Djoko Tjandra Belum Diperiksa, Polri Tunggu Pengacara yang Ditunjuk

BERITA RAKYAT – Polri masih belum mengecek Djoko Tjandra terpaut permasalahan pesan jalur yang buatnya leluasa melenggang. Hambatan pengecekan tersebut lantaran Polri masih menunggu terdapatnya pengacara yang secara formal ditunjuk.

” Masih menunggu pengacara yang hendak ditunjuk,” tutur Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono dikala dikonfirmasi, Minggu( 2/ 8/ 2020).

Nama Otto Hasibuan disebut- sebut bagaikan pengacara Djoko Tjandra. Otto sendiri sudah tiba ke Bareskrim Mabes Polri pada Sabtu 1 Agustus 2020 serta melaporkan sudah jadi pengacara dari terpidana permasalahan cessie Bank Bali tersebut. Walaupun begitu, polisi masih menunggu terpenuhinya administrasi pendampingan kuasa hukum.

” Seluruh kan wajib terdapat gelap di atas putih, toh?,” jelas Argo.

Otto Hasibuan dimohon oleh pihak keluarga Djoko Tjandra buat jadi pengacara untuk terpidana permasalahan korupsi hak tagih piutang ataupun cessie Bank Bali tersebut. Ia juga menghadiri Bareskrim, Sabtu( 1/ 8/ 2020), guna menemui Djoko Tjandra buat membenarkan keterlibatan dirinya bagaikan kuasa hukum.

Tetapi, kata Otto, rencana pertemuannya dengan Djoko Tjandra yang formal ditahan di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri mulai Jumat malam 31 Juli 2020 wajib tertunda serta baru bisa dicoba Senin 3 Agustus 2020.

” Aku wajib tentukan perilaku. Tanyakan dia terdapat pengacara apa tidak. Kode etik. Terdapat rekan kuasa hukum buat yang lain. Tetapi ini permasalahan yang baru. Bagaikan lawyer wajib klarifikasi itu. Tidak boleh tangani masalah jika ia masih terikat pengacara yang lain. Jika ingin, putus ikatan yang lain. Aku wajib anjurkan Djoko selesaikan kewajiban dengan lawyer yang lain,” jelas Otto, semacam dikutip Antara.

Pertanyakan Eksekusi Penahanan

Otto yang dimohon jadi pengacara Djoko Tjandra juga mempertanyakan eksekusi penahanan terhadap terpidana permasalahan korupsi pengalihan hak tagih( cessie) Bank Bali tersebut.

” Sebab aku baca vonis Djoko tidak terdapat perintah buat ditahan. Isinya cuma salah satu, hukum ia 2 tahun penjara, bayar beberapa duit. Di dalam KUHAP, wajib terdapat perkata perintah ditahan. Tetapi, kata kata perintah ditahan ini tidak terdapat,” kata Otto dalam statment tertulisnya di Jakarta, Sabtu.

Mengenai eksekusi terhadap Djoko Tjandra, Otto berikutnya hendak memohon klarifikasi kepada kejaksaan. Otto pula memperhitungkan vonis Peninjauan Kembali( PK) yang dicoba jaksa 11 tahun kemudian batal demi hukum.

Tetapi, Otto menegaskan tidak ingin berdialog lebih jauh saat sebelum dirinya berjumpa langsung dengan Djoko Tjandra serta memandang utuh kabar kegiatan serah terima Bareskrim Polri kepada pihak Kejaksaan pada Jumat malam 31 Juli 2020.

” Jika eksekusi tentu terdapat perkata eksekusi itu amar no berapa. Jadi hendak klarifikasi dahulu ke Djoko. Karena, jika tidak terdapat kata kata perintah buat ditahan, jadi sepanjang ini ia tidak buron. Ia berangkat ke mana aja leluasa. Itu dilema hukumnya. Aku tidak ingin menuduh mana yang benar. Komentar aku ini komentar secara hukum,” kata pengacara tersohor itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *