Pesan Menohok Susi Pudjiastuti: Kipas Kematian Lobster di Indonesia

BERITA RAKYAT – Di tengah pemberitaan tertangkapnya Menteri Kelautan serta Perikanan( KP) Edhy Prabowo terpaut permasalahan suap ekspor benih lobster ataupun benur, nama Susi Pudjiastuti ikut jadi sorotan.

Perihal ini lantaran Susi ialah mantan Menteri Kelautan serta Perikanan yang menolak ekspor benih lobster. Pada masa jabatannya( kabinet kerja 2014- 2019), Susi melarang penangkapan lobster, kepiting, serta rajungan dari spesies ataupun genus tertentu, yang dalam kondisi bertelur serta dalam dimensi tertentu.

   

Pelarangan itu diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan serta Perikanan No 1/ 2015. Spesies ataupun genus yang dilarang merupakan lobster Panulirus spp., kepiting Scylla spp., serta rajungan dari Portunus pelagicus spp.

Susi sering bersuara menimpa ekspor benih lobster ini di sosial media, semacam Twitter serta Instagram. Saat ini, pendapat- pendapat itu kembali mencuat lantaran apa yang sepanjang ini diwanti- wanti oleh Susi terjawab telah.

Semacam salah satu video yang diunggah Susi pada Februari 2019 kemudian,“ Ini kipas kematian buat keberadaan lobster di Indonesia,” ucap Susi semacam dilansir, Sabtu( 28/ 11/ 2020).

“ Apabila kita tidak hirau serta tidak ingin menghentikan pengambilan benih- benih lobster, kita cuma hendak memperkaya Vietnam serta Indonesia tidak hendak sempat lagi amati lobster- lobster di lautan kita,” sambung ia.

Susi mengatakan, dahulu nelayan Trenggalek sanggup menciptakan 0, 5 sampai 1 ton lobster besar yang diekspor dengan nilai Rp 1 sampai 2 juta. Ironisnya, saat ini benih lobster diperoleh dari nelayan memperoleh harga yang sangat kecil dibanding harga ekspor.

“ Saat ini harga lobster telah Rp 4 juta lebih. Tetapi benihnya diambil dengan harga Rp 10 ribu, Rp 30, serta Rp 100 ribu. Tetapi kita amenggali kematian keunahan dari lobster- lobster kita,” kata Susi.

Terakhir, Susi berpesan supaya pengambilan benih lobster lekas dihentikan bila tidak mau lobster enyah dari laut Indonesia“ Tolonglah, jika dapat kita seluruh siuman, laut masa depan bangsa kita, dilindungi serta hentikan pengambilan benih. Perkenankan mereka hidup serta besar,” tutur ia.

Data saja, melansir halaman instagram@idx_channel, berikut rincian harga benih lobster:

1. Harga benih/ benih udang raksasa( lobster air tawar) di kisaran Rp 2. 500

2. Harga benih lobster air tawar bermutu di kisaran Rp6. 000

3. Harga benih lobster air tawar dimensi 2 inchi up di kisaran Rp 3. 500

4. Harga benih Lobster Air Tawar 2. 5- 3 inch up di kisaran Rp 5. 000

5. Harga benih lobster pasir di kisaran Rp 4. 500

6. Harga benih lobster mutiara di kisaran Rp 15. 000 hingga Rp 20. 000.

Sebaliknya apabila telah berusia, harga lobster sangat besar.

1. Lobster batu: Rp 210. 000– Rp 400. 000 per kg

2. Lobster Pakistan: Rp 400. 000 per kg

3. Lobster pasir: Rp 390. 000 per kg

4. Lobster bambu: Rp 250. 000– Rp 1. 200. 000 per kg

5. Lobster batik: Rp 900. 000 per kg

6. Lobster mutiara: Rp 1. 500. 000 per kg

Edhy Prabowo serta Istri Belanjakan Duit Rp 750 Juta di Hawaii, buat Apa Saja?

FOTO: Dugaan Suap Penetapan Calon Eksportir Benih Lobster, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditahan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi( KPK) sudah menetapkan Menteri Kelautan serta Perikanan Edhy Prabowo bagaikan terdakwa dalam permasalahan dugaan suap terpaut izin ekspor benih lobster ataupun benur. Bersumber pada hasil penyidikan, Edhy Prabowo serta istrinya pula ditemui sudah membelanjakan duit panas tersebut kala berkunjung ke Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat.

Wakil Pimpinan KPK Nawawi Pomolango mengantarkan, Edhy Prabowo serta istri, Iis Rosita Dewi, sudah menggelontorkan duit dekat Rp 750 juta buat membeli bermacam benda mengkonsumsi individu.

” Duit itu digunakan buat belanja benda elegan oleh EP( Edhy Prabowo) serta IRW( Iis Rosita Dewi) di Honolulu pada 21 hingga 23 November 2020, beberapa dekat Rp 750 juta. Duit itu dibelanjakan jam tangan rolex, tas Tumi serta LG, pakaian Old Navy,” ungkap Nawawi dalam jumpa pers di Gedung KPK, semacam dilansir Kamis( 26/ 11/ 2020).

KPK sendiri sudah melaksanakan penyidikan kepada Edhy Prabowo serta istri semenjak Mei 2020. Pada dikala itu ditemui kiriman duit sebesar USD 100 ribu, ataupun dekat Rp 1, 4 miliyar( kurs Rp 14. 144 per dolar AS) dari Direktur PT DPP Suharjito.

Duit tersebut dikirimkan lewat Safri yang pula ialah Staf Spesial Menteri KKP, serta Amirul Mukminin selaku pihak swasta.

Tidak hanya itu, Safri serta Andreu Individu Misata( Staf Spesial Menteri KKP/ Pimpinan Pelaksana Regu Uji Tuntas) pada Agustus 2020 pula kepergok menerima duit senilai Rp 436 juta dari Ainul Faqih, seseorang staf istri Menteri KKP Edhy Prabowo.

Kemudian pada 5 November 2020, diprediksi ada transfer dari rekening pemegang PT Aero Citra Kargo Amri serta Ahmad Bahtiar ke rekening salah satu bank atas nama Ainul Faqih. Jumlahnya sebesar Rp 3, 4 miliyar yang ditujukan untuk keperluan Edhy Prabowo serta istri, dan Safri serta Andreu Individu Misata.

Menko Luhut Ungkap Kesalahan Ekspor Benih Lobster

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman serta Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sudah menuntaskan rapat perdananya bagaikan Menteri Kelautan serta Perikanan Angkatan darat(AD) Interim, mengambil alih posisi Edhy Prabowo yang jadi terdakwa KPK akibat permasalahan korupsi benih lobster( benur).

Seusai rapat, Luhut berkata, dia hendak melaksanakan koordinasi dengan para pejabat Departemen Kelautan serta Perikanan( KKP) supaya tidak terdapat program kebijakan yang terhenti.

” Tadi aku rapat awal dengan seluruh eselon I buat memandang jangan terdapat pekerjaan yang terhenti seluruh prosesnya,” kata Luhut di Gedung Mina Bahari I, Jakarta, Jumat( 27/ 11/ 2020).

Salah satu ulasan dalam rapat tersebut terpaut izin ekspor benih lobster ataupun benur. Bagi ia, sesungguhnya tidak terdapat yang salah terpaut kebijakan tersebut.

” Tadi kita penilaian sebentar menimpa benih lobster. Jadi jika dari ketentuan yang terdapat yang terbuat Peraturan Menteri( KKP) yang terbuat tidak terdapat yang salah. Seluruh itu dinikmati oleh rakyat menimpa program ini,” ucap Luhut.

Tetapi, KKP disebutnya tengah mengevaluasi mekanisme dari kebijakan izin ekspor benur. Sehingga buat sedangkan kegiatannya dihentikan sebagian waktu, serta buka kemampuan hendak dilanjutkan seusai penilaian.

” Sedangkan yang salah tadi merupakan dominasi semacam pengangkutan soal ekspor benur, itu yang tidak boleh terjalin. Jika telah bagus kita amati, baru teruskan. Sebab sekali lagi itu membagikan khasiat ke nelayan di pesisir selatan, dimana di sana pula wajib dicermati siklusnya,” tuturnya.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *