Sehari Ditahan di Polsek Lubukpakam, Tersangka Kasus Penggelapan Ini Tewas, Ada Bekas Luka Baru di Kepala

BERITA RAKYAT – Cuma berselang satu hari sehabis ditangkap, seseorang terdakwa permasalahan penipuan penggelapan yang ditahan di Polsek Lubukpakam, wafat dunia, Minggu( 20/ 12/ 2020) sekira jam 19. 00 Wib.

Dikala ini, pihak keluarga mengaku curiga dengan kematian laki- laki bernama Topan Pramana( 31)–warga Gang Bunga Dusun I Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubukpakam tersebut. Alasannya, di badan toba nampak sebagian cedera diprediksi sisa penganiayaan.

Antara lain di bagian kepala, yang masih menyisakan darah mengering. Yogi, adik kandung Topan dikala ditemui di rumah duka, Senin( 21/ 12/ 2020) berkata, keluarganya merasa curiga, kalau abangnya itu wafat dunia sebab dianiaya.“ Tadinya ia sehat serta seketika terdapat berita Polsek Lubukpakam, Topan wafat dunia.

   

Polisi tiba ke rumah memberitahukan kalau abang aku Topan wafat dunia,” katanya. Yogi mengatakan, Jum’ at minggu kemudian dia mengantar abangnya ke dekat rel kereta api Jalur Bakti 2, Gudang Merah, Desa Sekip.“ Waktu itu saya yang ngantar, katanya ingin ke rumah temannya Novi di Gang Spur, Desa Sekip.

Habis itu, saya gak bisa berita lagi. Seketika bisa berita, abang ku gelapkan kereta serta mati,” kenang Yogi. Yogi berkata, keluarganya memohon supaya terdapat pengusutan terpaut kematian almarhum abangnya tersebut.“ Kami memohon keadilan lah bang, serta permasalahan ini diusut tuntas,” tandasnya.

Pantauan di rumah duka, jenazah Topan Permana datang dibawa mobil ambulance Rumah sakit Bhayangkara jam 14. 35 Wib. Orangnya–biasa disapa Ucok Kubu–yang duduk di sofa depan ambulance turun kemudian histeris serta berkata,“ Tolong Ayah Kapolri.

Anakku berangkat sehat kembali jadi mayat!” Sesekali dia terdengar melafazkan takbir, sambil berjalan memakai tongkat akibat stroke yang dideritanya.“ Kejam…! Kejam mereka! Kepalanya bocor, berdarah. Allahu Akbar…! Anak ku sehat saat ini telah jadi mayat. Tolong Ayah Kapolri,” teriaknya histeris.

Topan sebagian waktu sehabis ditangkap polisi, Sabtu( 19/ 12/ 2020). Sebagian anggota keluarga pula nampak turut menangis serta berupaya menenangkan si bapak. Sore harinya, almarhum Topan Pramana dikebumikan di Perkuburan Muhammadiyah, Jalur Setia Budi, Lubukpakam.

Terpisah, Kapolsek Lubukpakam AKP Hendry dikala dikonfirmasi via selular berkata, kalau Topan Permana wafat dunia sehabis hadapi sakit perut.“ Ia sakit. Jadi, hari Sabtu( 19/ 12/ 2020) itu ia ditangkap, sore harinya dia meringik gembung sakit perutnya. Kami membawa ke klinik disuntik serta diberi obat.

Setelah itu hari Minggu pagi adiknya tiba ngantar obat asam lambung. Nah, minggu sorenya ngeluh sakit lagi kita membawa ke RSUD, pada dikala penindakan telah gak terdapat( wafat),” jelasnya. Hendry menegaskan, buat menjauhi tudingan miring, pihak Polsek Lubukpakam setelah itu melaksanakan otopsi.“ Makanya aku perintahkan buat otopsi saja.

Ya, ia ikut serta permasalahan penggelapan sepedamotor. Motor korban dipinjam, gak balik- balik dari Jum’ at kemarin serta membuat laporan korban,” tandasnya.

giff

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *