 2020).

Dody menerangkan 2 orang tersebut ialah masyarakat Bandung, Jawa Barat.” Mereka keduanya asal Bandung. Tetapi satu kelahiran Padang, Sumbar,” jelas Dody. Dody menarangkan antara klub motor gede dengan anggota Tentara Nasional Indonesia(TNI) yang jadi korban sudah berdamai pada Jumat( 31/ 10/ 2020).

Tetapi seseorang korban membuat laporan ke Polisi pada malam harinya.

Polres Bukittinggi juga menindaklanjuti laporan tersebut.

” Kami cuma menindaklanjuti laporan yang terbuat korban ke Polres serta telah kami tindaklanjuti. Pelakon yang teruji jalani tindak pidana sebanyak 2 orang serta dikala ini telah dicoba penahanan di rutan Polres,” jelas Dody.

TribunnewsBogor. com mengutip Tribun Jabar Harley Owners Group( HOG) Siliwangi Bandun‎g Chapter lewat humasnya, Epriyanto mengantarkan permohonan maaf atas insiden di Bukit Besar, Sumatera Barat.

“ Kami atas nama HOG SBC, meminta maaf kepada segala korban pemukulan yang dicoba oleh anggota HOG SBC. Kami meminta maaf kepada Pihak segala Anggota Tentara Nasional Indonesia(TNI) serta meminta maaf kepada segala warga Sumatera Barat spesialnya Kabupaten Bukit Besar,” kata Epriyanto kepada Tribun via sambungan telpon, Sabtu( 31/ 10/ 2020).

Anggota Satreskrim Polres Bukit Besar menetapkan 2 terdakwa permasalahan penganiayaan anggota Tentara Nasional Indonesia(TNI) di sela konvoy Kedua terdakwa itu ialah masyarakat Kota Bandung.

” Polisi telah menetapkan 2 terdakwa. Keduanya ber KTP Bandung serta intinya kami hendak hormati proses hukum,” ucapnya. Dia menerangkan, minggu ini HOG SBC menggelar tur tahunan yang diiringi 21 anggota. Tujuannya, Bandung- Sabang- Medan.

tribunnews

“ Jadi, ini kebetulan terdapat aktivitas tur dari Bandung, Sabang serta Medan. Tidak terdapat yang gunakan joki. Total terdapat 21 orang. 16 anggota yang mengendarai motor, sisanya nunggu di hotel( motornya ditowing). Berangkat Senin pagi, serta jadwal hingga dengan 8 November,” ucap ia.

Di ekspedisi, terjalin insiden tersebut. Seluruh partisipan tur kembali ke Bandung serta tur tersebut dibatalkan. Data yang ia terima, antara 2 orang terdakwa penganiayaan telah berdamai dengan korban.

Tetapi, proses hukum senantiasa bersinambung. dia menyebut, kedua belah pihak telah menyadari terdapat kesalahpamahan yang terjalin dikala terletak di jalanan.

“ Terpaut pristiwa, telah melaksanakan musyawarah perdamaian antara kedua belah pihak. Kembali lagi, masalah hukum proses senantiasa dijalankan. Korban melaksanakan pelaporan,” ucap ia.

Dia meningkatkan, aksi tersebut di luar prinsip serta etika HOG SBC. Dia tidak membetulkan sikap tersebut serta mengakui kekeliruan, memohon maaf serta mentaati proses hukum.

“ Kalau kami selaku organisasi tidak menyetujui perilaku keras kepala. Tidak sempat terdapat perintah ataupun apapun.”” Murni emosional perorangan serta tidak terdapat sangkut paut dengan organisasi. Bisa jadi sehabis proses hukum berakhir, nanti terdapat sanksi terpaut ketertiban,” katanya.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *