Deretan Menteri Jokowi yang Terciduk KPK karena Korupsi

BERITA RAKYAT – Presiden Joko Widodo( Jokowi) sudah menujuk beberapa menteri buat menolong mengurus negeri buat periode keduanya. Tetapi sayangnya, dari sekian menteri yang dipercayai, sampai dikala ini terdapat sebagian yang tertangkap KPK sebab dugaan korupsi.

Sementara itu, Jokowi senantiasa menggaungkan berartinya pemberantasan korupsi serta memohon para pejabatnya buat tidak main- main dengan Korupsi, Kolusi serta Nepotisme.

” Hati- hati, korupsi berawal dari hal- hal kecil,” kata Jokowi sebagian waktu kemudian.

   

” Pemerintah tidak main- main dalam perihal akuntabilitas, penangkalan wajib diutamakan. Tata kelola yang baik wajib didahulukan, tetapi jika terdapat yang masih nakal, jika terdapat hasrat buat korupsi, terdapat mens rea, hingga silakan Ayah/ Bunda digigit dengan keras,” ucap Jokowi di peluang lain.

Perkataan Jokowi tersebut seolah diindahkan beberapa bawawahannya. Menjelang akhir tahun 2020, paling tidak telah terdapat menteri yang ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ataupun KPK terpaut dugaan permasalahan korupsi.

Parahnya, satu antara lain diprediksi korupsi dana Dorongan Sosial( Bansos) untuk warga yang terdampak Covid- 19.

Siapa saja? Berikut deretan Menteri Jokowi di Kabinet Indonesia Maju yang terjerat permasalahan korupsi, dirangkum oleh Minggu( 6/ 12/ 2020).

Edhy Prabowo

Komisi Pemberantasan Korupsi( KPK) menetapkan Menteri Kelautan serta Perikanan Edhy Prabowo bagaikan terdakwa permasalahan dugaan suap terpaut penetapan perizinan ekspor benih lobster ataupun benur tahun anggaran 2020 di Departemen Kelautan serta Perikanan( KKP).

Wakil Pimpinan KPK Nawawi Pomolango berkata, pada 5 November 2020, diprediksi ada transfer dari rekening Ahmad Bahtiar ke rekening salah satu bank atas nama Ainul Faqih selaku staf spesial istri menteri Edhy Prabowo sebesar Rp 3, 4 miliyar yang diperuntukkan untuk keperluan Edhy Prabowo, istrinya Iis Rosita Dewi, Syafri, serta Andreu Individu Misata.

” Duit itu digunakan buat belanja benda elegan oleh EP( Edhy Prabowo) serta IRW( Iis Rosita Dewi) di Honolulu, Hawaii, AS pada 21 hingga dengan 23 November 2020 beberapa dekat Rp 750 juta. Duit itu dibelanjakan jam tangan rolex, tas Tumi serta LV, pakaian Old Navy,” ucap Nawawi dalam jumpa pers di Gedung KPK, Rabu( 25/ 11/ 2020).

Tidak hanya itu, Nawawi menyebut, dekat Mei 2020, Edhy Prabowo pula diprediksi menerima beberapa duit sebesar USD 100 ribu dari Direktur PT DPP Suharjito lewat Syafri serta Amiril Mukminin.

Tidak hanya itu, Syafri serta Andreu pada dekat bulan Agustus 2020 menerima duit dengan total sebesar Rp 436 juta dari Ainul Faqih.

Tidak hanya Menteri Edhy, dalam permasalahan ini KPK pula menjerat 6 terdakwa yang lain. Mereka merupakan Safri( SAF) selaku Stafsus Menteri KKP, Siswadi( SWD) selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo, Ainul Faqih( AF) selaku Staf istri Menteri KKP, serta Suharjito( SJT) selaku Direktur PT 2 Putra Perkasa Pratama( DPPP).

Juliari P Batubara

Komisi Pemberantasan Korupsi ataupun KPK menetapkan Menteri Sosial Juliari P Batubara bagaikan terdakwa permasalahan korupsi dorongan sosial Covid- 19.

Pimpinan KPK Firli Bahuri menguak bila grupnya sudah mengetahui terpaut titik rawan terjalin korupsi sepanjang penerapan program penindakan Pandemi Covid- 19, salah satunya pada program dorongan sosial( Bansos).

KPK telah menetapkan 5 orang terdakwa. 5 orang terdakwa antara lain, 3 orang diprediksi penerima ialah Mensos Juliari Batubara, Matheus Joko Santoso bagaikan pejabat pembuat komitmen di Kemensos serta Adi Wahyono. 2 orang yang lain bagaikan pemberi ialah Ardian IM serta Harry Sidabuke. Keduanya dari pihak swasta.

” KPK semenjak dini telah mengantarkan daerah- daerah titik rawan yang hendak terbentuknya korupsi. Salah satunya proteksi sosial dalam perihal ini dorongan sosial hingga KPK telah mendeteksinya dari dini,” kata Firli dikala konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, Minggu( 6/ 12/ 2020).

Bagi ia, pengungkapan tindak pidana korupsi kali ini terpaut pengadaan benda serta jasa yang mana para pejabat negeri sudah menerima hadiah dari pekerjaan program Bansos tersebut.

” Malam hari ini kita jalani tangkap tangan ini merupakan tindak pidana penerimaan suatu terhadap pejabat negeri,” jelasnya.

Lebih jauh, kata Firli, dikala ini grupnya sudah sukses melaksanakan penyitaan beberapa harta dari para pelakon yang dikenal berupaya dirahasiakan.

Juliari disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a ataupun Pasal 12 huruf b ataupun Pasal 11 Undang- Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana sudah diganti dengan Undang- Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pergantian Atas Undang- Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Dalam OTT ini, KPK menciptakan pecahan mata duit rupiah serta asing. Ialah Rp 11, 9 miliyar, USD 171, 085 serta 23. 000 dolar Singapore.

Penahanan Para terdakwa dikala ini dicoba penahanan Rutan sepanjang 20 hari awal terhitung semenjak bertepatan pada 5 Desember 2020 hingga dengan 24 Desember 2020. MJS ditahan di rutan KPK cabang Gedung Merah Putih. AIM ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur. HS ditahan di Rutan KPK Kavling C1.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *