Mengaku Bisa Ramal Masa Depan, Jadi Modus Bos di Jakut Lecehkan 2 Pegawainya

BERITA RAKYAT – Pelecehan intim mengenai 2 orang pegawai salah satu industri perbankan di Jakarta Utara. Pelakunya tidak lain merupakan atasannya sendiri bernama samaran JH( 47).

Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi menerangkan, JH diberikan keyakinan oleh adiknya yang ialah owner industri buat melindungi serta mengelola. Sedangkan 2 wanita yang jadi korban pelecehan intim ialah DF( 25) serta EFS( 23) yang ialah sekertaris pibadi pelakon.

” Kedua korban ini ialah sekretaris 1 serta seketertaris 2,” kata Nasriadi di Polres Metro Jakarta Utara, Selasa( 2/ 3/ 2021).

   

Kepada sekertarisnya, Nasriadi mengatakan, JH mengaku memiliki keahlian meramal nasib serta rezeki seorang. Awal kali dipraktikkan kepada DF, karyawan yang telah bekerja dari Maret 2020 hingga November 2020. Perihal seragam pula diperagakan kepada seketeraris lain ialah EFS pada September 2020.

” Ia diperlakukan, dirayu, bujuk rayu ialah dengan metode hendak meramal serta sebagainya. Namun terdapat faktor pemaksaan di dalam bujuk rayu tersebut ialah dengan metode memegang organ- organ sensitif di badan korban. Ini dicoba kesekian,” ucap Nasriadi.

Bagi pengakuan korban, mereka tidak berani melawan sebab terdakwa senantiasa bawa senjata tajam di pinggangnya.” Khawatir jadi korban pembunuhan sebagainya, jadi khawatir, serta pasrah,” ucap ia.

Ajak Mandi Bareng

Nasriadi mengantarkan, ulah JH terus menjadi menggila. DF serta EFS ditawarkan buat membuka aura. JH membagikan ketentuan supaya mandi bersama. Tetapi, dikala itu kedua wanita itu menolak.

” Kala itu mereka diajak buat mandi bareng maksudnya buat membuka aura ataupun buat membuka hal- hal yang positif di badannya. Tetapi ditolak oleh kedua korban ini,” ucap ia.

Nasriadi mengantarkan, EFS yang gusar dengan tingkah atasannya memilah buat mengundurkan diri dari industri.

Saat sebelum itu, EFS mengantarkan kepada rekannya DF, alibi hengkang dari kantor. Dari situlah terungkap, mereka berdua nyatanya sempat hadapi perihal yang sama.

” Nah di situlah terbuka apa yang terjalin sepanjang ini. Sehingga mereka berdua bersama resign pada Oktober 2020,” ucap ia.

Nasriadi mengantarkan, salah satu korban mengadukan ke Polres Metro Jakarta Utara. Kesimpulannya JH dijebloskan ke penjara. Nasriadi berkata, terdakwa dijerat Pasal 289 KUHP dengan ancaman 9 tahun kurungan penjara.

” Sehabis kita mendengar laporan tersebut serta kita mendengar segala cerita ataupun segala yang dirasakan oleh kedua korban ini, berikutnya Satreskrim melaksanakan penangkapan terhadap terdakwa serta terdakwa sudah kita amankan,” tandas Nasriadi.

giff

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *