China dan Rusia Terpilih Jadi Anggota Dewan HAM PBB, Arab Saudi Gagal

BERITA RAKYAT – hina serta Rusia terpilih buat duduk di Dewan Hak Asasi Manusia( HAM) Perserikatan Bangsa- Bangsa( PBB), walaupun 2 negeri tersebut mengalami tuduhan bagaikan negeri dengan catatan penerapan HAM yang sangat kurang baik di dunia.

Arab Saudi, yang pula mencalonkan diri buat masuk ke Dewan HAM PBB, kandas memperoleh suara.

Beberapa pihak memprotes masuknya Cina atas perlakuan terhadap kelompok minoritas Muslim Uighur di Xinjiang.

Sedangkan, Rusia mengalami tuduhan sudah meracuni orang- orang yang kritis terhadap pemerintah.

Tidak dikenal apakah kritik terhadap Riyadh terhadap pembunuhan jurnalis senior, Jamal Khashoggi 2 tahun kemudian jadi aspek pemicu negeri itu tidak memperoleh sofa.

Kelompok pegiat HAM, Human Rights Watch, berkata kegagalan Arab Saudi buat memenangkan lumayan suara merupakan pengingat perlunya lebih banyak persaingan buat memblokir kandidat yang tidak layak.

Anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB wajib menjunjung standar paling tinggi.

  • Tuduh Dewan HAM PBB” munafik, AS hengkang dari keanggotaan
  • Kenapa Arab Saudi dituduh manfaatkan berolahraga buat tutupi catatan kurang baik HAM?
  • Cina paksa wanita Uighur pasang perlengkapan kontrasepsi buat tekan populasi, ungkap penelitian

Tadinya, Persidangan Majelis Universal PBB di New York pada Selasa( 13/ 10) diagendakan memilah 15 dari 47 sofa anggota yang terdapat.

Negeri anggota baru hendak menduduki sofa di Dewan HAM sepanjang masa bakti 3 tahun terhitung mulai Januari 2021.

Pemilihan ini mengaitkan kesepakatan- kesepakatan di balik layar. Negeri calon anggota dinyatakan kalah bila mengantongi kurang dari 97 suara dalam pemilihan rahasia.

Kelompok- kelompok hak asasi manusia menyerukan kepada anggota PBB buat memikirkan ulang posisi ketiga negeri itu kala pemungutan suara diselenggarakan.

Mereka kembali mengangkut perlakuan Beijing terhadap kelompok- kelompok minoritas, tercantum Muslim Uighur di Xinjiang, serta pemberlakuan undang- undang keamanan di Hong Kong.

Dalam perihal Rusia, mereka menggarisbawahi kalau Moskow sering dicurigai meracuni para pengkritiknya.

Ada pula Arab Saudi ikut serta dalam skandal pembunuhan wartawan pembangkang, Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada tahun 2018.

Dalam bermacam peluang terpisah, ketiga negeri senantiasa mempertahankan catatan HAM mereka.

Penyulut api ditempatkan di pemadam kebakaran

UN Watch, salah satu kelompok yang menentang 3 negeri itu menduduki Dewan HAM PBB, berkata pemilihan mereka berlawanan dengan apa yang mereka praktikkan.

” Memilah kediktatoran bagaikan hakim- hakim PBB buat permasalahan hak asasi manusia bagaikan menempatkan sekelompok penyulut api bagaikan penanggung jawab di bagian pemadam kebakaran,” kata direktur eksekutif UN Watch, Hillel Neuer.

Polisi Hong Kong, bendera China, Uighur

Sofa keanggotaan Dewan HAM dikelompokkan ke dalam 5 kawasan.

Buat kawasan Asia Pasifik, negara- negara yang pula mencalonkan diri merupakan Arab Saudi, Cina, Nepal, Pakistan serta Uzbekistan buat mengisi 4 sofa.

” Pelanggar HAM berulang- ulang sepatutnya tidak dihadiahi dengan sofa di Dewan HAM,” Demikian pesan Louis Charbonneau dari Human Rights Watch( HRW).

2 sofa kelompok Eropa timur yang kosong dibidik oleh Rusia serta Ukraina. Kelompok Eropa barat hendak diduduki oleh Prancis serta Inggris.

Rusia, Navalny

Tepi laut Gading, Senegal, Malawi serta Gabon mencalonkan diri buat mengisi 4 sofa kawasan Afrika.

Kawasan Amerika Latin serta Karibia hendak dihuni oleh Meksiko, Kuba serta Bolivia buat 3 sofa yang terdapat.

Presiden Donald Trump menarik keanggotaan Amerika Serikat dari Dewan HAM PBB pada tahun 2018 serta mengejeknya” munafik”.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *