Infeksi Corona di Dunia Tembus 30 Juta Kasus, Lebih dari 940 Ribu Meninggal

BERITA RAKYAT – Jumlah permasalahan virus Corona yang dikonfirmasi di segala dunia sudah menembus angka 30 juta, bagi informasi dari Universitas Johns Hopkins di Amerika.

Lebih dari 940. 000 orang sudah wafat dengan COVID- 19 semenjak wabah bermula di Cina akhir tahun kemudian.

Negara- negara yang sangat parah terserang akibatnya merupakan AS, India, serta Brasil, tetapi terdapat lonjakan baru dalam peradangan di segala Eropa.

Banyak negeri di belahan bumi utara bersiap mengalami gelombang kedua pandemi kala masa dingin.

  • Lonjakan permasalahan Covid- 19 di Eropa wajib jadi peringatan untuk kita seluruh, kata WHO
  • Puskesmas serta rumah sakit tutup akibat Covid- 19, layanan kesehatan dikhawatirkan jebol dalam 6 bulan
  • 115 dokter wafat akibat Covid- 19, IDI keluarkan pedoman standar proteksi khusus

Di Inggris, pemerintah memikirkan buat mengambil aksi lebih lanjut buat segala negara tercantum pembatasan dalam jangka pendek bagaikan ikhtiar memperlambat gelombang peradangan kedua.

Di luar Eropa, Israel melaksanakan karantina nasional kedua pada Jumat malam negeri maju awal yang melaksanakannya.

Afrika mencatat lebih dari satu juta permasalahan yang dikonfirmasi, walaupun tingkatan sesungguhnya dari pandemi di daratan tersebut tidak dikenal. Tingkatan pengujian dilaporkan rendah, yang bisa mengaburkan ditaksir formal.

Apa yang terjalin di negeri sangat terdampak?

Dilihat dari jumlahnya, AS sepanjang ini masih jadi yang sangat para terdampak, dengan lebih dari 6, 6 juta peradangan yang dikonfirmasi, serta lebih dari 197. 000 kematian.

Walaupun begitu, jumlah peradangan baru setiap hari sudah menyusut, dibanding jumlah paling tinggi pada bulan Juli.

Dini minggu ini, Presiden Donald Trump membantah sudah menyepelehkan intensitas COVID- 19, walaupun tadinya dia mengakui dalam suatu wawancara yang direkam kalau dia sudah melaksanakannya.

Di India, jumlah peradangan yang tercatat naik di atas 5 juta pada minggu ini pertambahan permasalahan paling tinggi kedua di dunia.

Virus ini tampaknya menyebar jauh lebih kilat di India daripada negeri lain, dengan pertambahan permasalahan setiap hari menggapai 90. 000 dalam sebagian hari terakhir.

Lebih dari 80. 000 orang sudah wafat dunia, di tengah laporan kekurangan tempat tidur di bangsal perawatan intensif serta persediaan oksigen.

Brasil sudah mencatat lebih dari 4, 4 juta permasalahan yang dikonfirmasi, dengan lebih dari 134. 000 kematian jumlah kematian paling tinggi kedua sehabis AS.

Presiden Jair Bolsonaro sudah dikritik sebab menyepelehkan virus corona, paling utama sehabis mendatangi unjuk rasa anti- lockdown. Presiden berhaluan kanan itu- yang sempat menyebut virus Corona bagaikan” flu ringan”- sendirinya dinyatakan positif pada bulan Juli.

Argentina serta Meksiko pula sudah dihantam telak oleh wabah di Amerika Latin.

Argentina pada hari Kamis memberi tahu nyaris 13. 000 lebih permasalahan dalam 24 jam terakhir, menaikkan angka total permasalahan di negeri tersebut sampai di atas 600. 000.

Sedangkan itu, Meksiko mengkonfirmasi lebih dari 3. 000 peradangan dalam 24 jam, menaikkan beban permasalahan jadi lebih dari 680. 000.

Gimana suasana di Eropa?

Lonjakan permasalahan virus Corona di daratan itu wajib dikira bagaikan” peringatan”, kata direktur regional Organisasi Kesehatan Dunia( World Health Organization).

Berdialog di Kopenhagen pada hari Kamis, Hans Kluge berkata dalam 2 minggu terakhir jumlah permasalahan baru bertambah 2 kali lipat di lebih dari separuh negeri anggota Eropa.

Dia mengatakan kalau minggu kemudian saja, 300. 000 peradangan baru dilaporkan di segala Eropa; serta permasalahan mingguan sudah melebihi yang dilaporkan pada puncak gelombang awal pada bulan Maret.

Bagi World Health Organization, terdapat 5 juta permasalahan yang dikonfirmasi serta lebih dari 228. 000 kematian di segala Eropa semenjak pandemi diawali.

Apakah ada harapan kalau suasana hendak membaik?

Beberapa negeri serta industri mencurahkan sumber energi mereka demi menciptakan vaksin yang nyaman serta efisien.

Presiden Trump baru- baru ini mengatakan vaksin bisa jadi ada saat sebelum pemilihan presiden 3 November walaupun terdapat peringatan dari beberapa pakar kesehatan kalau itu tidak realistis.

Illustration of coronavirus vaccine

Pada bulan Agustus, Rusia melisensikan vaksin buat pemakaian lokal negeri awal di dunia yang melaksanakannya. Para ilmuwan Rusia setelah itu menerbitkan laporan awal tentang vaksin, yang berkata pengujian dini menampilkan isyarat respons imunitas badan.

Tetapi para pakar memperingatkan kalau skala uji coba yang dicoba sangat kecil buat meyakinkan daya guna serta keamanan vaksin.

Belum terdapat vaksin yang merampungkan uji klinis, membuat sebagian ilmuwan takut jika politik, alih- alih kesehatan serta keselamatan, hendak jadi perihal yang mendesak temuan penawar ini.

Terdapat pula kekhawatiran kalau perlombaan buat memperoleh vaksin hendak dimenangkan oleh negara- negara terkaya, dengan mempertaruhkan negara- negara yang sangat rentan.

Pada dikala yang sama, lebih dari 150 tipe obat lagi diteliti buat menciptakan perawatan yang pas untuk orang dengan penyakit COVID- 19 yang parah.

Dari seluruh obat yang diuji coba, cuma steroid yang sudah teruji bisa menyelamatkan nyawa serta temuan ini sudah jadi terobosan yang signifikan.

Uji coba di Inggris menampilkan deksametason steroid bisa kurangi resiko kematian sampai sepertiganya untuk penderita yang memakai ventilator serta seperlimanya untuk mereka yang memakai tabung oksigen.

Serta informasi lebih lanjut mengindikasikan kalau tipe steroid lain, hidrokortison, pula sama efektifnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *