Polisi Gagalkan Ribuan Kardus Rokok Ilegal

Direktorat Polisi Air Polda Riau mengambil alih 1.062 kardus rokok tanpa cukai dari sebuah kapal di Sungai Dendan, Kabupaten Indragiri Hilir. Jika rokok ilegal itu sampai beredar, negara kehilangan potensi penerimaan negara dari cukai.

Menurut Direktur Polisi Air Polda Riau Komisaris Besar Badarudin, dua penjaga kapal inisial JM dan IH ditangkap. Pihaknya sudah mengantongi identitas pemilik ribuan rokok ilegal dari Kepulauan Riau itu.

Kepada petugas, ke-2 tersangka belum mendapat upah dari pemilik rokok. Sang pemilik yang diketahui berasal dari Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, berjanji berikan duit sehabis rokok terjual.

“Jadi kapal ini sebagai penyimpanan, ada dua speedboat yang mengantar ke kapal. Keduanya mengaku belum menerima upah,” kata Badarudin, Selasa siang, 7 Juli 2020.

Badarudin menjelaskan, rokok Luffman ini cuma boleh beredar di kawasan bebas. Sementara di Riau, rokok ini harusnya ada cukai sebagai pemasukan untuk negara.

“Rokok ini juga tidak dilengkapi bersama dengan bhs Indonesia, tidak boleh beredar jika di kawasan tertentu,” kata Badarudin.

Badarudin menerangkan, informasi ada kapal menyimpan rokok ilegal di terima pekan lalu. Pada Sabtu siang, 4 Juli 2020, polisi manfaatkan dua kapal menuju Sungai Dendan.

Awalnya, petugas tidak mendapatkan rokok karena kapal itu memuat ribuan batok kelapa di atasnya. Setelah di check teliti, petugas mendapatkan celah di bagian dalam kapal.

“Ketika dibongkar ternyata ada ribuan kardus rokok, sehabis ditotal nilainya nyaris Rp5 miliar,” sebut Badarudin didampingi Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto dan Kasubdit Gakkum AKBP Wawan Setiawan.

Selama ini, Polda Riau melindungi ketat tempat Tembilahan dan Kuala Enok karena jadi celah penyelundupan rokok ilegal. Sementara Sungai Dendan relatif aman sehingga jarang dipantau.

“Makanya pas dapat informasi, dua kapal segera berganti ke sana, ternyata benar,” sebut Badarudin.

Atas perbuatannya, ke-2 tersangka dijerat bersama dengan Pasal 104 Undang-Undang (UU) Nomor 7 th. 2014 mengenai Perdagangan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan/atau Pasal 480 KUHP.

“Karena rokok ini dianggap berasal dari luar negeri masuk lewat Kepulauan Riau menuju Riau, maka tersangka juga akan dijerat bersama dengan UU Kesehatan,” kata Badarudin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *