Raja Salman Serukan Dunia Ambil Posisi Tegas terhadap Iran

BERITA RAKYAT –  Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al- Saud, menyerukan dunia buat mengambil posisi tegas dalam mengalami upaya- upaya Iran meningkatkan program nuklir serta rudal balistik. Seruan ini di informasikan Raja Salman dalam pidato tahunan di hadapan tubuh penasihat pemerintah Saudi.

” Kerajaan( Saudi) menekankan bahaya proyek regional Iran, campur tangannya di negara- negara lain, mendesak terorisme, mengobarkan api sektarianisme, serta menyerukan komunitas internasional buat mengambil posisi tegas terhadap Iran yang menjamin penindakan ekstrem dalam upayanya memperoleh senjata pemusnah massal serta meningkatkan program rudal balistiknya,” cetus Raja Salman semacam dikutip Reuters, Kamis( 12/ 11/ 2020).

   

Pidato tahunan ini jadi statment publik awal Raja Salman semenjak ia berpidato dikala Persidangan Majelis Universal Perserikatan Bangsa- bangsa( PBB) yang diselenggarakan secara virtual pada September kemudian. Dikala itu, Raja Salman pula menargetkan Iran dalam pidatonya.

Saudi yang kebanyakan menganut Sunni serta Iran yang menganut Syiah ikut serta kompetisi bertahun- tahun buat menancapkan pengaruh di kawasan Timur Tengah. Kedua negeri juga menunjang pihak yang bertentangan dalam beberapa konflik, mulai dari Suriah sampai Yaman.

Belum terdapat respon langsung dari Iran terhadap statment Raja Salman ini. Otoritas Iran tadinya menyebut statment Saudi yang menyudutkan grupnya bagaikan tuduhan tidak berdasar serta menyangkal sudah mempersenjatai kelompok- kelompok yang ikut serta konflik di Timur Tengah.

Tv nasional Saudi menayangkan potret- potret Raja Salman lagi mengantarkan pidato secara virtual dari istananya di Neom. Sebagian waktu kemudian, Raja Salman pernah dirawat di rumah sakit sepanjang sebagian hari sehabis menempuh pembedahan buat radang kantung empedu yang dialaminya.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus memuncak semenjak Presiden Amerika Serikat( AS), Donald Trump, menarik AS dari konvensi nuklir Iran yang disepakati negara- negara kekuatan dunia tahun 2015 kemudian. AS pula mempraktikkan kembali sanksi- sanksi ekonomi terhadap Iran. Saudi ialah pendukung bersemangat untuk kebijakan tekanan maksimum yang diterapkan pemerintahan AS di dasar Trump terhadap Iran.

Sedangkan di Yaman, di mana Saudi melancarkan pembedahan militer melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran, Raja Salman melaporkan kalau Saudi terus menunjang upaya- upaya PBB buat menggapai penyelesaian polisi. Raja Salman pula mengancam serangan- serangan drone serta rudal balistik yang dilancarkan Houthi secara disengaja serta metodologis dengan menargetkan masyarakat sipil di dalam daerah Saudi.

Dalam pidatonya, Raja Salman pula melaporkan Saudi berupaya menjamin stabilitas pasokan minyak global buat melayani baik produsen ataupun konsumen, walaupun pandemi virus Corona( COVID- 19) berakibat pada pasar minyak.

Terakhir, Raja Salman menegaskan sokongan buat pemecahan 2 negeri untuk konflik Palestina serta Israel. Tetapi dia tidak menyinggung soal konvensi damai– yang dimediasi AS– yang ditandatangani oleh Uni Emirat Arab, Bahrain serta Sudan buat menormalisasi ikatan dengan Israel, yang pula ialah bagian dari strategi mengalami Iran.

giff

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *