Mahfud Md: Pejabat Enggak Usah Panik Dipanggil Polisi

BERITA RAKYAT – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum serta Keamanan( Menko Polhukam) Mahfud Md menjawab statment Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil terpaut kerumunan pada kegiatan Pimpinan Front Pembela Islam( FPI), Rizieq Shihab.

Bagi ia, seseorang pejabat pemerintahan tidak harus panik kala terpanggil polisi.

   

” Pejabat ataupun siapa juga terpanggil oleh polisi itu enggak harus panik. Kala terpanggil itu terdapat beragam. Satu sebab mau ditilik, 2 sebab dimintai penjelasan,” kata Mahfud Md dalam siaran di kanal Youtube Kemenko Polhukam, Rabu 16 Desember 2020.

Sementara itu, lanjut ia, pemanggilan oleh polisi tidak melulu hendak dipidanakan. Pemanggilan itu dapat saja demi mengeduk penjelasan buat mengonstruksikan sesuatu kejadian.

” Nah aku itu Pimpinan MK dahulu berulang kali dimintai penjelasan. Kala terdapat isu apa, aku terpanggil ke polisi, aku bagikan penjelasan. Jadi jangan merasa jika terpanggil, dahulu Pak Anies terpanggil orang ribut dipidanakan, kemudian dijabarkan, ditanya apa betul bertepatan pada demikian terdapat ramai- ramai, apa betul Kamu berikan izin jika ndak beri izin gimana, ya gitu saja. Sehingga nanti dikonstruksi siapa yang salah,” tutur Mahfud Md.

Statment Ridwan Kamil

Tadinya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membagikan pemikirannya terpaut terdapatnya kerumunan massa Front Pembela Islam( FPI) di beberapa tempat dikala aktivitas penjemputan Rizieq Shihab.

Bagi ia, usai ditilik di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Universal( Ditreskrimum) Polda Jawa Barat, Kota Bandung, kerumunan diakibatkan oleh statment dari Menteri Koordinator Politik, Hukum serta HAM Mahfud Md.

” Bagi aku seluruh kekisruhan yang berlarut- larut ini diawali semenjak terdapatnya statement dari Pak Mahfud di mana penjemputan HRS( Rizieq Shihab) ini diizinkan asal tertib serta damai. Jadi, dia wajib bertanggung jawab, tidak cuma kami kepala wilayah yang dimintai klarifikasinya,” kata Ridwan Kamil, Rabu( 16/ 12/ 2020).

Dengan terdapatnya statment yang memperbolehkan itu, baginya jadi tafsir warga spesialnya anggota ataupun simpatisan FPI sampai bergerak mengarah tempat penjemputan Rizieq, baik di Lapangan terbang Soekarno- Hatta, di Megamendung, ataupun di Petamburan.

” Di situlah( statment Mahfud MD) jadi tafsir dari ribuan orang yang tiba ke lapangan terbang, sepanjang tertib serta damai boleh, hingga terjalin kerumunan yang luar biasa. Nah sehingga terdapat tafsir ini seolah- olah terdapat diskresi dari Pak Mahfud kepada PSBB di Jakarta, PSBB di Jabar serta lain sebagainya,” kata mantan Wali Kota Bandung itu semacam dilansir Antara.

Sehingga dia juga menyesalkan pihak- pihak yang ditilik oleh kepolisian cumalah para kepala daerahnya, dalam perihal ini dia bagaikan Gubernur Jawa Barat. Baginya pihak yang lain pula mempunyai kedudukan dalam permasalahan kerumunan yang diprediksi melanggar protokol kesehatan ini.

” Jadi seluruh yang memiliki kedudukan butuh diklarifikasi. Selanjutnya jika Gubernur Jabar ditilik, Gubernur DKI ditilik, mengapa kejadian di lapangan terbang tidak ditilik, kan harusnya ini bupati tempat lapangan terbang yang banyak( massa) itu, gubernurnya pula hadapi perlakuan hukum yang sama,” kata dia

giff

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *