Merapi Erupsi Besar, Warga Diimbau Tak Beraktivitas di Sekitar Gunung

BERITA RAKYAT – Balai Penyelidikan serta Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi( BPPTKG) mencatat Gunung Merapi sudah menghasilkan awan panas guguran( APG) sebanyak 36 kali dengan jarak luncur antara 500 sampai 3. 000 m dari kawah puncak pada hari ini, Rabu( 27/ 1/ 2021).

Informasi tersebut bersumber pada pengamatan semenjak jam 00. 00 Wib sampai 14. 00 Wib. Kepala BPPTKG Hanik Humaira berkata kegiatan Gunung Merapi tersebut, merambah fase erupsi efusif.

   

Pada fase tersebut, perkembangan kubah lava terus bertambah serta diiringi terdapatnya guguran lava serta awan panas guguran( APG).

” Semenjak bertepatan pada 4 Januari 2020 Gunung Merapi sudah merambah fase erupsi yang bertabiat efusif ataupun yang kita tahu pula bagaikan Jenis Merapi, ialah erupsi dengan perkembangan kubah lava setelah itu diiringi dengan guguran lava serta awan panas guguran,” jelas Hanik Humaira.

Ia pula memberi tahu terdapatnya akibat APG tersebut ialah terjalin hujan abu vulkanik dengan keseriusan tipis di sebagian desa di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali serta Kota Boyolali, Jawa Tengah.

” Mengimbau supaya warga tidak melaksanakan aktivitas di kawasan Rawan Musibah( KRB) III dengan jarak 5 km dari puncak pada alur Kali Krasak, Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Bebeng serta Kali Putih,” ucapnya.

Berikutnya, buat kurangi resiko dari akibat abu vulkanik, grupnya pula mengimbau kepada warga supaya menggunakan masker sampai menutup sumber ataupun penampungan air.

” Warga diimbau buat tidak melaksanakan kegiatan di wilayah yang direkomendasikan. Warga diimbau buat mengestimasi kendala akibat abu vulkanik semacam memakai masker, memakai kacamata serta menutup sumber air,” ucap Hanik.

Kemampuan Lahar Dingin

Tidak hanya APG serta abu vulkanik, ancaman lain yang berpotensi terjalin merupakan terdapatnya lahar dingin, mengingat dikala ini sebagian daerah Indonesia merambah masa penghujan.

” warga senantiasa waspada apabila terjalin hujan di kawasan puncak Gunung Merapi. Warga pula butuh mewaspadai bahaya lahar dingin, paling utama dikala terjalin hujan di puncak merapi,” pungkasnya.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *