Sadis! Minta Uang Tak Dikasih, 2 Pria Ini Bunuh Bocah Pengemis, Dipukul Lalu Digantung di Pohon Sawo

BERITA RAKYAT – Polsek Medang Deras Polres Batubara menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap seseorang bocah pengemis bernama Rai( 12). 2 terdakwa pelakon pembunuhan didatangkan di taman Mapolsek Medang Deras, Jum’ at( 5/ 2/ 2021).

Dikawal puluhan personel dari Polsek Medang Deras serta Polres Batubara, rekonstruksi pembunuhan yang terjalin, Senin( 18/ 1/ 2021) sekira jam 11. 00 Wib itu juga jadi tontotan ratusan masyarakat dekat. Gelar rekonstruksi pula dihadiri Jaksa Penuntut Universal( JPU) dari Kejari Batubara serta Penasehat Hukum Prodeo.

   

Dalam reka ulang sebanyak 14 adegan tersebut, kejadian dimulai kala terdakwa Muhammad Heru Syahdani( 21) alias Heru terletak di Warnet. Dari Warnet, Heru setelah itu mengarah Simpang Galon kemudian berjumpa dengan terdakwa Akhbar serta setelah itu mengajaknya mengambil sawit. Kala keduanya berjalan hendak mengambil egrek, mereka setelah itu berjumpa dengan Rai di suatu gang kecil.

Heru kemudian memohon duit kepada Rai, tetapi bocah itu lari menjauh sambil berkata,“ Tidak terdapat”. Memandang Rai coba kabur, Akhbar berupaya mengejar tetapi kandas. Berikutnya Akhbar bersama Heru kembali melaksanakan pencairan terhadap Rai. Kala hingga ke dekat rumah Dahlia alias Lia, keduanya setelah itu memandang bocah tersebut kembali. Sedangkan itu, Rai yang memandang kedua terdakwa coba melarikan diri suatu gang rumah masyarakat kemudian bersembunyi di balik sebatang tumbuhan sawit.

Tetapi, kedua terdakwa kembali memandang Rai serta bocah itu lagi- lagi berlari ketakutan. Tidak lama berselang, Heru sukses menangkap Rai. Dari kantong celana bocah tersebut, Heru mengambil duit sebanyak Rp18. 000. Heru setelah itu menyekap mulut Rai dengan tangannya serta sebelah tangan lagi memegang tengkuk Rai.

Sebagian dikala setelah itu, dari arah balik tiba, Akhbar tiba kemudian langsung mengayunkan pelepah kelapa yang dibawanya ke kepala Rai. Terserang pukulan tersebut, Rai langsung lemas serta terkapar di tanah. Memandang itu, Akhbar menanyakan kepada Heru ke mana mereka hendak bawa bocah tersebut.

Heru setelah itu menyuruh Akhbar memegang kedua kaki Rai kemudian, sebaliknya dia sendiri memegang kedua tangan bocah tersebut. Berikutnya, kedua orang tersebut mengangkut Rai ke arah sebatang tumbuhan Sawo di pekarangan rumah Wak Itam, di Dusun 2, Desa Pakam, Kecamatan Medang Deras, di mana terikat seutas tali tambang berupa bundaran( jerat).

Dikala itu, Rai masih bergerak. Akhbar setelah itu menarik kaki Raihan, dikala bertepatan Heru memasukkan kepala bocah terrsebut ke tali yang melingkar. Dampaknya, Raihan juga bergantung dengan tali menjerat lehernya. Usai menggantung bocah tersebut, Heru kembali ke Warnet. Hingga di situ, dia berteriak,‘ Terdapat orang bunuh diri di tumbuhan sawo!’. Sedangkan, Akhbar kembali berjalan kaki.

Di perjalan dia berjumpa dengan saksi Bawi kemudian memohon tumpangan. Kala Bawi bertanya, dari mana gerangan Akhbar, pemuda itu setelah itu mengaku sudah menewaskan Rai.“ Jangan kau kasi tau orang, jika yang bunuh Rai saya,” ucap Akhbar gugup. Kepada Bawi, Akhbar mengaku menewaskan bocah itu sebab gusar.

Kapolsek Medang Deras AKP Muhammad Iskad, didampingi Kanit Reskrim Iptu AH Sagala serta Kanit Sabhara Iptu Abdi berkata, kedua terdakwa dijerat Pasal 76c subs pasal 80 ayat( 3) dari UU RI Nomor. 35 Tahun 2014 tentang Perobahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Proteksi Anak juncto Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *