Tangis Sang Istri di Pusara Kapten Afwan, Korban Sriwijaya Air

BERITA RAKYAT – Atmosfer haru begitu terasa dikala jenazah Kapten Afwan datang di Halaman Makam Pahlawan Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor. Jenazah pilot Sriwijaya Air yang jatuh di Kepulauan Seribu itu datang di pemakaman dekat jam 13. 00 Wib.

Saat sebelum jenazah datang di posisi pemakaman, para pelayat telah ramai penuhi zona pemakaman. Rekan- rekan Afwan semacam pramugara/ pramugari, pilot serta direksi Sriwijaya Air turut menghantarkan jenazah ke peristirahatan terakhir.

   

Sehabis jenazah pilot Sriwijaya Air SJ 182 itu datang di pemakaman, berapa rekan almarhum turut menggotong sampai mengarah liang lahat.

Sehabis itu, barulah istri Afwan, Pipit Rahmawati datang bersama 3 anak mereka, Syahirah Rosfita( 14), Aisyah Humaira( 8), serta Syafiah Rahima( 6). Raut wajah Pipit berganti dikala berjalan menunju liang lahat. Mukanya yang sebelumnya sendu serta sembab langsung menangis.

Tangisan perempuan berumur 35 tahun ini terus menjadi tidak terbendung dikala jenazah suaminya di masukan ke dalam liang lahat. Sambil menangis, Pipit sesekali memeluk gadis bungsunya. Kerabatnya yang berdiri di balik nampak menenangkan supaya senantiasa sabar serta ikhlas.

Usai prosesi pemakaman, Pipit serta 3 anaknya dipersilahkan menabur bunga kemudian memanjatkan doa di pusara suaminya.

Dikala itu, Pipit kembali menangis tersedu- sedu lantaran tidak kuasa menahan pilu ditinggal si suami tercinta. Sebagian kali dia mengusap gambar mendiang suaminya.

” Mudah- mudahan keluarga almarhum Kapten Afwan diberikan ketabahan serta kekuatan di masa yang hendak tiba pasca- musibah tumbangnya pesawat Sriwijaya Air SJ- 182 di perairan Kepulauan Seribu yang dipiloti suami aku, mohon doanya,” kata Pipit dengan nada lirih.

Berterimakasih

Pipit pula mengantarkan rasa terima kasih kepada Basarnas, BNPB, Tentara Nasional Indonesia(TNI), Polri, Maskapai Sriwijaya Air, Regu DVI Mabes Polri serta Pemkab Bogor, yang sudah menolong mengevakuasi, mengenali sampai pemakaman Kapten Afwan.

” Aku mengucapkan banyak serta beribu terima kasih sebab sudah menolong mengevakuasi, mengenali sampai pemakaman Kapten Afwan, cuma Allah SWT yang dapat membalas seluruh kebaikan kamu,” ucap Pipit.

Sedangkan itu, kakak sepupu Kapten Afwan, Safjan Badar( 77), Kapten Afwan wujud orang yang taat beribadah serta giat membaca Alquran. Perihal itu lantaran didikan langsung almarhumah ibunya, Rosmanila Jamil, yang ialah seseorang guru agama.

” Bunda Kapten Afwan itu sarjana guru agama lulusan di Padang Panjang. Jika kembali kampung pula giat mengaji di surau. Dia pula kerap baca buku- buku Islam,” kata Safjan di TPU Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor.

giff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *