Dua Pria ‘Mardongan Tubu’ di Laguboti Bertikai, 1 Sekarat Ditikam 6 Liang, Ini Penyebabnya

BERITA RAKYAT – 2 laki- laki‘ Mardongan tubu’( satu marga) di Desa Gasaribu, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, bertikai sengit Jum’ at( 29/ 01/ 2021) sekira jam 22. 30 Wib. Keduanya merupakan Baginda Pangaribuan( 51) serta Elvis Pangaribuan( 45), yang bertempat tinggal di desa tersebut.

Kejadian itu hampir menyebabkan Elvis tewas, akibat 6 tusukan pisau dapur yang menembus perutnya. Bersumber pada penjelasan L boru Napitulu( 71) kepada, Minggu( 31/ 1/ 2021), pertikaian tersebut tadinya, berawal dari perkara pekerjaan keponakan Elvis dengan Baginda, sekira sebulan kemudian.

   

Dikala itu, bagi Boru Napitupulu, salah seseorang keponakan Elvis bekerja dengan Baginda Pangaribuan. Diprediksi akibat perkara keuangan, si keponakan setelah itu pernah bertikai dengan Baginda. Tetapi, perkara tersebut kesimpulannya dapat dituntaskan secara kekeluargaan. Walaupun begitu, kedua laki- laki yang tinggal bersebelahan tersebut diprediksi senantiasa memendam rasa sakit hati.

Puncaknya, Elvis menghadiri kediaman Baginda Pangaribuan di Desa Gasaribu, Kecamatan Laguboti, Jum’ at( 29/ 1/ 2021) sekira jam 19: 00 Wib. Kanit Reskrim Polsek Laguboti, Iptu Tagor Panjaitan berkata, hingga di situ Elvis langsung cekcok dengan istri Baginda, L boru Siadari( 51). Kala emosi telah memuncak, Elvis langsung melayangkan tangan ke arah perempuan itu.“ Istri terdakwa pernah menangkis tamparan korban,” jelas Tagor.

Tidak terima dengan perlakuan Elvis, sekira jam 22: 00 Wib, Boru Siadari setelah itu menemui Baginda serta memberitahukan peristiwa tersebut kepada suaminya.“ Jadi, istri terdakwa mengadu, dengan berkata kalau ia ditampar korban,” jelas Tagor. Mendengar pengaduan istrinya, Baginda juga otomatis naik pitam. Dia langsung mencari Elvis sampai kesimpulannya keduanya berjumpa di depan salah satu kafe di Desa Gasaribu, tidak jauh dari kediaman mereka.

“ Terdakwa serta korban cekcok di depan kafe tersebut. Setelah itu terdakwa kembali ke rumahnya,” jelas Tagor. Nyatanya, perkara belum berakhir. Baginda kembali ke rumah buat mengambil sebilah pisau dapur. Sehabis itu dia kembali bersama putranya Frans Nando( 23) buat menemui Elvis sekira jam 22: 30 Wib. Begitu berjumpa, keduanya setelah itu ikut serta baku hantam.

Dikala seperti itu Baginda menghasilkan pisau kemudian menghujamkan pisau ke perut Elvis sebanyak 6 kali.“ Dikala itu, terdakwa dibantu anaknya. Setelah menusuk korban, keduanya langsung berangkat,” beber Iptu Tagor. Tidak jauh dari posisi, Baginda setelah itu membuangkan pisau yang digunakan buat menikam Elvis ke parit, tidak jauh dari posisi penikaman. Sedangkan itu, wisatawan kafe serta masyarakat setempat juga gempar memandang peristiwa itu.

Elvis terkapar di posisi dengan keadaan usus terburai akibat tikaman Baginda. Masyarakat setelah itu menghubungi pihak Polsek Laguboti. Berselang sebagian menit, personel Polsek Laguboti datang di posisi serta sukses meringkus Baginda Pangaribuan. Berikutnya, petugas bawa Elvis ke rumah sakit buat menemukan perawatan.

Sehabis melaksanakan olah TKP pada malam itu, keesokan harinya, Sabtu( 30/ 1/ 2021), sekira jam 12: 00 Wib, personel Polsek Laguboti sehabis berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres sukses meringkus Frans Nando Pangaribuan. Dari pengungkapan tersbeut, polisi menyita benda fakta berbentuk baju serta sepatu korban.

“ Kedua terdakwa diprediksi melanggar pasal 351 ayat 2 tentang penganiyaan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkas Iptu Tagor Panjaitan. Sedangkan itu, data yang dikumpulkan Metro24jam. com, Minggu( 31/ 1/ 2021), Elvis Pangaribuan yang tadinya dirawat di RSU HKBP Balige dikala ini sudah dirujuk ke RSU Mitra Sejati, Kota Medan. Bagi ibunya L Boru Napitupulu, Elvis telah berakhir menempuh pembedahan, Minggu( 31/ 1/ 2021) sekira jam 01. 00 Wib serta dikala ini telah sadarkan diri.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *