Tangis Penyesalan Ustadz Maaher, Berharap Maaf dari Habib Luthfi

BERITA RAKYAT – Soni Eranata ataupun diketahui pula bagaikan Ustadz Maaher At Thuwailibi mendekam di tahanan. Ia jadi terdakwa atas permasalahan penghinaan terhadap ulama karismatik Nahdlatul Ulama, Habib Luthfi bin Yahya. Saat ini sembari berurai air mata, kata penyesalan terucap dari bibirnya.

Regu Blak- blakan mewawancarai Maaher di Bareskrim Polri, Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu( 5/ 12/ 2020) petang. Laki- laki berkacamata ini nampak menggunakan baju tertutup corak abu- abu dibalut rompi tahanan bercorak oranye. Ia pula menggunakan peci corak putih.

   

” Alhamdulillah sehat,” kata Maaher memulai pembicaraan dikala ditanya soal kondisinya. Maaher setelah itu buka cerita soal permasalahan yang menjeratnya. Maaher ditangkap regu Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di kediamannya di daerah Kota Bogor, Jawa Barat, pada Kamis( 3/ 12) jam 04. 00 Wib. Ia setelah itu diresmikan bagaikan terdakwa permasalahan penghinaan terhadap Habib Luthfi bin Yahya sebab cuitan di account Twitter- nya,@ustadzmaaher_, yang memiliki 64 ribu pengikut.

Dikala itu, di account Twitter- nya, Maaher membalas cuitan seseorang netizen sembari mengunggah gambar Habib Luthfi diiringi narasi Iya tambah menawan pake Hijab.. Seperti Kyai nya Banser ini ya… Bagi polisi, dari cuitan itu terdapat gejala Maaher melaksanakan upaya penghinaan terhadap ulama. Cuitan itu menuai banyak kritik serta kemarahan netizen sebab dikira menghina Habib Luthfi yang sepanjang ini diketahui amat santun serta disegani warga serta para tokoh. Habib Luthfi pula ialah anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Diklarifikasi soal cuitan tersebut, Maaher berdalih itu cuma kesalahpahaman. Maaher, ustadz kontroversial yang jadi sorotan sebab sering melontarkan perkata agresif di media sosial, mengaku sesungguhnya tidak bernazar menghina Habib Lutfi.

Bagi Maaher, dikala itu terdapat netizen di Twitter yang lebih dahulu menghinanya dengan kalimat kalian Maaher kian menawan ya gunakan hijab. Maaher dikala tampak di media sosial memanglah sering memakai baju tertutup corak putih serta sorban di kepala. Maaher setelah itu mengaku menelusuri account Twitter yang menghina dirinya tersebut, kemudian melontarkan balasan.

” Aku memandang di profile- nya ia itu sangat mengidolakan Habib Luthfi. Nah kemudian aku menanggapi, iya kian menawan ya gunakan hijab semacam Habib Lutfhi bin Yahya. Eh…, bukan Habib Luthfi, aku tidak sebut nama, tetapi semacam kiai Banser ini. Kemudian aku tampilkan tuh fotonya Habib Lutfi,” jelas Maaher.

Maaher menegaskan dirinya tidak memiliki hasrat menghina Habib Luthfi. Ia mengaku tidak memiliki permasalahan individu dengan ulama karismatik NU tersebut.

” Jadi secara bahasa seakan- akan aku mau berkata kepada sang pengguna Twitter yang menghina aku, kalau jika kalian menghina aku, menyudutkan aku, aku ini gunakan hijab, sementara itu aku gunakan sorban, berarti secara tidak langsung kalian menghina Habib Luthfi, ulama yang pula aku serta kalian hormati. Aku serta Habib Luthfi kebetulan bersama memakai baju sunah, gunakan sorban. Itu sih. Jadi problemnya itu,” sambungnya.

Walaupun begitu, Maaher mengaku menyesali cuitannya tersebut. Ia mengakui cuitannya di Twitter itu membuat banyak orang tersinggung, apalagi marah, spesialnya orang- orang NU. Ia menyebut sesungguhnya dirinya telah bernazar menemui langsung Habib Luthfi buat memohon maaf tetapi keburu dirinya ditangkap oleh polisi yang bergerak atas laporan warga.

” Saat sebelum ditangkap aku itu bernazar ingin berjumpa, aku bernazar memohon maafnya itu tidak harus melalui medsos nanti nampak tidak terdapat intensitas. Aku hendak kumpulkan duit, membawa keluarga, kita beli tiket, berangkat ke Jawa Tengah, Pekalongan,” ucap laki- laki yang tidak hanya berdakwah pula bisnis sampingan jualan kitab serta parfum ini.

Maaher setelah itu mengantarkan isi hatinya. Sembari menangis, ia menyebut bila nantinya memiliki peluang hendak senantiasa tiba menemui Habib Luthfi serta memohon maaf secara langsung.

” Aku awal hendak memohon maaf kepada Habib Luthfi serta aku pengen cium tangan dia sebab Habib Luthfi itu ulama bukan semata- mata ulama, dia menzuriati nabi. Aku mau sampaikan isi hati aku kalau aku itu tidak benci sama dia serta tidak memiliki permasalahan sama dia, serta aku menyayangi dia. Hanya balasan pendapat aku itu disalahpahami oleh banyak orang, setelah itu digiring kepada opini lain kalau aku menghina dia,” ucap Maaher bercucuran air mata.

Maaher pula berharap dirinya dimaafkan warga. Ia menyebut ustadz pula manusia yang tidak lepas dari kesalahan.

” Jadi banyak pihak yang bertanya ke aku, ustadz ini penghinaan serta sebagainya. Mengapa wajib Habib Lufhti di semacam itu. Aku membagikan klarifikasi, aku membagikan uraian, tiap manusia itu tentu memiliki salah. Nah tetapi aku mau kala aku jatuh dalam kesalahan, hukumlah kesalahan aku cocok handal serta sepadan. Jadi jangan hingga melewati batasan lah sebab aku pula memiliki hati memiliki perasaan,” imbuhnya.

Ustadz Maaher ditangkap bersumber pada laporan polisi bernomor LP/ B/ 0677/ XI/ 2020/ Bareskrim pada 27 November 2020. Ia Pasal 45 ayat( 2) juncto Pasal 28 ayat( 2) Undang- Undang No 19 Tahun 2016 tentang Pergantian atas Undang- Undang No 11 Tahun 2008 tentang Data serta Transaksi Elektronik. Dengan ancaman pidana penjara 6 tahun serta/ ataupun denda sangat besar Rp 1 miliyar.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *