Menhan Prabowo Berminat Gelar Latihan Militer dengan China, Ini Respons AS

BERITA RAKYAT – Pejabat Departemen Luar Negara Amerika Serikat kaget kala mendengar Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bernazar latihan gabungan dengan militer Cina. Wacana itu disebutkan Prabowo berjumpa Menhan Cina Wei Fenghe pada minggu kemudian.

Bersumber pada laporan Xinhua, menhan kedua negeri sepakat buat melindungi perdamaian serta stabilitas di Laut Cina Selatan. Prabowo pula pernah menyinggung latihan gabungan militer

” Militer Indonesia berminat buat menguatkan kerja sama dengan pihak Cina pada bidang- bidang semacam pertukaran kunjungan, latihan gabungan, serta peralatan teknologi buat mempromosikan pengembangan ikatan yang berkepanjangan antara 2 angkatan bersenjata,” ucap Menhan Prabowo semacam dilansir media Cina.

Pejabat besar Kemlu AS kaget serta mengaku belum mendengar berita tersebut.

20170406-Donald Trump Bertemu dengan Xi Jinping di Florida-AP

” Aku belum mendengar menimpa obrolan itu,” ucap David R. Stilwell, Asisten Menteri Luar Negara AS buat Biro Asia Timur serta Asia Pasifik dalam telekonferensi Selasa( 15/ 9/ 2020).

Stilwell mengatakan tidak keberatan apabila kerja sama militer antara Indonesia serta Cina dapat menunjang perdamaian. Tetapi, dia menegaskan Cina memiliki track record yang kurang baik Mengenai menghormati kedaulatan negeri lain.

” Bila kerja sama itu bawa stabilitas serta hasil positif serta menghargai kedaulatan mitra- mitra ASEAN, hingga kita tidak keberatan. Namun track record( Cina) tidak bagus. Terdapat banyak contohnya,” ucap Stilwell.

2 contoh yang diucap Stilwell merupakan kelakuan” bullying” Cina di Laut Cina Selatan serta Vietnam.

Stilwell pula menyinggung retorika ASEAN yang mengaku mau netral dalam isu AS- China. Dia mengatakan malah Cina yang sering memohon keberpihakan ke negara- negara ASEAN.

” Kami kerap mendengar dari sahabat- sahabat ASEAN tentang kemauan supaya mereka tidak terbuat memilah( antara AS serta Cina), serta aku pikir AS tidak sempat memforsir opsi,” ucap Stilwell.

Ahli Geopolitik: ASEAN Wajib Kompak Dikala Nego dengan China

Negara- negara Asia terus menjadi dominan di kancah internasional, paling utama dalam perihal ekonomi. Cina saat ini jadi pesaing Amerika Serikat dalam perdagangan, tidak hanya itu Asia Tenggara( ASEAN) pula terus menjadi eksis.

Ikatan antara Cina serta ASEAN sangat erat di bidang ekonomi, tetapi terdapat masalah- masalah geopolitik yang dialami kedua negeri. Salah satu isu yang sensitif merupakan Laut Cina Selatan.

Dokter. Ha Anh Tuan dari Diplomatic Academy of Vietnam( DAV) mengatakan negara- negara ASEAN wajib kian bersatu buat berhadapan dengan Cina. Suara ASEAN yang kompak bakal menciptakan kedekatan yang lebih substansial serta komprehensif dengan Cina.

” Aku yakin kalau tanpa suara yang kokoh serta posisi bersatu, sangatlah susah buat ASEAN supaya menemukan konvensi serta kerja sama substansial dengan Cina,” ucap Dokter. Ha Anh Tuan dalam dialog bersama Foreign Policy Community of Indonesia, Jumat 3 September 2020.

Negara- negara ASEAN dianjurkan supaya mengenali kepentingan bersama supaya kian kompak dalam mengalami Cina dalam isu regional.

” Tanpa kepentingan bersama, tanpa keinginan politik bersama dari seluruh negara- negara ASEAN, kerja sama antara ASEAN saja telah susah, terlebih dalam kerja sama ASEAN- China,” jelasnya.

Sedangkan itu, bagi Dokter. Jayant Menon yang ialah Visiting Senior Fellow di Institute of Southeast Asian Studies( ISEAS- Yusof Ishak Institute), ASEAN yang lebih kompak memanglah dapat menuntaskan isu dengan lebih baik dengan Cina dibanding bila anggota ASEAN bergerak sendiri.

Walaupun demikian, Dokter. Jayant Menon mengakui kalau negara- negara ASEAN susah menciptakan pijakan bersama sebab masing- masing negeri memiliki kepentingan berbeda dengan Cina.

” Di dalam ASEAN susah buat mengambil posisi bersama sebab kepentingan berbeda. Jadi bolanya terdapat di Cina,” jelas Dokter. Menon.

Dia pula menegaskan supaya ASEAN tidak semacam Uni Eropa yang baginya sangat sentralistis serta dampaknya mulai goyah.

” ASEAN tidak semacam itu, serta seperti itu kenapa dia dapat bertahan. ASEAN memilik sistem yang banyak bersumber pada konsensus. Kalian cuma dapat bergerak sedini yang dapat dicoba anggota yang terlemah,” ucap Dokter. Menon.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *