Gorok Ibu Kandung, Pria Ini Akui Menyesal: Saya Akan Ziarah ke Makam Ibu Kalau Sudah Bebas Nanti

BERITA RAKYAT – Entah apa yang merasuki anak di Aceh Utara yang tega menggorok leher bunda kandungnya itu. Dia tega menewaskan perempuan yang sudah melahirkannya itu cuma sebab tidak diberi duit.

Peristiwa ini dicoba oleh Nasrul( 43) kepada bunda kandungnya Nek Fatimah( 70). Kamis( 3/ 9/ 2020), Nasrul ialah masyarakat Desa Alue Bilie Rayeuk, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara.

Nek Fatimah ditemui tewas di rumahnya di Desa Meunasah Panton, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, pada 6 Agustus 2020 kemudian. Permasalahan ini menyita atensi publik karena pelakon nyatanya anak kandung korban.

Pelakon tega menewaskan ibunya sebab tidak diberi duit. Sadisnya, sehabis menggorok bunda, pelakon malah minum kopi serta pura- pura menangis dikala mengenali ibunya wafat dunia.

Berkas permasalahan anak gorok bunda kandung ini juga telah lengkap, sehingga terdakwa berikut benda fakta dilimpahkan Polres Aceh Utara ke Kejari Aceh Utara pada Kamis( 3/ 9/ 2020).

Bagaikan terdakwa pembunuhaan bunda kandung, Nasrul mengaku menyesal sudah menggorok leher ibunya sendiri. Kepada para wartawan yang meliput pelimpahan berkas permasalahan tersebut, Nasrul yang bekerja bagaikan tukang itu juga berjanji buat berziarah ke makam ibunya bila telah leluasa.

” Aku hendak ziarahi makam bunda bila telah leluasa nanti,” kata Nasrul sambil tertunduk. Nasrul mengaku tidak mengenali letak makam ibunya lantaran semenjak ditahan tidak terdapat satu juga keluarganya yang ingin menjenguknya.

Si istri juga bila tiba tidak dan bawa anaknya.” Aku rindu anak aku,” katanya.

Sedangkan itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Universal Kejari Aceh Utara, Yudhi Permana, melaporkan hasil koordinasi jaksa serta polisi merumuskan berkas permasalahan pembunuhan itu lengkap( P21).

” Serah terima terdakwa telah kita jalani tadi pagi,” kata Yudhi Permana.

Pelimpahan itu dicoba polisi sehabis jaksa periset berkas mengantarkan berkas permasalahan tersebut telah penuhi faktor secara materil serta formil ataupun lengkap( P21). Bersama terdakwa, polisi pula melimpahkan benda fakta berbentuk sebilah pisau serta baju korban.

Seseorang perempuan bernama Naruh( 75), masyarakat Dusun Jeketro RT 1 RW 4 Desa Karangwuni Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah tewas mengenaskan.

Dia wafat dengan metode dibunuh oleh anak kandung serta menantunya. Keduanya mengaku tega menewaskan lanjut usia itu sebab memperoleh bisikan gaib.

Kedua terdakwa ialah anak korban SP( 48) yang bekerja bagaikan buruh serabutan, serta menantu korban Hektometer( 32) bekerja bagaikan asisten rumah tangga( ART) saat ini telah ditangkap Polisi.

Pendamping suami itri itu dikala ini telah meringkuk di di rutan Polres Temanggung buat menempuh pengecekan lanjutan.

Dikutip TribunnewsBogor. com dari TribunJatim Rabu( 26/ 82020), Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Meter Alfan berkata, peristiwa nahas itu terjalin di balik rumah korban pada Sabtu( 22/ 8/ 2020) sekira jam 03. 00 Wib.

Peristiwa bermula terdakwa SP yang ialah anak kandung korban, memotong tali terpal kemudian membuat simpul, Sabtu( 22/ 8/ 2020) sekira jam 00. 00.

Selang 3 jam setelah itu terdakwa SP masuk ke dalam kamar korban bersama istrinya. SP dengan memakai kayu menghujam kepala Naruh( 75) pas sebelah kiri.

Kala dipukul oleh anaknya, korban lagi dalam kondisi tertidur pulas. Berikutnya kedua terdakwa bawa korban ke balik rumah.

” Terdakwa SP serta Hektometer bekerja sama mengangkut sampai menjerat leher korban dengan kain terpal yang telah disediakan tadinya,” katanya dikala dihubungi Tribunjateng. com, Selasa( 25/ 8/ 2020) sore.

AKP Meter Alfan menarangkan, korban berikutnya digantung di tumbuhan rambutan balik rumah.

Sehabis itu menantu korban kemudian masuk ke rumah kembali. Sebaliknya SP masih memandangi mayat ibunya bergantung sepanjang 5 menit. Tujuannya buat membenarkan ibunya telah tewas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *