Pengakuan Mengejutkan Brenton Tarrant Peneror Masjid di New Zealand

BERITA RAKYAT – Brenton Tarrant, pelakon penembakan di 2 masjid Selandia baru membagikan pengakuan mengejutkan. Ia dengan tampang datar, mengaku mau menewaskan lebih banyak orang.

Semacam dikutip BBC, Selasa( 25/ 8/ 2020) Brenton Tarrant, yang menewaskan 51 orang di 2 masjid di Selandia Baru pada 2019, memiliki rencana menjadikan masjid ketiga bagaikan target serta mau membakar masjid- masjid ini” supaya jatuh korban sebanyak bisa jadi”.

Perihal ini terungkap dalam persidangan putusan hari Senin( 24/ 08). Tarrant, seseorang masyarakat Australia, mengaku bersalah atas 51 dakwaan pembunuhan, 40 percobaan pembunuhan serta satu dakwaan terorisme.

Pria berumur 29 tahun ini mengalami hukuman seumur hidup serta bisa jadi tidak hendak dapat dibebaskan lebih dini, tipe hukuman yang belum sempat dikeluarkan di Selandia Baru.

Dalam persidangan hari Senin, Tarrant berjumpa langsung dengan korban yang selamat serta keluarga mereka.

Salah satu di antara lain merupakan Maysoon Salama, yang kehabisan anak laki- lakinya, Atta Elayyan.

” Kamu sudah berikan kuasa ke diri Kamu sendiri buat mencabut 51 nyawa orang- orang yang tidak berdosa, salah satunya kesalahan mereka, di mata Kamu, merupakan mereka ini orang- orang Islam,” kata Salama, sembari menahan tangis.

Serbuan pada 15 Maret 2019, dalam sebagian bagian, oleh Tarrant ditayangkan secara langsung di internet.

Pertama- tama dia mengarah Masjid Angkatan laut(AL) Noor serta menembaki orang- orang yang salat Jumat. Setelah itu dia mengarah Masjid Linwood serta menewaskan orang- orang di rumah ibadah ini.

Insiden mengejutkan warga internasional serta merangsang pemerintah Selandia Baru mengganti undang- undang tentang senjata api.

Para penyintas serta anggota keluarga korban hendak berdialog dalam persidangan yang dijadwalkan hendak dilaksanakan dalam 4 hari.

Persidangan diselenggarakan di gedung majelis hukum di Christchurch, kota tempat Tarrant melaksanakan serbuan. Ruang majelis hukum bonus di dalam lingkungan majelis hukum di Christchurch disediakan buat para penyintas serta saudara korban yang terbunuh.

Tarrant( 29) dari New South Wales, Australia, tadinya membantah tuduhan terhadapnya serta hendak dijadwalkan hendak diadili pada Juni kemudian, saat sebelum dia membatalkan pembelaannya.

Ia saat ini mengalami hukuman minimum 17 tahun, namun Hakim Cameron Mander, hakim Majelis hukum Besar yang mengetuai permasalahan ini, mempunyai kuasa buat menghukumnya seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.

Lebih dari 60 orang hendak membagikan kesaksian secara langsung pada persidangan itu. Sebagian sudah melaksanakan ekspedisi dari luar negara serta menempuh ketentuan karantina 14 hari buat dapat bersaksi.

Dokter Hamimah Tuyan, yang suaminya, Zekeriya Tuyan, wafat nyaris 7 minggu sehabis ditembak di Masjid An- nur, terbang dari Singapore buat menjajaki persidangan itu.

Dokter Tuyan berkata kepada BBC kalau ia pernah ragu- ragu apakah dia hendak menulis statment yang hendak dibacakannya di depan Tarrant.

Dia takut kalau itu bisa jadi” menaikkan narsisismenya”, namun pada kesimpulannya dia memutuskan kalau ia hendak melaksanakannya.

” Aku belum betul- betul memiliki waktu buat memikirkan gimana perasaan aku terhadapnya ataupun gimana perasaan aku dikala memandang ia secara langsung,” katanya.

Ratusan orang yang lain cuma dapat menyaksikan sidang lewat video dari ruang persidangan lain di kota itu buat melindungi jarak sosial.

Hakim Mander berkata dalam perintah yang dikeluarkannya bulan ini kalau majelis hukum mempunyai wewenang buat menghalangi publikasi statment korban bila dibutuhkan.

Serbuan Tarrant terhadap 2 masjid, yang sebagian bagiannya ditayangkan langsung secara daring, mengejutkan dunia serta mendesak Selandia Baru membuat pergantian kilat pada undang- undang terpaut senjata di negeri itu.

Kurang dari sebulan sehabis penembakan, parlemen negeri itu membagikan suara 119 banding 1 terpaut reformasi yang melarang senjata semi- otomatis militer dan bagian- bagian yang bisa digunakan buat membuat senjata api terlarang.

Pemerintah menawarkan buat berikan kompensasi kepada owner senjata dalam skema pembelian kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *