Desakan Habib Rizieq soal Tobat Dibalas Jaksa tentang Logika Sesat

BERITA RAKYAT – Dalam persidangan, Habib Rizieq Shihab melontarkan pembelaannya. Tersebutlah kalimat yang mendesak penegak hukum untuk bertobat. Rizieq juga menyebut ada logika sesat. Kini jaksa membalas.
Rizieq adalah terdakwa kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat. Sidang dengan agenda eksepsinya digelar pada Jumat (26/3/2021) kemarin dan dijawab jaksa pada Selasa (30/3) tadi.

   

Eksepsi Rizieq termuat dalam dokumen yang diterima dari kuasa hukum Rizieq seusai sidang. Di dalamnya, ada tudingan Rizieq ke Kepolisian dan Kejaksaan. Dua institusi ini disebutnya telah melakukan permufakatan jahat menyamakan undangan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan hasutan melakukan kejahatan. Sebagaimana diketahui, kerumunan di Petamburan terjadi seiring acara pernikahan putri Rizieq dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 14 November 2020 lalu.

“Di sinilah Kepolisian dan Kejaksaan telah melakukan mufakat jahat dalam menyamakan undangan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan hasutan melakukan kejahatan. Logika berpikir Kepolisian dan Kejaksaan yang menyamakan undangan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan hasutan melakukan kejahatan adalah logika sesat dan menyesatkan,” ucap Rizieq.

Kalimat eksepsi Rizieq di atas memuat tudingan bahwa Jaksa berlogika sesat. Rizieq juga menyebut undangan untuk menghadiri acara Maulid Nabi pada saat itu didasari oleh ajakan untuk memuliakan Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan, bukan menghasut. Dia khawatir, nantinya panggilan salat, undangan kebaktian, serta imbauan ibadah di pura dan kelenteng juga bisa difitnah sebagai hasutan kejahatan berkerumun.

Menurut Rizieq, logika tersebut merupakan kriminalisasi agama. Rizieq ingin penegak hukum menghentikan kriminalisasi agama seraya mengajak penegak hukum bertobat.

“Demi Allah saya bersumpah bahwasanya hanya manusia tidak beragama atau anti-agama yang memfitnah undangan ibadah sebagai hasutan kejahatan. Karenanya, melalui sidang ini, saya serukan kepada kepolisian dan kejaksaan, segeralah tobat kepada Allah SWT sebelum kalian kena azab Allah SWT,” kata Rizieq.

Balasan jaksa

Empat hari kemudian, tibalah sidang lanjutan. Sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Selasa (30/3/2021) tadi memuat tanggapan jaksa atas eksepsi Rizieq. Jaksa membalas pernyataan-pernyataan Rizieq.

Jaksa mengkritik cara membela diri Rizieq, utamanya soal kekhawatiran Rizieq bahwa nantinya azan hingga undangan kebaktian di gereja dan imbauan ibadah di kelenteng bisa dianggap sebagai hasutan. Menurutnya, Rizieq telah mendramatisasi keadaan supaya argumennya bisa membentuk opini bahwa penegak hukum tengah melakukan kriminalisasi agama.

“Eksepsi terdakwa tersebut terlalu berlebih-lebihan dan mendramatisir, suatu keadaan yang bertujuan menciptakan opini dengan terdakwa bersumpah bahwa manusia tidak beragama atau anti-agama yang memfitnah undangan agama sebagai hasutan kejahatan,” ujar jaksa dalam sidang di PN Jaktim.

Soal poin ajakan dari Rizieq agar penegak hukum bertaubat supaya tidak diazab, Jaksa menilai pernyataan itu tidak pantas disampaikan di persidangan.

“Seharusnya sebagai orang yang jadi panutan, tidaklah menyimpulkan hasutan yang dilakukan terdakwa atas kegiatan pernikahan anaknya sekaligus pelaksanaan maulid Nabi Muhammad SAW, tidak semestinya ada kata-kata pada akhir eksepsi di halaman 7 berbunyi ‘kepolisian dan kejaksaan segera bertaubat sebelum kena azab Allah SWT’, inilah contoh kata-kata yang tidak perlu dipertontonkan sebagai orang yang paham etika,” katanya.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *