KPK Geledah Kantor PT ANN Surabaya di Kasus Suap Proyek Jalan di Bengkalis

BERITA RAKYAT – KPK melaksanakan penggeledahan di kantor PT Arta Niaga Nusantara di Surabaya, Jawa Timur. Penggeledahan itu terpaut permasalahan suap proyek pembangunan jalur di Bengkalis tahun 2013- 2015.

” Terpaut penyidikan dugaan korupsi pembangunan Jalur Lingkar Barat Jarum di Bengkalis TA 2013- 2015 dengan terdakwa HS( Handoko Setiono) dkk. Hari ini, regu penyidik KPK melaksanakan penggeladahan di kantor PT Arta Niaga Nusantara di Surabaya,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, kepada wartawan, Rabu( 6/ 1/ 2021).

   

Ali menyebut PT ANN ialah pemenang tender salah satu proyek multiyears pembangunan jalur di Bengkalis tersebut. Dalam penggeledahan itu, KPK mengamankan beberapa dokumen.

” Dari aktivitas terdakwa diamankan beberapa dokumen terpaut dengan keuangan industri serta dokumen lain yang hendak lekas dicoba analisa serta penyitaan bagaikan BB( benda fakta) dalam masalah ini,” ucap Ali.

Dalam masalah yang menjerat Meter Nasir ini, KPK pula menetapkan Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin bagaikan terdakwa. Amril diprediksi menerima suap Rp 5, 6 miliyar terpaut proyek pembangunan jalur Duri- Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Tidak hanya itu, KPK menjerat Direktur PT Mitra Bungo Abadi, Makmur alias Aan, bagaikan terdakwa bersama Meter Nasir, serta Hobby Siregar. Meter Nasir bersama Hobby Siregar serta Makmur diresmikan bagaikan terdakwa dugaan korupsi proyek kenaikan jalur Batu Panjang- Pangkalan Nyirih, Bengkalis.

Meter Nasir telah didiagnosa 10 tahun 6 bulan penjara oleh majelis hakim sebab teruji bersalah melaksanakan korupsi proyek kenaikan jalur Batu Panjang- Pangkalan Nyirih, Bengkalis. Meter Nasir pula telah dieksekusi ke Rumah Tahanan Kelas II- B Pekanbaru.

Setelah itu, KPK kembali menjerat Meter Nasir bersama 9 terdakwa yang lain dalam permasalahan dugaan korupsi proyek jalur di Bengkalis yang lain. Berikut ini bukti diri 10 terdakwa baru tersebut:

  • – Meter Nasir selaku mantan Kadis PU Bengkalis
  • – Handoko selaku kontraktor
  • – Melia Boentaran selaku kontraktor
  • – Tirtha Ardhi Kazmi selaku PPTK
  • – I Ketut Surbawa selaku kontraktor
  • – Petrus Edy Susanto selaku kontraktor
  • – Didiet Hadianto selaku kontraktor
  • – Firjan Taufa selaku kontraktor
  • – Viktor Sitorus selaku kontraktor
  • – Suryadi Halim alias Tando selaku kontraktor.

Kesepuluh orang itu diresmikan bagaikan terdakwa sebab diprediksi melaksanakan tindak pidana korupsi di 4 proyek dari total 6 paket proyek pembangunan jalur di Bengkalis, Riau. Keempat proyek tersebut merupakan kenaikan Jalur Lingkar Bukit Batu- Siak Kecil, kenaikan Jalur Lingkar Pulau Bengkalis, pembangunan Jalur Lingkar Barat Jarum, serta pembangunan Jalur Lingkar Timur Jarum.

” Bersumber pada hasil penghitungan sedangkan terhadap keempat proyek tersebut, diprediksi menyebabkan kerugian keuangan negeri kurang- lebih sebesar total Rp 475 miliyar,” kata Pimpinan KPK Firli Bahuri di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat( 17/ 1).

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *