Sah, UU Cipta Kerja Legalkan Perbudakan Modern

BERITA RAKYAT – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia( KSPI) mengatakan kalau dalam UU Cipta Kerja yang sudah diteken oleh Presiden Joko Widodo( Jokowi) diperbolehkan mempraktikkan sistem kerja outsourcing pada seluruh tipe pekerjaan. Pasti saja perihal ini dapat memunculkan perbudakan modern, yang merugikan golongan buruh.

“ Sehabis kami pelajari, isi undang- undang tersebut spesialnya terpaut klaster ketenagakerjaan nyaris seluruhnya merugikan kalangan buruh,” kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia( KSPI) Said Iqbal, di Jakarta, Selasa( 3/ 11/ 2020).

Dalam UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja menghapus Pasal 64 serta 65 UU Nomor 13 Tahun 2003. Tidak hanya itu, pula menghapus batas 5 tipe pekerjaan yang ada di dalam Pasal 66 yang memperbolehkan pemakaian tenaga kerja outsourcing cuma buat cleaning service, catering, security, driver, serta jasa penunjang perminyakan.

Dengan tidak terdapatnya batas terhadap tipe pekerjaan yang boleh memakai tenaga outsourcing, hingga seluruh tipe pekerjaan di dalam pekerjaan utama ataupun pekerjaan pokok dalam suatu industri dapat memakai karyawan outsourcing.

“ Perihal ini mengesankan negeri melegalkan tenaga kerja diperjual belikan oleh agen penyalur. Sementara itu di dunia internasional, outsourcing diucap dengan sebutan modern slavery( perbudakan modern),” ucapnya.

Bagi Said, sistem kerja outsourcing, seseorang buruh tidak lagi mempunyai kejelasan terhadap upah, jaminan kesehatan, jaminan pensiun, serta kepastian pekerjaannya.

Sebab dalam aplikasi, agen outsourcing kerap berlepas tangan buat bertanggung jawab terhadap masa depan pekerjanya. Lantaran agen outsourcing cuma menerima“ success fee” per kepala dari tenaga kerja outsourcing yang digunakan oleh industri pengguna( user).

“ Oleh sebab itu, KSPI memohon pemakaian tenaga kerja outsourcing dalam UU Cipta Kerja cuma dibatasi 5 tipe pekerjaan saja sebagaimana diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2003,” pungkasnya.

Diteken Jokowi 2 November 2020, Tengok Isi Lengkap UU Cipta Kerja

Presiden Joko Widodo( Jokowi) sudah menandatangani Undang- Undang( UU) Cipta Kerja pada Senin 2 November 2020. UU tersbeut pula diteken oleh Menteri Hukum serta HAM Yasonna Laoly pada hari yang sama.

UU yang diberi no 11 tahun 2020 ini setebal 1. 187 taman. Jumlah taman ini sama dengan kala disetujui oleh DPR pada 5 Oktober 2020.

Undang- Undang ini mulai berlaku pada bertepatan pada diundangkan,” bunyi Pasal 186 sebagaimana dilansir Liputan6. com dari kopian UU Cipta Kerja, Senin( 2/ 11/ 2020).

Bersamaan dengan pengesahan oleh Presiden Jokowi, UU Cipta Kerja ini langsung digugat oleh buruh ke Mahkamah Konstitusi. Gugatan ini diajukan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia( KSPI) serta Konfederasi Serikat Pekerja Segala Indonesia( KSPSI) tipe Andi Gani Nena( AGN).

” Registrasi gugatan JR( judicial review) UU Cipta Kerja No 11/ 2020 telah formal tadi pagi didaftarkan ke MK di bagian penerimaan berkas masalah oleh KSPI serta KSPSI AGN,” kata Presiden KSPI Said Iqbal, Selasa( 3/ 11/ 2020).

UU Cipta Kerja yang telah diteken Jokowi serta langsung digugat buruh tersebut bisa dilihat pada tautan link berikut ini.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *