Tabrak Pria Duduk di Tengah Jalan Bikin Sopir Truk Pertamina Jadi Tahanan

BERITA RAKYAT – Polisi mengamankan Sutopo, pengemudi sopir truk tangki Pertamina yang menabrak laki- laki yang viral duduk bersila di tengah jalur di Madiun. Laki- laki 51 tahun itu pula ditahan.

Tadinya viral video seseorang laki- laki yang duduk bersila di tengah jalur raya kemudian ditabrak truk tangki Pertamina. Pernah masih hidup serta diucap cuma cedera lebam usai ditabrak, laki- laki tidak beridentitas yang diprediksi memiliki kendala jiwa tersebut tewas dikala menempuh perawatan di RSUD Caruban.

   

Apa alibi polisi menetapkan sopir truk tangki Pertamina serta menahannya?

Kapolres Madiun AKBP Bagoes Wibisono berkata terdakwa dalam kondisi siuman dikala menabrak korban. Tetapi usai menabrak korban, kata Bagoes, terdakwa tidak menyudahi ataupun tidak membantu korban. Terdakwa malah kabur. Terdakwa pula tidak memberi tahu peristiwa itu ke polisi setempat.

” Pelakon siuman usai menabrak. Tetapi tidak memberi tahu kepada polisi terdekat, malah melarikan diri meninggalkan posisi,” kata Bagoes kepada wartawan, Senin( 24/ 11/ 2020).

Bagoes meningkatkan peristiwa pada Sabtu( 21/ 11) dekat jam 19. 00 Wib itu terjalin dikala cuaca hujan. Tetapi penerangan mencukupi.

” Suasana lapangan memanglah hujan. Penerangan lumayan. Sepatutnya lebih hati- hati,” jelas Bagoes.

Bagoes menegaskan pengemudi truk diresmikan bagaikan terdakwa sebab dikira lalai berkendara sampai menabrak korban yang duduk bersila di tengah jalur. Terdakwa dijerat dengan Pasal 310 ayat( 4) UURI Nomor. 22 tahun 2009 tentang Kemudian Lintas dengan ancaman 6 tahun penjara.

” Ancaman 6 tahun penjara terpaut pasal angkutan jalur yang berbunyi Tiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor sebab kelalaiannya menyebabkan Musibah kemudian lintas yang menyebabkan orang lain wafat dunia diancam pidana kurungan sangat lama 6 tahun serta ataupun denda Rp 12 juta,” tandas Bagoes.

Tetapi penjelasan Sutopo berbeda dengan penjelasan dari Bagoes. Sutopo membantah sudah kabur ataupun melarikan diri. Apalagi laki- laki asal Kediri itu mengaku tidak siuman bila dia sudah menabrak orang.

” Ndak amati( bukan kabur),” ucap Sutopo kepada wartawan dikala luncurkan di Polres Madiun, Senin( 23/ 11/ 2020).

Sutopo berkata dia tidak ketahui bila dia sudah menabrak laki- laki yang tidak dikenal identitasnya itu.” Ndak nampak, hujan rimbun campur angin, jalur remang- remang,” kata Sutopo.

Sutopo menegaskan dirinya sama sekali tidak merasa menabrak suatu apapun sehingga dia tidak menyudahi.” Ndak terasa,” imbuhnya.

Sutopo meningkatkan dirinya ketahui jika dirinya menabrak dikala dikabari mandornya yang menghubungi via ponselnya. Dirinya dikabari Minggu siang( 22/ 11). Peritiwa penabrakan sendiri terjalin pada Sabtu( 21/ 11) malam. Sehabis dikabari, Sutopo langsung mengarah Depo Pertamina Madiun.

” Ndak ketahui aku. Tahunya dikabari mandor, aku kaget. Minggu jam 12. 00 Wib aku tiba( ke Depo Pertamina Madiun). Aku tunggu hingga jam separuh 8 malam, aku letih kembali. Aku ngomong nanti jika terdapat panggilan( dari polisi) aku siap,” kata Sutopo.

Sutopo menggambarkan dikala itu dirinya menemukan tugas mengirim BBM dari Depo Pertamina Madiun buat dikirim ke Tulungagung.” Dari Madiun ingin kirim ke Tulungagung,” tandasnya.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *