Fraksi Nasdem Tetap Perjuangkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

BERITA RAKYAT – Fraksi Nasdem melaporkan komitmennya buat senantiasa memperjuangkan Rancangan Undang- Undang( RUU) Penghapusan Kekerasan Intim( PKS). Perihal itu menyusul usulan dari Komisi VIII menarik RUU PKS dari program legislasi nasional( Prolegnas) 2020.

Pimpinan Kelompok Fraksi( Kapoksi) NasDem di Tubuh Legislasi( Baleg) DPR, Taufik Basari berkata, perjuangan terhadap RUU PKS merupakan bentuk sokongan terhadap para korban kekerasan intim.

Dia pula menegaskan kalau informasi kekerasan intim di Indonesia tiap tahunnya bertambah. Sedangkan belum terdapat payung hukum yang secara spesial mengendalikan tentang kekerasan intim.

“ Kejahatan ini wajib dihentikan, korban kekerasan intim mesti menemukan proteksi serta warga mesti disadarkan berartinya bersama- sama menghindari kekerasan intim terjalin di dekat kita,” tegas Taufik di Jakarta, Kamis( 2/ 7/ 2020).

Taufik menarangkan, dirinya menganjurkan RUU PKS buat masuk ke dalam Prolegnas. Sehabis di informasikan ke Baleg, RUU PKS disetujui buat masuk ke dalam Prolegnas Prioritas 2020 bagaikan usulan Fraksi Nasdem.

“ Tetapi sehabis Prolegnas disahkan di Paripurna, atas permintaan Pimpinan Komisi VIII RUU PKS tersebut dimohon buat diganti statusnya jadi usulan Komisi VIII,” ucapnya.

Taufik menarangkan, sehabis diganti statusnya malah membuat RUU tersebut tidak berjalan. Taufik menyayangkan mandeknya RUU PKS akibat dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas 2020 oleh Komisi VIII DPR RI.

“ Sementara itu bila dulu tidak diganti status pengusulnya, Fraksi NasDem telah siap buat mengantarkan Naskah Akademik serta Draf RUU- nya. Tetapi demikian, bukan berarti menyudahi hingga di mari. Fraksi NasDem hendak terus mengawal RUU ini sampai sukses disahkan,” ucap Taufik.

Hendak Lobi Fraksi Lain

Mantan Direktur Yayasan Lembaga Dorongan Hukum Indonesia( YLBHI) ini berjanji hendak melobi fraksi- fraksi lain tercantum yang berlagak menolak keberadaan RUU PKS.

“ Kami hendak coba mengajak sahabat lain buat memandang kebutuhan terdapatnya RUU ini merupakan buat kepentingan bersama, dengan alibi kemanusiaan serta semangat melawan kejahatan dan melindungi korban,” kata Taufik.

Di masa periode yang kemudian, kata ia, terdapat salah penafsiran terhadap RUU ini sehingga hadapi penolakan sebagian kelompok.“ Tetapi kami percaya bila kita memandang jernih, obyektif serta kepala dingin, pemikiran terhadap RUU ini dari yang dahulunya menolak hendak berganti pemikiran,” jelasnya.

Fraksi Nasdem, lanjutnya, siap mengakomodasi masukan- masukan dari bermacam pihak supaya RUU ini bisa lebih diterima serta tidak memunculkan salah penafsiran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *