Takmir Masjid Cabuli 6 Anak-Pria Jember Bawa Bahan Peledak

BERITA RAKYAT – Beberapa kabar menarik serta diminati banyak pembaca muncul dari Jawa Timur hari ini. Mulai dari Takmir Masjid yang mencabuli anak di dasar usia sebab mengaku tidak disayang istri sampai laki- laki di Jember diamankan lantaran bawa 6 kg bahan peledak.

Tidak Disayang Istri, Takmir Masjid Cabuli 6 Anak di Atas Sajadah

Polisi sudah menetapkan MYD( 57) selaku terdakwa dalam permasalahan pencabulan serta persetubuhan anak di dasar usia. Aksi bejat takmir masjid itu dicoba di atas sajadah. Kapolresta AKBP Yudhi Heri Setiawan menguraikan terdapat 6 korban yang berumur 9 hingga 12 tahun.

” Jadi korban terdapat 6, seluruh kanak- kanak. Aksi persetubuhan mulai dicoba terdakwa semenjak tahun 2017 kemudian. Terakhir pada salah satu korban bertepatan pada 21 Februari 2021. Seluruh korban disetubuhi berulang kali,” kata Yudhi di depan wartawan, Senin( 29/ 3/ 2021).

Para korban ialah orang sebelah terdakwa di kampungnya. Kala mereka berbelanja di toko kelontong kepunyaan terdakwa, duit kembaliannya senantiasa ditahan. Korban setelah itu diajak masuk ke dalam rumahnya yang terletak di balik toko. Tepatnya di ruang salat serta beralaskan sajadah. Pencabulan serta persetubuhan dicoba kala rumah terdakwa hening. Ataupun istrinya lagi berangkat keluar rumah.

” Sebab di sana tempat nyaman katanya. Keadaan rumah lagi hening. Jadi senantiasa dicoba di ruang salat beralaskan sajadah,” ucapnya.

MYD mengaku melaksanakan itu sebab merasa tidak disayang istri. Ia mengakui seluruh perbuatan bejatnya dicoba dengan penuh pemahaman. Apalagi direncanakan.

   

” Semenjak dini nikah, istri aku tidak menyayangi aku. Cuma mau diopeni( dilayani). Jadi jika amati anak wanita, nafsu aku tidak terbendung. Iya tidak sering( berhubungan tubuh) sama istri,” kata MYD.

Dikenal, MYD menikah 2 kali. Pernikahannya yang awal kandas sebab si istri menggugat cerai kala lama ditinggalkan jadi TKI. Dari perkawinan awal itu dia memiliki satu anak yang saat ini telah berusia.

Begitu kembali bekerja dari luar negara, MYD setelah itu membangun toko kelontong di depan rumahnya. Ia setelah itu menikah lagi. Jodoh keduanya ini, seseorang janda dengan satu anak. Dari perkawinan keduanya ini lahir seseorang anak lelaki.

MYD melaksanakan pencabulan serta persetubuhan kala si istri keluar rumah. Umumnya pada dikala istri keluar rumah buat Yasinan ataupun belanja keperluan toko kelontongnya.

” Nafsu aku besar. Tetapi istri tidak mesti ingin. Umumnya sehabis aku gitukan, duit belanja mereka aku kembalikan seluruh,” akunya.

Modus terdakwa pedofil ini sama kepada seluruh korbannya. Kala korban belanja ke toko kelontongnya, pelakon menariknya ke ruang salat. Ia melaksanakan pencabulan serta persetubuhan beralaskan sajadah.

Polisi menjerat MYD dengan Pasal 81 ayat 2 ataupun Pasal 82 ayat 1 UU RI No 17 Tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2016, tentang pergantian kedua atas Undang- Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang proteksi anak.

” Ancamannya, pidana penjara sangat lama 15 tahun serta denda sangat banyak Rp 5 miliyar,” pungkasnya.

Laki- laki Jember Membawa Bahan Peledak 6 Kg

Seseorang masyarakat Dusun Curah Putih, Desa Patemon, Tanggul, Jember, Misru diamankan polisi. Misru diamankan sebab bawa 6 kg bahan peledak.

Kapolsek Semboro AKP Fatchur Rahman berkata Misru ditangkap atas laporan masyarakat yang curiga dengan gelagat laki- laki 51 tahun itu. Misru tadinya nampak mondar- mandir sembari mengendarai motor Yamaha Jupiter.

” Dari laporan masyarakat yang dikala itu hendak berangkat ke sawah. Sebab dikala itu dinilai mencurigakan. Dekat jam 7 pagi tadi,” kata Fatchur Rahman, Senin( 29/ 3/ 2021).

Polisi juga langsung menghadiri posisi. Dikala itu Misru lagi terletak di dekat areal persawahan Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro. Dikala dikunjungi polisi, Misru pernah mengacungkan celurit yang tadinya diselipkan di pinggang celananya. Misru nampak bermaksud buat melawan polisi yang hendak mengamankan dirinya. Tetapi setelah itu Misru kesimpulannya sukses dilumpuhkan.

” Sehabis itu kami geledah, serta mengalami dalam suatu kardus yang dibawa terdakwa dengan motornya ditemui 6 kilo bahan peledak tipe bubuk mesiu yang dibungkus plastik berjumlah total 6 kantong. Tiap- tiap kantong bobotnya 1 kiloan,” ungkap Fatchur.

Nyatanya bahan peledak itu hendak terbuat bondet alias bom ikan. Bom ikan ini dijual kepada para nelayan buat menangkap ikan. Bahan peledak berbentuk bubuk mesiu ini dia miliki dari Surabaya serta dekat Jember.

” Pelakon ini mengaku meracik sendiri, mengombinasikan bahan semacam Potasium, Belerang serta Bronx, yang setelah itu dijadikan perlengkapan peledak yang berupa bondet,” lanjut Fatchur

” Dijual kepada masyarakat yang terencana mencari bahan peledak,” pungkas Fatchur.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.