Covid-19 di Aceh Mulai Menjalar ke Daerah Zero Kasus Positif

Angka persoalan Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 di Provinsi Aceh dilaporkan bertambah. Baru-baru ini, seorang warga Kabupaten Bireuen terkonfirmasi positif, padahal kabupaten ini sempat tercatat sebagai kabupaten yang belum punyai riwayat tersebut.

Juru berkata Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, menjelaskan bahwa warga yang dinyatakan positif tersebut adalah seorang perempuan berumur 57 th. yang punyai rekam jejak dulu berada di area penularan lokal yang tersedia di Aceh.

“Ia berobat ke RSUD dr Fauziah Bireuen dikarenakan batuk-batuk. Pasien ini jujur mengaku dulu ke zona infeksius dan tim medis jalankan swab cairan nasofaring dan orofaringnya,” terang Saifullah didalam keterangannya kepada Rabu (08/07/2020).

Hasil kontrol swab di Laboratorium Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) Litbangkes Aceh, menyadari SAG, perlihatkan bahwa pasien tersebut positif. Dia kini sedang merintis perawatan di RSUD dr Fauziah, Bireuen.

Pasien tersebut menaikkan angka persoalan warga positif COVID-19 di Aceh jadi 89 orang setelah berlangsung penambahan pasien terkonfirmasi positif, yakni, seorang lelaki berinisial Jl (32) yang berasal dari Aceh Kabupaten Besar. Dari 88 orang tersebut, rinciannya, 44 orang tetap dirawat, 42 orang sembuh, 3 orang meninggal dunia.

Akumulasi Kasus

Akumulasi persoalan di Aceh per 07 Juli 2020, pukul 15.00 WIB, yakni, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 2.304 orang. Angka tersebut tetap belum berubah berubah ini, berarti tidak tersedia penambahan ODP baru.

ODP yang tetap didalam pemantauan Gugus Tugas Covid-19 kabupaten/kota sebanyak 47 orang. Sementara itu, sebanyak 2.257 orang udah selesai merintis proses pemantauan atau isolasi secara mandiri.

Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), terdapat 127 kasus. Tidak tersedia penambahan PDP yang baru, sementara, yang tetap didalam perawatan rumah sakit rujukan sebanyak 4 orang.

“PDP di Aceh yang udah sembuh sebanyak 122 orang. PDP yang meninggal dunia cuma 1 orang. PDP itu meninggal terhadap 26 Maret 2020,” sebut lelaki yang akrab disapa SAG ini.

Laksanakan Protokol Kesehatan

Penambahan kuantitas persoalan positif COVID-19 tersebut tandanya bahwa ancaman virus tetap amat kentara di era new normal ini. Kasus baru mampu nampak bersama tiba-tiba dan sporadis, seperti yang berlangsung di Bireuen.

Saifullah menghendaki penduduk lebih menyadari bahaya dan mau menaati protokol kesehatan. Semua ini mampu di mulai dari tataran individu bersama jalan menerapkan disiplin personal secara ketat.

“Apabila terhadap tataran individu atau secara personal disiplin menggerakkan protokol kesehatan, potensi risiko penularan di didalam suatu komunitas pun dapat lebih rendah,” anjurnya.

Protokol kebugaran yang dimaksud, seperti, membasuh tangan sesering barangkali sebelum saat menyentuh mulut, hidung, dan mata, atau sebelum saat menyentuh makanan. Selanjutnya, tidak lupa mengenakan masker tiap tiap berada di luar rumah, dan melindungi jarak sekurang-kurangnya satu mtr. bersama orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *