Menanti 7 Tersangka Bikin Negara Rugi Puluhan Triliun di Skandal Asabri

BERITA RAKYAT – Investigasi permasalahan dugaan korupsi PT Asabri terus bersinambung. Saat ini terungkap kalau terdapat 7 calon terdakwa yang bakal diresmikan Kejagung dalam permasalahan tersebut.

Permasalahan dugaan korupsi di Asabri ini tadinya diserahkan Bareskrim Polri ke Kejagung. Salah satu sebabnya merupakan terdapatnya irisan antara permasalahan Asabri serta permasalahan korupsi PT Jiwasraya.

” Bareskrim sudah melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Agung terpaut permasalahan penindakan permasalahan Asabri, sebab sebagian terdakwa, modus operandi, serta peninggalan yang disita terdapat irisan antara permasalahan Jiwasraya serta Asabri,” kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo kepada detikcom, Selasa( 22/ 12/ 2020).

   

Statment senada di informasikan Jaksa Agung ST Burhanuddin. Burhanuddin menyebut dugaan calon terdakwa di permasalahan Asabri terdapat kemiripan dengan permasalahan Jiwasraya.

” Dugaan calon terdakwa dahulu ya, calon terdakwa itu nyaris sama antara Jiwasraya dengan Asabri. Jadi mengapa kami dimohon buat menanggulangi, sebab ini terdapat kesamaan, setelah itu serta kami pastinya telah memetakan tentang kasus ini,” kata Burhanuddin dalam jumpa pers di kantornya, Jalur Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa( 22/ 12).

Sehabis sebagian minggu, Kejagung setelah itu tingkatkan status penindakan masalah korupsi PT Asabri ke tingkatan penyidikan. Jaksa menebak terdapat investasi pembelian saham yang menyimpang dalam masalah yang diusut itu.

” Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Spesial secara formal sudah menerbitkan pesan perintah penyidikan( sprindik) dugaan masalah tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan serta dana investasi oleh PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia( Persero) ataupun PT Asabri( Persero) periode tahun 2012 hingga dengan tahun 2019,” ucap Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Jumat( 15/ 1).

Leonard menyebut PT Asabri pada 2012 hingga 2019 melaksanakan investasi saham Rp 10 triliun serta reksa dana Rp 13 triliun. Tetapi investasi itu diucap Leonard diprediksi menyalahi syarat.

” Kalau pada kurun waktu 2012 hingga 2019, PT Asabri sudah melaksanakan kerja sama dengan sebagian pihak buat mengendalikan serta mengatur dana investasi PT Asabri dalam investasi pembelian saham sebesar Rp 10 triliun lewat pihak- pihak yang terafiliasi serta investasi penyertaan dana pada produk reksa dana sebesar Rp 13 triliun lewat sebagian industri manajemen investasi( MI) dengan metode menyimpangi syarat peraturan perundang- undangan yang berlaku,” ucap Leonard.

” Perbuatan tersebut diprediksi sudah menyebabkan kerugian keuangan negeri sebagaimana diatur dalam Undang- Undang Republik Indonesia No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” imbuhnya.

Sprindik itu diteken Direktur Penyidikan Febrie Adriansyah No: Print- 01/ F. 2/ Fd. 2/ 01/ 2021 bertepatan pada 14 Januari 2021. Sehabis ini jaksa hendak memanggil saksi- saksi buat keperluan penyidikan.

Data baru kemudian di informasikan Jaksa Agung dikala rapat kerja bersama komisi III di Lingkungan Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa( 26/ 1). Burhanuddin menguak terdapat 7 calon terdakwa permasalahan PT Asabri.

” Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dana investasi PT Asabri periode 2021- 2019. Sudah dicoba pengecekan 18 saksi, telah 7 calon terdakwa,” kata Burhanudin.

” Serta masih bisa tumbuh lagi sebab masih dicoba pendalaman. Belum bisa kami sampaikan nama- nama tersangkanya,” lanjutnya.

Burhanuddin mengatakan kerugian negeri akibat dugaan korupsi di Asabri menggapai Rp 22 triliun.

” Peninggalan Asabri ini sebab pelakon, mohon maaf, pelakon Asabri dengan Jiwasraya itu memanglah sama, yang 2 antara Asuransi Jiwasraya serta Asabri,” kata Burhanuddin.

Burhanuddin berkata grupnya pula sudah menyita peninggalan terdakwa sebesar Rp 18 triliun. Kejagung masih terus menyelidiki aset- aset tersebut.

” Asetnya masih terdapat. Yang kemarin telah kami sita itu dekat Rp 18 triliun. Itu masih terdapat, sehingga kami hendak lacak terus,” ucapnya.

Lebih lanjut, Burhanuddin menyoroti kerugian negeri akibat permasalahan Asabri. Ia berkata bersumber pada perhitungan Tubuh Pemeriksa Keuangan( BPK) kerugian negeri akibat dugaan korupsi Asabri menggapai Rp 22 triliun.

” Bisa jadi hendak berat sebab kerugian Asabri ini di atas Asuransi Jiwasraya. Jadi hasil perhitungan BPKP itu Rp 17 triliun, tetapi kami memakai BPK Rp 22 sekian triliun,” ungkap Burhanuddin.

” Ini yang jadi fokus atensi di kami. Jadi peninggalan kami hendak senantiasa hendak lacak,” lanjutnya.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *