Kisah Pilu di Myanmar: Demonstran Tewas, Pengungsi ‘Terdampar’

BERITA RAKYAT – Suasana di Myanmar terus menjadi memilukan dengan beberapa orang tewas tertembak dalam unjuk rasa antikudeta yang terus bersinambung. Puluhan masyarakat Myanmar yang lain terdampar di perbatasan India dikala berupaya melarikan diri dari kekacauan yang dipicu kudeta militer.

Tentara serta polisi Myanmar terus mengerahkan tindak kekerasan dalam mengalami para demonstran antikudeta di bermacam daerah. Sedikitnya 7 orang tewas tertembak dalam unjuk rasa sejauh Kamis( 11/ 3) waktu setempat.

   

Semacam dikutip AFP serta Reuters, Kamis( 11/ 3/ 2021), dalam unjuk rasa terkini di kota Myaing, Myanmar bagian tengah, sedikitnya 6 orang dilaporkan tewas terserang tembakan aparat keamanan.

” 6 laki- laki tewas tertembak, sedangkan 8 orang luka- luka– dengan satu laki- laki dalam keadaan kritis,” tutur seseorang petugas penyelamat setempat kepada AFP.

Salah satu saksi mata menuturkan kepada AFP kalau ia memandang 5 korban tewas di antara lain tertembak di bagian kepala.

” Kami berunjuk rasa secara damai. Aku tidak yakin mereka melaksanakannya,” tutur seseorang demonstran kepada Reuters via telepon. Demonstran berumur 31 tahun ini menuturkan dirinya menolong mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit.

Laporan media lokal menyebut satu orang yang lain tewas dalam unjuk rasa di distrik Dagon Utara, Yangon– kota terbanyak di Myanmar. Bermacam gambar yang diposting ke Facebook menampilkan seseorang laki- laki tergeletak dalam posisi telungkup di jalanan, dengan darah mengalir dari luka di kepalanya.

Sepanjang ini, lebih dari 2 ribu orang ditangkap serta lebih dari 60 orang tewas dalam unjuk rasa di bermacam daerah. Polisi serta tentara Myanmar mengerahkan tindak kekerasan, tercantum memakai peluru tajam, dalam mengalami para demonstran yang beraksi secara damai.

Sedangkan itu, puluhan masyarakat Myanmar terpaksa menunggu di perbatasan buat masuk ke daerah India, sehabis melarikan diri dari suasana kacau di negaranya. Otoritas India menyebut sebagian masyarakat Myanmar di antara lain dipulangkan sehabis nekat menyeberangi perbatasan kedua negeri.

Mereka yang nekat menyeberangi perbatasan serta masuk ke daerah India, spesialnya Mizoram, mencakup polisi serta pejabat yang menolak mematuhi perintah militer Myanmar. Dikenal kalau India berbagi perbatasan darat dengan Myanmar, paling utama di sejauh Sungai Tiau.

Kepala desa Farkawn, Ramliana, di India menuturkan kalau sedikitnya 85 masyarakat Myanmar saat ini menunggu di perbatasan buat masuk ke daerah desanya. Ia menuturkan kepada AFP kalau otoritas setempat lagi mengecek apakah warga- warga Myanmar itu mempunyai izin melintasi perbatasan, saat sebelum memperbolehkan mereka masuk.

Ramliana melaporkan kalau masyarakat desa mengirimkan 5 karung beras serta satu karung dal kepada masyarakat Myanmar yang menunggu di perbatasan.

Secara terpisah, seseorang pimpinan dewan distrik Serchhip, K Lalngaizuala, melaporkan kalau jumlah tentu masyarakat Myanmar yang menyeberang ke daerah belum dapat dikonfirmasi.” Kami bersiap sebab lebih banyak lagi bisa jadi lekas tiba,” ucapnya kepada AFP.

Sedangkan Assam Rifles, pasukan paramiliter nasional yang beroperasi di India bagian timur laut, menyebut 8 dari 136 orang yang sudah melintasi perbatasan sudah dikembalikan ke Myanmar.

Tidak disebutkan lebih jelas apakah mereka yang dipulangkan berasal dari kepolisian Myanmar ataupun masyarakat sipil. Minggu kemudian, otoritas Myanmar memohon India memulangkan 8 polisi yang kabur ke negeri itu.

Dituturkan Assam Rifles kalau distrik Siaha di Mizoram menerima gelombang eksodus terbanyak, dengan sedikitnya 101 masyarakat Myanmar kabur ke daerah itu.

” Orang- orang Myanmar ini tercantum masyarakat sipil dan personel Kepolisian serta Dinas Pemadam Kebakaran Myanmar,” tutur Assam Rifles dalam pernyataannya.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *