Ketua MA Harap Perma Vonis Koruptor Jadi Pedoman Hindari Disparitas Putusan

BERITA RAKYAT – Pimpinan Mahkamah Agung( MA) Syarifuddin menegaskan bawahannya buat memegang amanat Peraturan MA No 1 Tahun 2020. Dalam Perma itu diatur secara berjenjang hukuman ke koruptor, dari pidana penjara sampai penjara seumur hidup.

” Pada bertepatan pada 8 Juli 2020 Mahkamah Agung menerbitkan Perma No 1 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemidanaan Pasal 2 serta Pasal 3 Undang- Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang diharapkan bisa jadi pedoman untuk para hakim buat menjauhi terbentuknya disparitas dalam memastikan berat ringannya pidana,” kata Syarifuddin dalam pidato pembinaan kepada para hakim yang dicoba secara daring, Senin( 12/ 10/ 2020).

” Sehingga vonis yang dijatuhkan bisa lebih membagikan rasa keadilan untuk para pihak,” cetus Syarifuddin.

Di lain sisi, pedoman pemidanaan yang diatur dalam perma ini selayaknya tidak dimaknai bagaikan pembatasan terhadap kemerdekaan hakim dalam menjatuhkan vonis. Ia memohon supaya perma tersebut dimaknai bagaikan fasilitas serta tolok ukur, yang bisa membatu para hakim supaya dapat lebih teliti dalam memastikan berat serta ringannya pemidanaan, bersumber pada indikator- indikator yang sudah didetetapkan dalam perma tersebut.

” Kemerdekaan serta kemandirian hakim dalam menjatuhkan vonis wajib senantiasa dijunjung besar. Tetapi butuh pula dicermati kalau disparitas vonis terhadap perkara- perkara yang permasalahan hukumnya mempunyai kesamaan, bisa memunculkan ketidakadilan, sebab esensi dari keadilan itu sendiri merupakan penyeimbang serta proporsionalitas,” beber Syarifuddin.

Perma No 1 Tahun 2020 membagi jenis korupsi jadi 5:

  • 1. Sangat sangat berat ialah kerugian negeri lebih dari Rp 100 miliyar.
  • 2. Jenis berat ialah kerugian negeri Rp 25 miliar- Rp 100 miliyar.
  • 3. Jenis lagi ialah kerugian negeri Rp 1 miliar- Rp 25 miliyar.
  • 4. Jenis ringan ialah kerugian negeri Rp 200 juta- Rp 1 miliyar.
  • 5. Jenis sangat ringan ialah kurang dari Rp 200 juta.

Berikut ini simulasi hukuman bersumber pada Perma 1/ 2020 itu:

  • 1. Penjara Seumur Hidup ataupun penjara 16 tahun sampai 20 tahun: tersangka korupsi Rp 100 miliyar lebih, kesalahan besar, akibat besar serta keuntungan tersangka besar.
  • 2. Penjara 13 tahun sampai 16 tahun penjara: tersangka korupsi Rp 100 miliyar lebih, kesalahan lagi akibat lagi serta keuntungan tersangka lagi.
  • 3. Penjara 10 tahun- 13 tahun penjara: tersangka korupsi Rp miliyar lebih, kesalahan ringan, akibat ringan serta keuntungan tersangka ringan.
  • 4. Penjara 13 tahun sampai 16 tahun penjara: tersangka korupsi Rp 25 miliar- Rp 100 miliyar, kesalahan besar, akibat besar serta keuntungan tersangka besar.
  • 5. Penjara 10 tahun- 13 tahun penjara: tersangka korupsi Rp 25 miliar- Rp 100 miliyar, kesalahan lagi akibat lagi serta keuntungan tersangka lagi.
  • 6. Penjara 8- 10 tahun penjara: tersangka korupsi Rp 25 miliar- Rp 100 miliyar, kesalahan ringan, akibat ringan serta keuntungan tersangka ringan.
giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *