Mahfud MD Sebut Pelanggaran Prokes Dalam Kampanye Pilkada 2,2 Persen

BERITA RAKYAT – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum serta Keamanan( Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan pelanggaran protokol kesehatan COVID- 19 dalam kampanye Pilkada Serentak 2020, sebesar 2, 2 persen.

” Terdapat pelanggaran protokol kesehatan terjalin sebanyak 2, 2 persen, dari 73, 500 ribu event, itu pelanggaran- nya kira- kira 1. 510 protokol kesehatan, itu juga yang kecil- kecil, misalnya, kurang ingat gunakan masker, jumlah di ruangan lebih 2 orang, serta yang lain,” kata Mahfud usai mengetuai rapat kordinasi analisa serta penilaian tahapan Pilkada Serentak di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin( 23/ 11/ 2020).

   

Bagi ia, sampai hari ke- 59 masa kampanye Pilkada Serentak 2020 berjalan baik, nyaman serta terkontrol. Walaupun ditemui beberapa pelanggaran protokol kesehatan. Mahfud pula menarangkan, beberapa permasalahan pelanggaran yang ditemui dikala ini telah diproses.

” Yang diproses pindana spesial buat Pilkada terdapat 16 tindak pidana yang saat ini dalam proses penyidikan, serta pula telah dalam proses peradilan pula. Jadi, jangan bilang kalau tidak terdapat aksi. Seluruh telah ditindak, terdapat yang melanggar protokol, terdapat yang diperingatkan langsung berganti, setelah itu terdapat yang diproses pidana serta sebagainya,” tutur ia semacam dilansir dari Antara.

Memohon Warga Tertib Protokol

Menko Polhukam menegaskan, supaya pendamping calon serta pula regu kampanye tertib dalam melaksanakan protokol kesehatan. Bila melanggar, sanksi yang diberikan dapat diskualifikasi.

” Jangan main- main kepada paslon serta regu kampanye nya, sebab jika melaksanakan pelanggaran protokol kesehatan kami tindak, semacam yang lain, apalagi hingga diskualifikasi, bergantung pada kapasitas pelanggaran- nya,” katanya menegaskan.

Mahfud MD memohon warga menunjang penerapan Pilkada, sebab momen ini cuma 5 tahun sekali. Tiap orang dapat memastikan pemimpin mereka sendiri.

” Kita pula mohon supaya warga diberi uraian supaya berpartisipasi di dalam Pilkada, sebab 5 tahun pemimpin hendak didetetapkan oleh opsi mereka sendiri,” ucapnya.

giff

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *