Polisi Tindak Lanjuti Laporan Dugaan SARA Abu Janda ke Aktivis Papua Natalius Pigai?

BERITA RAKYAT – Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusidi Hartono mengantarkan, grupnya masih menekuni laporan terpaut ujaran bernada SARA yang diprediksi dicoba oleh Permadi Arya alias Abu Janda melalui account sosial media Twitter@permadiaktivis1.

” Yang jelas segala laporan warga tentu diterima, tentu dilayani Polri buat ditindaklanjuti,” tutur Rusdi di Rumah sakit Bahayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat( 29/ 1/ 2021).

Rusdi menyebut, belum terdapat pemanggilan yang dicoba penyidik atas laporan tersebut, tercantum ke Abu Janda.

   

” Kita pelajari dahulu, dikala ini penyidik masih menekuni LP yang kemarin terbuat oleh pelapor, sedangkan. Nanti perkembangannya tentu hendak di informasikan,” jelas Rusdi.

Tadinya, DPP KNPI lewat Pimpinan Bidang Hukum DPP KNPI Medi Lubis memberi tahu account@permadiaktivis1 ataupun diprediksi account kepunyaan Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri. Pelaporan ini dicoba terpaut cuitan di account Twitter tersebut yang diprediksi memiliki ujaran kebencian.

Laporan rasisme ini tertuang dalam no LP/ B/ 0052/ I/ 2021/ Bareskrim, bertepatan pada 28 Januari 2021. Pelapor merupakan Medya Rischa dengan terlapor@permadiaktivis1.

” Sudah diterima laporan kami Alhamdulillah, secara koperatif dari pihak polisi pula kami tidak dipersulit, telah kami tunjukkan bukti- buktinya kalau kami hari ini sudah memberi tahu account Twitter@permadiaktivis1 yang diprediksi dipunyai oleh kerabat Permadi Arya alias Abu Janda ya,” kata Medi kepada wartawan, Kamis( 28/ 1/ 2021).

” Jadi yang kami laporkan di mari merupakan dugaan terdapatnya ujaran kebencian dengan mengenakan SARA ya dalam twitnya bertepatan pada 2 Januari 2021 yang menyebut, Kau@nataliuspigai apa kapasitas kau, ah telah berakhir evolusi kau.,” sambungnya.

Alasan

Medi menarangkan, perkata evolusi seperti itu yang membuat grupnya memberi tahu perihal ini ke Bareskrim Polri. Sebab baginya, cuitan tersebut diprediksi sudah menyebarkan ujaran kebencian.

” Mengapa kami bilang begitu, contohnya salah satu adik kami ini ya. Dia berasal dari Papua, dengan terdapatnya perkata evolusi tersebut, telah jelas iktikad serta tujuannya bukan sembarang ngetwitt, tetapi tujuannya merupakan menghina wujud raga dari adik- adik kita ini yang satu daerah dengan Natalius Pigai. Boleh ditanya ini kerabat Amran Aso dari DPP KNPI pula berasal dari Papua, coba apakah tersinggung dengan apa yang diucapkan oleh Permadi? Iya( jawab Amran),” jelasnya.

” Jadi, perkata evolusi itu jelas ya. Jadi tidak hanya pula enggak nyambung sama topik tadinya yang lagi ia bicarakan di Twitter, tahu- tahu langsung ia sebut eh kau telah berakhir evolusi apa belum?. Nah itu maknanya enggak bagus ya, bisa jadi rekan- rekan pula memiliki asumsi sendiri terhadap itu,” sambungnya.

Oleh sebab perkataan seperti itu, yang membuat mereka memberi tahu perihal ini ke Bareskrim Polri buat supaya diproses lebih lanjut. Terlebih, laporan mereka ini sudah diterima dengan bawa fakta screen capture cuitan tersebut.

” Jadi ini fakta kami telah memberi tahu, tidak hanya itu kami pula mengucapkan apresiasi yang sebesar- besarnya kepada Mabes Polri yang sudah menerima baik laporan kami, disamping itu harapan yang sangat besar kami taruh ke pundak Polri saat ini supaya bisa menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Jangan memandang itu siapa- siapa orang itu ya, memandang dari sepak terjangnya kita ketahui orang ini ya,” ucapnya.

Medi mengaku, saat sebelum membuat laporan tersebut, terlapor dalam perihal ini Abu Janda pernah menantang. Sehingga, perihal ini jadi ramai di media sosial Twitter serta jadi trending.

” Jadi bertepatan ini pula kami mohon kepada Polri supaya bisa handal menanggulangi laporan kami tersebut mewakili adik- adik kami yang hatinya telah terlanjur tersakiti ya atas omongan dari Permadi, buat itu kami pula mohon sokongan dari rekan- rekan wartawan, kabar berikutnya kita silih pembaharuan saja, mohon doa restunya, mudah- mudahan langkah baik serta nawaitu dari DPP KNPI ini diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucapnya.

Baginya, tidak jadi permasalahan bila cuitan tersebut telah dihapus dari account diprediksi kepunyaan Abu Janda. Sebab, mereka telah memiliki fakta yang pula jadi fakta dini dalam laporan tersebut.

” Enggak permasalahan twit itu dihapus, tetapi sebab banyaknya warga yang merasa tersinggung. Hingga kami telah miliki screen capturenya lebih dahulu ya serta itu telah diterima bagaikan fakta dini, fakta permulaan dalam mengajukan laporan ini, jika tidak laporan kami tidak hendak diterima,” tuturnya.

Dalam perihal ini, Abu Janda dilaporkan dengan Pasal 28 a Undang- Undang ITE, terpaut cuitannya tersebut.” Abu Janda diprediksi melanggar Pasal 28 a UU ITE, sebab atas perkataannya itu memunculkan ujaran kebencian antar kalangan tertentu,” pungkasnya.

Sedangkan itu, salah anggota DPP KNPI asal Papua ialah Amran Aso sangat terpukul atas cuitan serta merasa sangat terhina. Walaupun cuitan itu tertuju kepada Natalius Pigai.

” Pasti aku bagaikan orang Papua. Kala ujaran itu di informasikan ke Natalius Pigai yang merasakan pula, kami bagaikan orang Papua. Sebab itu, aku bagaikan orang Papua sangat terpukul serta sangat terhina, aku kira begitu,” tutup Amran.

giff

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *