Dicopotnya Kepala BPBD NTT Sebab Tak Cekatan Tangani Bencana

BERITA RAKYAT – Bencana angin siklon tropis, banjir bandang, tanah longsor, dan gelombang pasang menerpa sejumlah wilayah di Provinsi NTT. Buntut bencana itu, Kepala BPBD NTT dicopot.

Berdasarkan data terbaru, Jumat (9/4/2021), total korban meninggal akibat bencana di NTT tersebut mencapai 145 orang. Lalu 45 orang masih dinyatakan hilang.

Berikut ini rinciannya:

Korban tewas

Kota Kupang: 6 orang
Flores Timur: 71 orang
Malaka: 6 orang
Lembata: 46 orang
Ende: 1 orang
Sabu Raijua: 2 orang
Alor: 28 orang
Kupang: 4 orang
Sikka: 1 orang

Korban hilang

Flores Timur: 5 orang
Lembata: 22 orang
Sabu Raijua: 5 orang
Alor: 13 orang

   

Akibat bencana ini, total pengungsi sebanyak 15.531 orang. Lalu sebanyak 2.786 rumah warga mengalami rusak berat, rusak sedang ada 213, lalu rusak ringan 17.834. Adapun infrastruktur yang rusak sebanyak 14, yakni di daerah Sumba Timur.

Buntut daripada bencana ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT Thomas Bangke dicopot dari jabatannya. Pencopotan ini dilakukan sejak Kamis (8/4).

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat menilai Thomas lamban dalam penanganan bencana.

“Gubernur menilai yang bersangkutan kurang cekatan dalam mengurus bencana alam dan dampaknya. Dinilai lamban oleh gubernur,” tutur Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah NTT Marius Ardu Jelamu saat dihubungi.

Dia menyebut, sebelum pencopotan, Thomas telah mendapatkan teguran. “Sudah ada teguran sebelumnya,” ujar Jelamu.

Victor telah menunjuk pelaksana tugas (Plt) untuk menggantikan Thomas. Plt Kepala BPBD NTT saat ini diisi oleh Kepala Dinas Perhubungan NTT, Isyak Nuka.

Sementara itu, terkait bencana, Viktor telah menetapkan status tanggap darurat.

Status keadaan tanggap darurat bencana itu ditetapkan melalui Surat Keputusan No 118/KEP/HK/2021 tertanggal 6 April 2021. Penetapan keputusan ini diambil berdasarkan dampak dari siklon tropis Seroja di Kota Kupang dan 21 kabupaten di wilayah NTT sejak 2 April sampai 5 April 2021.

“Dengan adanya penetapan keputusan tanggap darurat ini, diharapkan mampu mempercepat penanganan bencana di wilayah NTT,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangannya, Kamis (8/4/2021).

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *