Pamer Kekuatan pada Iran, 2 Pesawat Pengebom AS Dikerahkan ke Teluk

BERITA RAKYAT – Amerika Serikat( AS) mengerahkan 2 pesawat pengebom jarak jauh, B- 52, ke daerah Teluk. Perihal tersebut dimaksudkan buat pamer kekuatan pada Iran.

Semacam dikutip AFP, Jumat( 11/ 12/ 2020), 2 pesawat pengebom AS itu lepas landas dalam waktu pendek dari Pangkalan Angkatan Hawa Barksdale di Louisiana, AS, pada Kamis( 10/ 12) waktu setempat, buat misi penerbangan nonstop sepanjang 36 jam yang melintasi Eropa serta Semenanjung Arab mengarah ke kawasan Teluk.

   

Kedua pesawat pengebom itu berbalik di dekat Qatar sembari melindungi jarak nyaman dari garis tepi laut Iran. Misi semacam ini ialah misi kedua dalam 2 bulan terakhir.

” Misi ini dirancang buat menggarisbawahi komitmen militer AS kepada mitra- mitra regionalnya, sedangkan pula memvalidasi keahlian buat mengerahkan kekuatan tempur dengan kilat di mana saja di dunia,” sebut Komandan Komando Pusat AS, Jenderal Frank McKenzie, dalam pernyataannya.

Sedangkan McKenzie tidak menyebut Iran bagaikan fokus dari misi ini, AS sudah menggunakan aksi pamer kekuatan di hawa serta laut buat menghindari Iran dari sikap jahat terhadap pasukan AS serta sekutunya di kawasan Teluk.

” Musuh potensial sepatutnya menguasai kalau tidak terdapat negeri di dunia yang lebih siap serta sanggup dengan kilat mengerahkan kekuatan tempur bonus dalam mengalami agresi apapun,” tegas McKenzie.

Bagi seseorang pejabat pertahanan AS yang enggan diucap namanya, penerbangan 2 pesawat pengebom B- 52 itu dikoordinasi dengan sekutu- sekutu AS, dengan pesawat dari Arab Saudi, Bahrain serta Qatar turut terbang bersama pesawat pengebom itu dikala melintasi daerah hawa negara- negara tersebut.

Tahun kemudian, Presiden Donald Trump memerintahkan Pentagon buat memangkas jumlah pasukan AS di Irak jadi cuma 2. 500 personel pada pertengahan Januari tahun depan– angka terendah semenjak tahun 2003. Trump pula memerintahkan pemangkasan seragam terhadap pasukan AS di Afghanistan serta Somalia.

Tetapi Angkatan Laut AS masih mempunyai kedatangan signifikan di kawasan tersebut.

Pada akhir November kemudian, suatu kapal induk yang dipandu oleh USS Nimitz yang bertenaga nuklir berlayar ke kawasan Teluk.

” Kembalinya Nimitz dipusatkan pada buat melindungi keahlian Centcom buat senantiasa pada bentuk badan serta bersiap menolong melindungi stabilitas serta keamanan regional,” sebut juru bicara Armada ke- 5 AS, Komandan Rebecca Rebarich, pada dikala itu.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *