Pengemudi Betor Ini Ditangkap Polisi Karena Cabuli 5 Putrinya, Pantas Dikebiri!

BERITA RAKYAT – Gara- gara ditinggal istri, seseorang laki- laki di Kelurahan Medan Perjuangan, Kecamatan Medan Timur, tega mencabuli 5 orang anak yang ialah darah dagingnya sendiri. Petaka kelima anak tersebut berawal kala kedua orangtua mereka, S( 38) serta A kerapkali bertengkar.

Masing- masing kali bertengkar, S tidak tidak sering memakai kekerasan raga yang menyakiti si istri. Tidak tahan dengan perlakuan suaminya, perempuan itu kesimpulannya memutuskan hengkang dari rumah tersebut, semenjak Juli 2020 kemudian. Dia meninggalkan ke- 6 anaknya bersama S yang tiap hari bekerja selaku pengemudi becak bermotor( betor).

   

“ Rumah tangga terdakwa S serta istrinya A, kurang harmonis serta sering bertengkar sampai kesimpulannya istrinya itu meninggalkan rumah serta memilah tinggal di wilayah Marelan,” kata Kanit PPA Polrestabes Medan, AKP Meter Ginting dalam keterangannya, Jum’ at( 19/ 2/ 2021). Semenjak kepergian si istri, nyatanya S kian kalap, diprediksi lantaran birahi yang tidak tersalurkan.

Kala hitam mata, dia juga kesimpulannya tega merangsek ke kamar sang sulung yang berumur 14 tahun. Tidak cuma kepada Sang Sulung, S pula nyatanya tega mencabuli putrinya yang lain, sampai Sang Bungsu yang masih berumur 5 tahun. Perbuatan biadab itu kesimpulannya terungkap sehabis gadis keduanya mengadu kepada bunda mereka.

“ Pada bertepatan pada 08 Februari 2021, pelapor dikirimi pesan lewat messanger oleh gadis keduanya,” kata Meter Ginting.“ Mak, jemputlah kami, terdapat yang ingin saya bilang sama mamak!” Bunyi pesan tersebut kepada A. Menemukan pesan itu, A setelah itu berjumpa dengan Sang Sulung serta gadis keduanya di sesuatu tempat. Di sanalah, kedua anak muda itu mengadu kepada ibunya kalau mereka telah dicabuli si bapak.

Teranyar, perbuatan bejat si bapak dicoba pada 8 Januari 2021 kemudian.“ Terdakwa melaksanakan pencabulan pada dikala anak- anaknya lagi tidur, dengan metode menghirup buah dada serta memasukkan jarinya pada perlengkapan kelamin korban,” jelasnya. Si bunda bagai tersambar petir di siang bolong mendengar pengakuan kedua putrinya.

Dia juga bergegas bawa anak- anaknya kemudian membuat pengaduan ke Polrestabes Medan. Polisi setelah itu melaksanakan penyelidikan serta memohon penjelasan para saksi, sampai kesimpulannya meringkus S sehabis menetapkannya selaku terdakwa.“ Sehabis dicoba pengecekan terhadap korban, hasil visum pula menunjang. Kesimpulannya pada bertepatan pada 18 Februari 2021 terdakwa ditangkap di rumahnya,” jelasnya.

Kepada penyidik, S pernah membantah bila dia sudah mencabuli kelima putrinya. Dia mengaku cuma mencabuli satu putrinya saja. Tetapi, bersumber pada hasil visum, diprediksi kokoh dia sudah melaksanakan pencabulan terhadap kelima putrinya.

Atas perbuatannya, S dijerat dengan pasal 82 ayat 1 serta 2 UU no 35 tahun 2014 atas pergantian Undang- undang no 23 tahun 2002 tentang Proteksi Anak.“ Ancaman hukuman 15 tahun penjara, sebab dicoba bapak kandungnya, makan hukuman ditambah 1/ 3 lagi. Kami pula hendak memasukan Perpres no 70 tahun 2020 tentang Kebiri,” pungkas Meter Ginting.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *