Gantung Diri Lantaran Stres Disiksa Oknum Polisi, Ini Penjelasan Polda Sumatera Utara

BERITA RAKYAT – Polda Sumut lewat Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, membagikan penjelasan formal terpaut tewasnya Tengku Ibas Daniel yang tadinya ditemui tewas gantung diri sebab diprediksi tekanan pikiran akibat dianiaya oleh oknum anggota Polsek Binjai Timur, Rabu( 07/ 11/ 2020).

“ Kami jelaskan kronologis peristiwa ditemuinya Tengku Ibas Daniel yang wafat dunia gantung diri serta sebagian waktu tadinya terdapat berjumpa dengan Brigadir Marzel Rumbiak, bintara Polsek Binjai Timur, Polres Binjai,” kata mantan Kapolres Binjai itu. Dipaparkan Kombes Rina, awal mulanya Brigadir Marzel Rumbiak mempunyai Mobil Daihatsu Luxio Nopol BA 1029 QP. Kendaraan tersebut dimilikinya sebab digadaikan oleh seseorang wanita bernama Lia dari Padang, Sumatera Barat, senilai Rp 15 juta.

“ Mobil itu digadaikan tanpa BPKB( cuma STNK) pada bulan September 2016 serta mobil tersebut kerap dipinjam serta dipakai oleh Tengku Ibas Daniel, sebab Brigadir Marzel Rumbiak sudah menganggapnya bagaikan keluarga,” sebutnya. Setelah itu pada Minggu( 07/ 11/ 2020) jam 02. 00 Wib, Tengku Ibas Daniel bersama rekannya, Hendra Tambunan, tiba ke rumah Brigadir Marzel Rumbiak buat mengambil mobil dengan alibi terdapat yang ingin menyewa.

“ Sementara itu Tengku Ibas Daniel serta Hendra Tambunan sudah merancang tadinya buat menyerahkan mobil tersebut ke pihak leasing, Hendri Antonius Manulang dengan menemukan upah sebesar Rp 1 juta,” imbuhnya. Setelah itu pada jam 05. 00 Wib, sambung Rina, Tengku Ibas Daniel serta Hendra Tambunan menyerahkan mobil tersebut kepada petugas leasing Hendri Antonius Manullang di wilayah Tanjung Gusta, Medan serta berikutnya berpura- pura menghubungi Brigadir Marzel Rumbiak serta menarangkan kalau mobil tersebut sudah disita oleh pihak leasing dari PT MTF.

Mendengar perihal tersebut, lanjutnya, Brigadir Marzel Rumbiak bersama dengan temannya, Helmi Nasution serta Udin( owner mobil Honda CRV) menghadiri Tengku Ibas Daniel serta Hendra Tambunan di kawasan Halte Pinang Baris, Medan.“ Mereka bersama- sama mengendarai mobil Honda CRV menemui Hendri Antonius Manullang serta memohon mobil yang disita dikembalilan. Tetapi Hendri Antonius Manulang mengataka kalau dia dari pihak leasing PT MTF serta mobil tersebut sudah diserahkan serta ditaruh di kantor PT MTF di Medan.

Berikutnya, sekira jam 17. 00 Wib, Brigadir Marzel Rumbiak, bawa Tengku Ibas Daniel, Hendra Tambunan serta Hendri Antonius Manulang ke Polsek Binjai Timur buat membuat laporan( LP) serta sepanjang ekspedisi Brigadir Marzel Rumbiak melaksanakan interogasi. Dikala datang di Polsek Binjai Timur, laporan Brigadir Marzel Rumbiak ditolak oleh petugas SPK dengan alibi supaya bawa alas hak, ialah BPKB. Setelah itu, Hendri Antonius Manulang berjanji pimpinanya hendak tiba mengembalikan mobil, sehingga mereka menunggu di ruang SPK Polsek Binjai Timur.

“ Pada jam 23. 00 Wib, keluarga Hendri Antonius Manulang tiba ke Polsek Binjai Timur serta memohon tolong supaya permasalahannya dituntaskan dengan perdamaian sehingga Brigadir Marzel Rumbiak memohon ubah rugi sebesar Rp 15 juta, hendak namun disanggupi Rp 4 juta. Sehingga pada Senin( 07/ 11/ 2020) jam 01. 00 Wib terjalin konvensi Perdamaian secara lisan serta setelah itu tiap- tiap membubarkan diri kembali ke rumah,” tukasnya.

Tetapi, sekira jam 06. 30 Wib, Irsan Nuari, owner kos- kosan di Jalur Kenari, Binjai, memberi tahu ke Polsek Binjai Timur kalau terdapat seseorang pria sudah tewas bergantung. Personel Polsek Binjai Timur menghadiri posisi serta melaksanakan olah TKP. Awal mulanya bukti diri korban tidak dikenal.

“ Setelah itu sehabis dicoba penyelidikan ditemui bukti diri korban merupakan Tengku Ibas Daniel( 29), masyarakat Perumahan Cempa, Dusun I, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat,” imbuh Kombes Rina. Lanjutnya, bagi penjelasan saksi Doncit, pada pada jam 05. 00 Wib, ia memandang Tengku Ibas Daniel masuk ke lantai 2 kos- kosan tempatnya bekerja dalam kondisi sehat serta baik.

Sekira jam 06. 30 Wib, kata Rina, Doncit setelah itu mendengar suara getaran hentakan kaki di lantai 2 kos- kosan tersebut. Lebih kurang 15 menit setelah itu, Doncit naik ke lantai 2 serta memandang Tengku Ibas Daniel yang cuma menggunakan celana dalam sudah bergantung di langit- langit dengan suatu kain gendong panjang serta keadaan lidah menjulur keluar.

Berikutnya, personel Polsek Binjai Timur bersama Unit identifikasi Polres Binjai melaksanakan olah TKP yang dipandu oleh Kapolsek Binjai Timur. Jam 09. 30 Wib, jenazah Tengku Ibas Daniel dibawa ke RSUD dokter Djoelham, Binjai, guna keperluan visum yang dipandu oleh dokter Agus SpFK.

Berikutnya, jam 19. 30 Wib, otopsi berakhir dicoba dengan hasil bagaikan berikut: a. Ciri gantung diri sudah nampak. b. Darah mengeras di leher. c. Kaku mayat 12 jam d. Pada permukaan leher bagian atas ditemui resapan darah beku sejauh 3 centimeter, lebar 2 centimeter. e. Pada permukaan dada tidak terdapat ditemui beku darah. f. Tidak terdapat resapan darah di kepala. gram. Saluran respirasi bagian atas terdapat beram halus. h. Kurang Oksigen/ Ekspesia. i.

Permukaan saluran pencernaan tidak terdapat kekerasan. j. Kemaluan menghasilkan mani. Setelah itu jam 21. 30 Wib, dicoba serah terima mayat kepada pihak keluarga serta berikutnya dibawa ke rumah duka.“ Diprediksi Tengku Ibas Daniel wafat dunia disebabkan bunuh diri murni. Terpaut terdapatnya dugaan penganiayaan, Brigadir Marzel Rumbiak, lagi dicoba penyelidikan oleh Propam Polda Sumut,” tandas Kombes Rina.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *