Perjalanan Kasus Biduanita Dilaporkan Perkosa Remaja, Mangkir hingga Bantahannya

BERITA RAKYAT – Seseorang anak muda laki- laki mengaku jadi korban pemerkosaan oleh biduanita dangdut di Probolinggo. Korban berkata dirinya diperkosa sehabis dicekoki miras sampai mabuk. Biduanita itu seseorang janda bernama samaran DP umur 28 tahun masyarakat Kota Probolinggo.

Bermula dikala turut kerabat jadi kameramen orkes dangdut, anak muda berumur 16 tahun itu berkenalan dengan penyanyinya. Dari perkenalan itu, DP kerap mengajak sang anak muda buat semata- mata jalur ataupun makan bersama. Sampai sesuatu hari, sang anak muda diajak ke kos DP. Di sana biduan serta anak muda itu mabuk bersama.

   

Dikala mabuk seperti itu sang anak muda mengaku sudah dicabuli sampai diajak berhubungan seksual. Dikala berhubungan seksual seperti itu terdapat perlakuan DP yang menjurus agresif ke sang anak muda. Sang anak muda mengaku pencabulan serta pemerkosaan itu dicoba bunda satu anak itu kepadanya sepanjang 3 hari berturut- turut. Mulai 11- 13 April 2021 di 3 tempat berbeda.

” Sehabis mabuk aku dicabuli serta diajak berhubungan seksual. Tempatnya senantiasa berpindah- pindah. Tempat awal di rumah kos daerah Desa Muneng, kedua di kos di wilayah Kelurahan Ketapang serta yang ketiga di rumahnya. Leher serta jari tangan aku digigit,” kata sang anak muda.

Dikala kembali, pasti saja orang tua sang anak muda langsung bertanya kemana saja dia sepanjang 3 hari. Sang anak muda menggambarkan apa yang sudah dialaminya sepanjang 3 hari tersebut.

” Anak aku masih di dasar usia, masih pelajar. Akibat perbuatan pelakon, masa depannya dapat sirna,” ucap S, bapak sang anak muda.

Sebab alibi seperti itu kesimpulannya S memberi tahu biduanita perkosa anak muda itu ke polisi. Dia memperhitungkan perbuatan DP telah tidak dapat ditoleransi lagi.

” Aku berharap polisi lekas memproses hukum pelakon supaya tidak terdapat korban lagi”, kata S.

Polisi telah menerima laporan biduanita perkosa anak muda yang diajukan S. Penyidik telah memohon penjelasan pelapor serta saksi korban. Tetapi DP tidak tiba pada panggilan awal, Jumat( 23/ 4/ 2021). Polisi hendak melaksanakan pemanggilan ulang ke 2 kalinya dalam minggu ini.

Tetapi kesimpulannya DP penuhi panggilan polisi. Tetapi, biduanita itu membantah sudah melaksanakan pemerkosaan terhadap seseorang anak muda pria. Baginya seluruhnya tidak benar. DP ialah masyarakat Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo ditilik 2 jam di ruang penyidik Unit PPA( Proteksi Wanita Serta Anak) Satreskrim Polres Probolinggo Kota.

Walaupun terlapor berkelit ataupun menyanggah apa yang dilaporkan, penyidik senantiasa kroscek serta melaksanakan penyidikan intensif permasalahan asusila ini. Tidak berpihak ke siapa juga, baik ke pelapor ataupun ke terlapor.

Polisi membentuk regu yang dipandu langsung Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Heri Sugiono, buat penindakan permasalahan pemerkosaan ini. Regu langsung bersama terlapor mengarah ke 3 TKP serta melaksanakan penyelidikan, buat memastikan proses hukum berikutnya.

” Tabah kita masih melaksanakan penyelidikan, serta terlapor tiba mengelak atas tuduhan pelapor. Jadi kita kroscek 3 TKP buat kebenarannya serta kita cocokkan dengan korban serta saksi- saksi nantinya, tunggu hasilnya,” imbuh Heri.

Bila benar DP teruji melaksanakan persetubuhan serta pencabulan, hingga DP hendak terancam Pasal UU Nomor 35 tahun 2014 Pasal 81 ayat 2 ataupun Pasal 82 ayat 1.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *