Djoko Tjandra Bantah Kesaksian Tommy Sumardi

ERITA RAKYAT – Tersangka permasalahan pesan jalur palsu, Djoko Tjandra membantah kesaksian yang di informasikan Tommy Sumardi di Majelis hukum Negara Jakarta Timur, Jumat( 13/ 11/ 2020). Djoko Tjandra mengaku tidak sempat mengenali terpaut fakta red notice yang dikatakan Tommy palsu.

” Awal, saksi berkata kalau pesan NCB yang Napoleon itu palsu. Aku tidak sempat ketahui itu,” kata Djoko Tjandra.

Kemudian, terpaut permasalahan pembayaran Rp 7 miliyar kepada Irjen Napoleon Bonaparte, ia mengaku tidak sempat memerintahkan perihal itu kepada Tommy.

” Kedua, aku tidak sempat memerintah saksi buat membayar Napoleon ataupun Prasetijo ataupun siapa juga. Sebab aku tidak tahu, ini seluruh inisiatif kerabat saksi( Tommy),” ucap Djoko Tjandra.

   

Oleh sebab itu, apa yang sudah di informasikan Tommy Sumardi dalam sidang tersebut dianggapnya sangat merugikannya.

” Terdapat bonus lagi kalau sepanjang pengurusan red notice serta DPO, saksi tidak sempat berhubungan dengan aku kecuali memohon duit. Itu merupakan kebohongan, itu merugikan kami,” kata Djoko Tjandra.

Hakim Cecar Tommy Sumardi soal Red Notice

Majelis hukum Negara Jakarta Timur kembali menggelar persidangan terpaut pesan jalur palsu dengan tersangka Djoko Soegiarto Tjandra. Jadwal kali ialah pengecekan beberapa saksi, salah satunya ialah pengusaha Tommy Sumardi, yang ialah tersangka pada permasalahan red notice Djoko Tjandra.

Walaupun persidangan yang diselenggarakan terpaut dengan pesan jalur palsu, majelis hakim lebih dahulu menanyakan Tommy Sumardi Mengenai penghapusan red notice atas nama Djoko Tjandra. Dikala itu, hakim mencecar Tommy dengan menanyakan pengetahuan dirinya soal red notice.

” Aku mau ketahui uraian kerabat soal red notice?” tanya hakim Lingga Setiawan, Jumat( 13/ 11/ 2020).

” Enggak ngerti aku,” jawab Tommy.

” Jadi uraian kerabat, apa itu red notice?” tanya hakim lagi.

” Enggak ketahui aku,” jawab Tommy kembali.

Dikala itu, pernah bernada besar kepada Tommy buat menanyakan kembali soal red notice.

” Kerabat kan berjumpa Prasetijo( eks Kepala Biro Koordinasi serta Pengawasan PPNS Bareskrim Polri) mangulas permasalahan red notice. Ketahui enggak permasalahan red notice yang diurus- urus sama Anita( Kolopaking) serta dibicarakan dengan tersangka Djoko Tjandra?” tanya hakim.

” Tentang pencekalan yang aku pahami,” jawab Tommy.

Hakim setelah itu bertanya kembali terhadap Tommy seputar red notice. Kali ini, hakim bertanya kepada Tommy terpaut definisi dari red notice.

” Aku hendak gali dahulu( definisi red notice), sebab rata- rata saksi di mari enggak ketahui seluruh( jawabannya),” kata hakim.

“( Red notice merupakan) pencekalan di luar negara,” jawab Tommy.

Mendengar jawaban itu, hakim juga bertanya kepada Tommy kembali. Apakah ia mengenali, bila Djoko Tjandra lagi dicari oleh pihak keamanan Indonesia.

” Eggak ketahui aku,” ucap Tommy.

” Masa enggak ketahui? jangan berbohong. Apakah Djoko Tjandra dicari pihak keamanan Indonesia apalagi diterbitkan red notice? Ketahui enggak?” tanya hakim.

” Enggak ketahui,” pendek Tommy.

Hakim kembali bertanya, soal dirinya yang berhubungan dengan Brigjen Prasetijo Utomo dan Anita Dewi Kolopaking. Dia juga menanggapi, buat mengecek Mengenai red notice atas nama Djoko Tjandra.

” Pada dikala itu mengecek, apakah red notice telah terhapus ataupun belum,” ucap Tommy.

” Jadi kerabat mengurusi suatu yang kerabat tidak ketahui,” tanya hakim ” Permasalahan red notice,” jawab Tommy.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *