Sidang Pemakzulan Trump Dekati Putusan, Kim Jong-Un Pecat Menteri Ekonomi

BERITA RAKYAT – Persidangan pemakzulan mantan Presiden Amerika Serikat( AS), Donald Trump, mendekati akhir dengan vonis hendak dijatuhkan pada akhir minggu. Pemimpin Korea Utara( Korut), Kim Jong- Un, memecat Menteri Perekonomian yang baru berprofesi sehabis mengkritik rencana strategis kabinetnya yang dikira kurang ambisius.

Regu pengacara Trump berargumen si mantan presiden tidak bertanggung jawab atas serbuan yang dicoba pendukungnya terhadap Gedung Capitol pada 6 Januari kemudian. Senat AS diperkirakan hendak menggelar voting buat memastikan apakah Trump bersalah atas dakwaan menghasut pemberontakan pada Sabtu( 13/ 2) waktu setempat.

   

Sedangkan itu, dalam rapat pleno Partai Buruh Korea minggu ini, Kim Jong- Un memecat Menteri Perekonomian yang baru berprofesi bulan kemudian serta menuduh kabinetnya menyusun rencana 5 tahun tanpa pergantian besar dari rencana tadinya, yang oleh Kim Jong- Un diucap sangat kandas di nyaris seluruh zona.

Tidak hanya kabar tersebut, berikut ini berita- berita internasional yang menarik atensi pembaca hari ini, Sabtu( 13/ 2/ 2021):

– Joe Biden Mau Tutup Penjara Guantanamo

Presiden Amerika Serikat( AS), Joe Biden, mau menutup penjara Teluk Guantanamo yang kontroversial serta spesial menahan para terdakwa terorisme. Penutupan penjara Guantanamo itu ditargetkan hendak dicoba saat sebelum akhir masa jabatan Biden.

Semacam dikutip AFP serta Reuters, Sabtu( 13/ 2/ 2021), rencana itu diungkapkan Gedung Putih dalam konferensi pers pada Jumat( 12/ 2) waktu setempat. Rencana ini menggemakan janji kampanye yang belum terpenuhi dari pemerintahan masa Presiden Barack Obama, dikala Biden berprofesi Wakil Presiden AS.

Diumumkan juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, kalau peninjauan formal hendak dicoba terhadap penjara militer AS di Teluk Guantanamo di Kuba. Peninjauan itu hendak dicoba pemerintahan Biden lewat Dewan Keamanan Nasional( NSC).

– Persidangan Pemakzulan Trump Dekati Akhir, Vonis Telah Dapat Ditebak

Senat Amerika Serikat( AS) diperkirakan hendak menjatuhkan vonis dalam persidangan pemakzulan mantan Presiden Donald Trump pada akhir minggu ini. Regu pengacara Trump berargumen si mantan presiden tidak bertanggung jawab atas serbuan yang dicoba pendukungnya terhadap Gedung Capitol pada 6 Januari kemudian.

Semacam dikutip AFP serta Reuters, Sabtu( 13/ 2/ 2021), regu pengacara Trump mengantarkan alasan pokok cuma sepanjang 3 jam pada Jumat( 12/ 2) waktu setempat, yang menuduh Partai Demokrat melaksanakan persekusi pada Trump. Salah satu pengacara Trump, Michael van der Veen, menyebut pemakzulan ini inkonstitusional serta ialah aksi balas dendam politik.

Senat AS berikutnya hendak menggelar pertemuan pada Sabtu( 13/ 2) pagi, dekat jam 10. 00 waktu setempat buat memperdebatkan apakah hendak mengizinkan disampaikannya penjelasan para saksi dalam persidangan pemakzulan. Sehabis itu, alasan penutup hendak di informasikan oleh tiap- tiap pihak.

Diperkirakan kalau vonis buat persidangan pemakzulan ini dapat dijatuhkan pada hari yang sama, dengan 100 Senator AS– baik dari Partai Demokrat ataupun Partai Republik– berperan selaku juri sidang yang hendak memvoting buat memastikan apakah Trump bersalah atas dakwaan menghasut pemberontakan.

– Kim Jong- Un Pecat Menteri Ekonomi, Kecam Kabinet Atas Rencana Tidak Ambisius

Pemimpin Korea Utara( Korut), Kim Jong- Un, dilaporkan marah- marah dikala mengetuai rapat pleno minggu ini. Ia memecat Menteri Perekonomian yang baru saja ditunjuk bulan kemudian serta mengancam kabinetnya yang dikira kurang inovasi dalam menyusul sasaran rencana ekonomi 5 tahun yang baru.

Semacam dikutip Reuters, Sabtu( 13/ 2/ 2021), Partai Buruh Korea baru menuntaskan rapat pleno sepanjang 4 hari pada Kamis( 11/ 2) waktu setempat, dikala Kim Jong- Un memetakan visi buat urusan antar- Korea serta ikatan dengan negeri lain, pula buat peraturan partai serta permasalahan personel.

Dalam rapat pleno itu, Kim Jong- Un menuduh kabinetnya menyusun rencana 5 tahun tanpa pergantian besar dari rencana tadinya, yang oleh Kim Jong- Un diucap sudah sangat kandas di nyaris seluruh zona.

Kim Tu Il yang baru ditunjuk mengetuai Kementerian Urusan Perekonomian pada Januari kemudian, dipecat serta ditukar oleh O Su Yong yang ialah pembuat kebijakan ekonomi semenjak lama yang berprofesi Wakil Perdana Menteri tadinya.

– Eks Presiden Diam- diam Divaksin Corona Lebih Dini, Menkes Peru Mundur

Menteri Kesehatan Peru, Pilar Mazzetti, mengundurkan diri dari jabatannya di tengah skandal yang mengatakan mantan Presiden Martin Vizcarra disuntik vaksin virus Corona( COVID- 19) lebih dini dari yang lain, jauh saat sebelum vaksin ada buat publik.

Semacam dikutip AFP, Sabtu( 13/ 2/ 2021), Mazzeti yang berprofesi Menkes semenjak Juli 2020, sudah menyerahkan pesan pengunduran dirinya kepada Presiden Peru dikala ini, Francisco Sagasti. Perihal tersebut dilaporkan tv nasional Peru Televisi pada Jumat( 12/ 2) waktu setempat.

Peru dikenal baru mengawali program vaksinasi Corona pada Selasa( 9/ 2) waktu setempat, ataupun 2 hari sehabis menerima 300 ribu dosis vaksin Corona buatan Sinopharm dari Cina. Para tenaga kedokteran jadi priroitas awal buat vaksinasi ini.

Tetapi pesan berita Peru 21 memberi tahu pada Kamis( 11/ 2) waktu setempat kalau mantan Presiden Vizcarra sudah divaksin Corona secara diam- diam pada Oktober 2020, cuma sebagian minggu saat sebelum ia dimakzulkan serta dicopot dari jabatannya atas tuduhan tidak kompeten secara moral.

– Demonstran Myanmar Wujud Kelompok Tangkal Penangkapan Aktivis Antikudeta

Demonstran yang menentang pemerintah junta militer Myanmar terus menjadi tingkatkan aksinya dengan membentuk kelompok- kelompok pengawas buat menghindari penangkapan para aktivis antikudeta. Kelompok pengawas ini tercipta di sebagian daerah berbeda.

Semacam dikutip AFP, Sabtu( 13/ 2/ 2021), semenjak menahan pemimpin de- facto Aung San Suu Kyi serta jajaran pemerintahannya, militer Myanmar tingkatkan kegiatan penangkapan para pegawai negara, dokter serta orang- orang yang bergabung dalam unjuk rasa menentang kudeta militer.

Sekelompok demonstran melanggar jam malam buat melaksanakan aksi di jalanan dikala malam hari. Mereka melaksanakan aksi ini sehabis timbul rumor kalau polisi bersiap melaksanakan gelombang penangkapan baru.

Salah satu kelompok menghadiri suatu rumah sakit di kota Pathein sehabis terdapat rumor kalau seseorang dokter populer setempat hendak ditangkap. Dalam aksinya, demonstran melantunkan doa Buddha buat memohon proteksi dari bahaya.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *