Komunitas ‘Hot Space’ Sudah 6 Kali Gelar Pesta Gay Sejak 2018

BERITA RAKYAT – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus berkata komunitas gay yang digerebek di kawasan Kuningan, Jaksel, mempunyai tim WhatsApp bernama Hot Ruang. Yusri menyebut mereka telah 6 kali membuat kegiatan acara gay.

” Mereka memiliki tim WA( WhatsApp). Mereka namakan tim mereka Hot Ruang. Di WA terdapat 150 orang. Ini mulai berdiri Februari 2018. Di Instagram pula terdapat dekat 80 di dalam Instagramnya. Itu komunitasnya,” kata Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu( 2/ 9/ 2020).

” Mereka melaksanakan 6 kali di tempat berbeda dengan modus yang sama. Tempatnya aku tidak dapat sebutkan. Rata- rata di hotel serta apartemen,” imbuhnya

Total terdapat 56 orang yang diamankan polisi dikala penggerebekan acara gay. Sebanyak 46 masih berstatus bagaikan saksi serta 9 yang lain berstatus terdakwa.

9 terdakwa ini dinyatakan bersalah sehabis teruji bertanggung jawab bagaikan penyelenggara dari aktivitas acara seks. Para terdakwa ini bernama samaran TRF, BA, NA, Kilogram, SW, NM, RP, A, serta HW.

Yusri menerangkan 9 terdakwa mempunyai kedudukan berbeda- beda. Tetapi spesial untuk terdakwa TRF, tidak hanya bagaikan pimpinan penyelenggara, ia dikenal sempat belajar di Thailand membuat kegiatan acara gay.

” Hasil penjelasan dini kepada pimpinan nama samaran TRF ini kalau memanglah yang bersangkutan ini sempat belajar di Thailand serta ini yang ia praktikkan semenjak tahun 2018 kemudian,” ucap Yusri.

Yusri berkata penyelenggara menggelar acara tersebut dengan modus kumpul pemuda memperingati kemerdekaan. Dalam undangannya, penyelenggara memohon para partisipan memakai masker bercorak merah- putih bagaikan salah satu ketentuan turut acara seks tersebut.

” Aktivitas ini dicoba undangan lewat medsos yang terdapat buat mengadakan acara satu bulan tadinya, diinfokan melalui WA serta Instagram. Yang berminat, bertepatan pada 28 malam. Namanya kumpul- kumpul pemuda, ia buat meme itu, Kumpul- kumpul Pemuda Rayakan Kemerdekaan,” ucapnya.

Atas perbuatannya tersebut, para terdakwa dijerat dengan Pasal 296 KUHP serta/ ataupun Pasal 33 juncto Pasal 7 UU No 44 Tahun 2008 dengan ancaman optimal 15 tahun penjara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *