Heboh Djoko Tjandra Bikin e-KTP 15 Menit, Ini Kata Mendagri

BERITA RAKYAT – Terpidana hak tagih( cessie) Bank Bali Djoko Tjandra pernah menimbulkan kehebohan dengan membuat e- KTP 15 menit di Kelurahan Grogol Selatan. Djoko Tjandra membuat e- KTP saat sebelum mengajukan peninjauan kembali( PK) di Majelis hukum Negara Jakarta Selatan.

Menteri Dalam Negara( Mendagri) Tito Karnavian angkat bicara soal Djoko Tjandra membuat e- KTP ini, dia berkata petugas kelurahan yang mengurusi proses pembuatan e- KTP Djoko Tjandra bukan di dasar naungan Kemendagri.

Tito menyebut, Kelurahan Grogol Selatan terletak di dasar naungan pemerintah wilayah ialah Pemprov DKI Jakarta.

” Aku bilang yang awal, petugas Grogol Selatan itu bukan bawahannya Mendagri. Kita ini terdapat desentralisasi, itu petugas itu bawahannya ya pemda setempat. Kita ini kan memfasilitasi Kepala Dinas Dukcapil mari,

Bukan bawahannya Mendagri, bawahannya( kelurahan) pemda, terlebih yang di dasar bawahannya lagi yang di kelurahan,” kata Tito, dikala rapat persiapan Pilkada 2020 serta pengarahan kepada gugus tugas di Kalimantan Barat, yang ditayangkan Youtube Kemendagri, Minggu( 19/ 7/ 2020).

” Jadi aku tidak mempunyai rentang komando pada petugas yang di bawah- bawah itu. Beda jika aku Kapolri, Kapolri itu jalan komando jelas seluruh satu komando tunggal,” sambungnya.

Tito setelah itu bicara soal 3 kabupaten di Kalimantan Barat yang telah menyetorkan dana Pilkada 2020 kepada KPU. 3 kabupaten ialah Kampas Sulu, Melawi serta Sintang setelah itu diberikan suatu mesin buat menolong memesatkan pencetakan informasi kependudukan.

” Nanti Dirjen Dukcapil tolong lekas kirimkan barangnya mesinnya ke dia bertiga, free gratis of charge buat bahan melayani warga supaya kilat. Aku mau membagikan apresiasi kepada ayah bertiga( Bupati Kampas Sulu, Melawi, Sintang),

Aku bersama Pak Cornelis( Gubernur Kalbar) mengerti kemarin pada dikala raker( rapat kerja) ceritanya oleh Pak Judimar, Pak Mendagri gimana Djoko Tjandra dapat membuat e- KTP perpanjang e- KTP- nya di Kelurahan Grogol Selatan, Jakarta. Ini apalagi dapat 15 menit kilat sekali itu,” ucapnya menirukan obrolan.

Di informasikan Tito, para petugas pelayanan informasi kependudukan mempunyai pemikiran semangat buat melayani. Buat itu, bagi Tito terus menjadi kilat penindakan, hingga hendak terus menjadi baik pula.

” Yang kedua merupakan petugas- petugas( kelurahan) di dasar ini ataupun jajaran dukcapil ini, spirit mereka filosofi pemikiran mereka merupakan mindset melayani. Sejauh informasinya terdapat ya mereka selesaikan jika memanglah dapat dipermudah mengapa dipersulit, makannya kilat dicoba. Kian kilat dicoba kian baik,” ujarnya

Lebih lanjut Tito menuturkan para petugas tersebut belum pasti memahami serta mengenali siapa Djoko Tjandra. Karena baginya, tidak seluruh petugas membaca serta menjajaki pemberitaan.

” Mereka belum pasti ketahui Djoko Tjandra, ketahui Djoker itu yang mana. Belum pasti mereka nonton kabar ataupun baca kabar. Kita- kita yang elite- elite middle class yang di atas iya.

Tetapi kala petugas yang di dasar belum pasti mereka, mereka bacaannya pos kota jika di situ dari pada baca yang apa katakan blue paper koran- koran yang buat white collar people gitu,” tuturnya.

Tito menyebut pembuatan e- KTP 15 menit Djoko Tjandra masih terbilang lama. Karena baginya, waktu tersingkat membuat e- KTP ialah 3 sampai 5 menit.

” Nah jadi yang selanjutnya lagi aku sampaikan, jika hitungan aku 15 menit itu masih sangat lama.

Sebab jika memakai anjungan dukcapil mandiri yang telah diperkenalkan oleh Dirjen Dukcapil membuat perpanjangan e- KTP itu optimal 5 menit, aku bilang begitu, dapat 3- 5 menit. Jadi jika 15 menit sangat lama,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *